![]() |
| Istimewa |
TARAKAN, penakaltara.com | Beberapa hari terakhir ini, warga Tarakan terpaksa mengumpat dan mengeluarkan sumpah serapah kepada PLN. Betapa tidak, aktivitas keseharian warga Tarakan sangat terganggu dengan kebijakan PLN yang kerap kali mematikan aliran listrik seenaknya.
"Sedang asyik-asyiknya bekerja, tiba-tiba langsung gelap, konsentrasi pun buyar, jadi ga produktif deh, seenak-enaknya saja matikan listrik tanpa pemberitahuan," keluh Ronny warga Karang Anyar Pantai dengan nada kesal. Menurut Ronny, seharusnya PLN memberitahukan seluas-luasnya kepada warga Tarakan terkait jadwal dimana akan dimatikannya aliran listrik tersebut.
Akibat tindakan yang dituding seenaknya itu, lanjut Ronny, warga jadi sulit beraktivitas dan tentu saja berpengaruh kepada kredibilitasnya yang dikejar deadline oleh orang yang memakai jasanya sebagai seorang pengacara. "Iya lho, hal itu sungguh merugikan bagi saya, karena mau sampai kapan saya selesaikan pekerjaan saya jika listrik byat pet terus, lihat saja jika akibat ini kerugian saya sangat nyata, maka sebagai warga Tarakan saya tak segan-segan gugat PLN!," Ancam Ronny saat ditemui di kantornya Jalan Cendrawasih, Tarakan Barat.
Tak hanya Ronny, kekesalan yang sama pun diungkapkan oleh salah seorang warga lainnya yang tinggal di Selumit Pantai. Pria yang mengaku bernama Ruslan ini tidak henti-hentiny amengumpat di hadapan awak media ini. Bukan tanpa alasan, Ruslan mengungkap akibat daripada matinya listrik yang terlalu lama ini, makanan yang berada ia simpan dalam lemari es menjadi busuk dan tidak dapat di konsumsi lagi. "Padahal itu stok makanan untuk sebulan, mau makan apa kami kalau begini terus kondisinya sedangkan stok makanan kami dapat dari melaut," ujar Ruslan yang keseharianya berprofesi sebagai nelayan ini.
"Semakin lama semakin buruk pelayanannya PLN ini kalau saya perhatikan," kritik Ruslan.
Sebagaimana diketahui dalam pemberitaan di LensaKaltara.com, pemadaman aliran listrik oleh PT PLN (Persero) Unit Layanan Khusus (ULK) Tarakan, Minggu (17/3/2019), bukan disebabkan gangguan mesin PLN, melainkan pekerjaan pemeliharaan pipa gas Medco energi dari Bunyu ke Tarakan, hal itu ditegaskan Manajer PT PLN (Persero) ULK Tarakan Totok Suharto.
Totok mengatakan, kondisi mesin pembangkit listrik milik PLN tidak mengalami masalah atau gangguan. Pemadaman selama 14 jam, sejak pukul 00.00 WITA sampai 14.00 WITA, dikarenakan adanya pigging atau perawatan pipa oleh Medco di Bunyu ke Tarakan.
“Pigging ini dilakukan untuk meningkatkan kehandalan, jadi selama terjadi pengurangan pasokan listrik ke pelanggan bukan diakibatkan masalah mesin. PLN punya mesin sehat dan tidak ada gangguan,” jelas Totok, Jumat (15/3/2019).
Operations Manager PT Medco E&P Tarakan, Erri Setiawan menjelaskan, saat dilakukan pigging kemungkinan akan ada liquid yang terbawa, oleh karenanya untuk mencegah masuknya liquid tersebut ke mesin pembangkit listrik milik PLN, langkah flare gas dilakukan.
“Kalau pipa itu mau di pigging, tentunya dibersihkan sepanjang Bunyu sampai Tarakan. Dalam Pigging ini tentunya kita berupaya agar tidak ada liquid masuk ke mesin PLN,” kata Erri.
Untuk lama waktu proses pigging, Erri memastikan waktu yang dibutuhkan bisa mencapai 11 jam.”Proses pigging kurang lebih 11 jam jika waktu norma,” jelas Erry.
REDAKSI




Komentar Anda: