![]() |
RAKORNAS : Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie saat
menghadiri pembukaan Rakornas dan Diskusi Nasional HKTI oleh Presiden RI Joko Widodo
di Istana Negara, Jakarta, Selasa (19/3).
|
JAKARTA | penakaltara.com, Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto Lambrie hadir dalam pembukaan
Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) dan Diskusi Nasional Himpunan Kerukunan
Tani Indonesia (HKTI) di Istana Negara, Jakarta, Selasa (19/3).
Dalam
acara yang dibuka langsung oleh Presiden Joko Widodo
(Jokowi) itu,
dihadiri sekitar 530 peserta dari HKTI se-Indonesia. Selain itu tampak hadir, Mensesneg,
Ketua Badan Pertimbangan Organisasi HKTI, Ketua Dewan Pimpinan
Nasional HKTI Jenderal TNI (Purn) Moeldoko, serta para ketua Dewan Pimpinan
Provinsi dan Kab/Kota se-Indonesia. “Selain sebagai
gubernur, saya hadir juga dalam kapasitas saya sebagai Koordinator Wilayah HKTI
Kalimantan,” kata
Gubernur usai acara.
Diungkapkan,
ada beberapa poin penting disampaikan Presiden dalam pengarahannya tadi. Pertama,
kata Irianto, adalah soal penanganan pasca panen untuk hasil pertanian. Presiden
berharap agar para petani mulai mengubah pola-pikirnya.
“Dalam mengelola usaha pertanian, para petani harus mulai
berpikir situasi pascapanen. Dengan demikian, petani perlu memiliki alat
seperti RMU (Rice Milling Unit), dryer atau mesin pengemasan untuk membuat label,” ungkap
Gubernur mengutip arahan Presiden. Dengan pengemasan yang baik, lanjutnya, produk
pertanian itu layak dipasarkan di pasar modern seperti hypermarket atau
supermarket.
Gubernur
menambahkan, dalam kesempatan tadi, di depan para direksi perbankkan yang turut
hadir, Presiden juga menginginkan agar
bank membantu para petani. Salah satunya mendukung para petani membeli
mesin-mesin pertanian, seperti mesin penggilingan padi (rice mill unit), mesin
pengering (dryer) sampai mesin pengemasan (packaging).
Jokowi
mengatakan mesin-mesin pertanian itu memiliki harga yang bervariasi. Presiden menyebut
harga Rp 500
juta sampai Rp 2
miliar untuk mesin-mesin tersebut. Menurutnya, mesin pertanian itu layak dibiayai
oleh perbankan. Presiden
mengatakan, zaman telah berubah pada saat ini. Pengeringan padi, menurutnya, tidak
perlu lagi dilakukan dengan cara menjemur di jalan atau halaman, melainkan menggunakan
mesin dryer.
“Kedua, terkait dengan pengendalian
harga. Bapak Presiden meminta agar dilakukan upaya-upaya agar harga produk
pertanian selalu stabil. Jangan sampai ada saat tertentu harga anjlok yang
merugikan petani, atau waktu lain yang harga terlampau tinggi. Salah satunya
dengan membatasi impor. Presiden menginginkan adanya cluster-cluster. Artinya,
ada wilayah yang difokuskan pada komoditi pertanian tertentu. Sehingga saat
panen, harga petani tidak anjlok," bebernya.
Presiden,
lanjut Irianto, juga mengharapkan, agar tidak hanya pertanian tanaman pangan
seperti padi, jagung, kedelai. Namun juga tanaman tahunan yang memiliki nilai
ekonomi lebih. Seperti kopi, cengkeh, lada dan lainnya.
Di
sisi lain, diungkapkan Irianto, HKTI juga telah melakukan berbagai program
pertanian. Salah satunya di Kaltara. HKTI akan membantul Kabupaten Bulungan
dalam pengembangan padi. "Waktu bertemu dengan Bupati sudah disampaikan,
agar Pemkab Bulungan segera mengklirkan lahan yang akan digunakan untuk pertanian,"
ujarnya. (humas)




Komentar Anda: