Last Updated 2018-07-12T17:04:15Z
Foto : Rico/Penakaltara.com
SOSIALISASI : BNPT dan FKPT melakukan foto melakukan foto bersama dengan peserta, dalam kegiatan Literasi Digital Sebagai Upaya Pencegahan Radikalisme Dan Terorisme  Di Masyarakat, di Hotel Lotus Panama Tarakan, Kamis (12/07)

TARAKAN, Penakaltara.com – Provinsi termuda Kalimantan Utara (Kaltara) sekarang mendapatkan perhatian khusus dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kaltara.

Dikatakan Ketua FKPT Kaltara, Usman Faqih, bahwa daerah Kaltara merupakan daerah perbatasan yang sangat rawan memiliki potensi aksi radikalisme. Itu berdasarkan hasil survei yang dilakukan pada tahun 2017 lalu. 

Provinsi Kaltara sekarang berada di posisi kelima daerah potensi radikalisme di Indonesia dengan angka 56,8 persen. Walaupun posisi teratas masih dipegang Bengkulu dengan 58,58 persen, posisi kedua Gorontalo 58,48 persen, lalu di tempat ketiga provinsi Sulawesi Selatan 58,42 persen, dan Lampung dengan persentase 58,38 persen posisi keempat.

"Kaltara diposisi kelima, karena provinsi ini merupakan daerah perbatasan yang menjadi pintu masuknya teroris. apalagi dekat dengan daerah Filipina yang merupakan markas besar bagi kaum radikal di wilayah Asia,"kata Usman, Kamis (12/07).

Lanjut Usman, sekarang pihak BNPT telah memantau 71 jaringan media sosial (medsos) yang disinyalir mengarah ke faham radikalisme.

”Ini menjadi perhatian khusus buat kita, dan kami mengimbanginya dengan memperbanyak portal dengan konten positif,”ujarnya

Melalui kegiatan literasi ini, Usman berharap agar bisa membangun kesadaran masyarakat dari setiap kalangan, terutama pemuda yang menjadi penerus bangsa.

"Jadi masyarakat, TNI/Polri, serta seluruh stake holder dapat menjadi satu untuk mencegah masuknya paham-paham radikalisme,"ungkapnya.


Rico Jeferson***

Bagikan:

Unknown

Komentar Anda: