![]() |
| Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie |
TANJUNG SELOR , penakaltara.com | Penantian panjang rencana pembangunan
Kawasan Industri Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning-Mangkupadi,
Tanjung Palas Timur, Bulungan, memasuki babak baru. Pemerintah Korea Selatan (Korsel)
dikabarkan bakal mengucurkan bantuan dana hibah kepada Pemerintah Republik Indonesia
(RI) sebesar USD 600 ribu atau sekitar
Rp 8,5 miliar. Dana ini diperuntukkan menyusun dokumen perencanaan dan studi
kelayakan KIPI di Kaltara.
Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie membenarkan adanya kabar
gembira tersebut. Hal ini berdasarkan laporan dari Kepala Dinas Pekerjaan Umum
Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPR-Perkim) Kaltara
Suheriyatna, yang telah menugaskan staf untuk menghadiri rapat terkait
mengembangan KIPI Tanah Kuning-Mangkupadi di Kantor Kementerian Koordinator
Kemaritiman, Kamis (24/1).
“Alhamdulillah, kita mendapat kabar menggembirakan.
Pemerintah Korea Selatan akan menghibahkan dana untuk penyusunan dokumen
perencanaan pengembangan KIPI di Tanah Kuning. Penyempurnaan dokumen yang harus
dilengkapi terkait dengan Term of References (TOR) Feasibility Studies (FS)
KIPI akan segera diselesaikan. Alokasi dana hibah yang diberikan tergolong
besar jika dirupiahkan, bisa mencapai Rp 8,5 miliar,” kata Irianto saat berada
di Tarakan.
Dengan masuknya dukungan dana ini, kata Gubernur,
menunjukkan keseriuasan Pemerintah Korea Selatan untuk membangun pelabuhan.
Sementara, pemerintah China akan membiayai kawasan industrinya sebagai
kerjasama business to business (B to
B) dengan Pemerintah RI. “Ini membuktikan, bahwa Kaltara menjadi tujuan
investasi dari semua negara di dunia. Bukan hanya China saja,” bebernya.
![]() |
| Infografik : Progress Kumulatif Investor KIPI Tanah Kuning - Mangkupadi. |
Sebelumnya, pada tahun 2016 Pemerintah Provinsi (Pemprov)
Kaltara juga telah melakukan pra-studi kelayakan untuk KIPI Tanah
Kuning-Mangkupadi. Pemerintah Korea Selatan menjadikan hasil pra studi itu
untuk kembali menyusun studi kelayakan KIPI. Studi kelayakan yang dilakukan
oleh negeri ginseng tersebut, akan memudahkan proses pencairan dana hibah dari
Bank Korea.
“Jadi nanti skema penyusunan FS-nya akan dilakukan kerjasama
antara kementerian terkait dengan Pemerintah Korea,” katanya. Gubernur
menambahkan, hasil FS tersebut akan ditindaklanjuti, untuk digunakan sebagai
dasar penyusunan Detail Engineering Design (DED).
Gubernur mengatakan, pekerjaan FS hibah ini akan dimulai
pada pertengahan Februari 2019 mendatang, dengan kelengkapan yang harus sudah
selesai. “Bisa secara bertahap, Pemerintah Korea juga akan membantu pendanaan
proses penyusunan DED-nya. Bila sudah selesai, Pemerintah Korea Selatan akan
menyerahkannya ke Pemerintah Indonesia,” jelasnya. Sedangkan Pemprov Kaltara
dapat menggunakan hasil itu untuk perencanaan selanjutnya.
Dari pertemuan tersebut juga terungkap, Pemprov Kaltara
diminta untuk membentuk tim teknis guna mengawal pengerjaan proyek penyusunan
FS ini, agar sejalan dan terintegrasi dengan program yang sudah direncanakan
Pemprov Kaltara. Dikatakan Gubernur, adanya program bantuan hibah dari Negara
Korea Selatan ini merupakan salah satu langkah maju dalam proses pengembangan
KIPI. Karena itu, dirinya menginstruksikan agar seluruh organisasi perangkat
daerah (OPD) yang ada di Kaltara dapat saling berkolaborasi, sehingga fokus
pengembangan KIPI dapat segera terwujud. “Semua OPD harus saling bersinergi, dalam
membangun kawasan ini. Sebab ke depan tantangan kita semakin berat dan harus
kita hadapi dengan cara saling mengisi dan terintegrasi,” tegas Irianto.
Sebelumnya, Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok (RRT)
memberikan dana hibah bagi pelaksanaan pembuatan studi kelayakan dan masterplan
proyek prioritas di Kaltara, yang termasuk dalam perjanjian Global Maritime
Fulcrum (GMF) dalam balutan Belt and Road Initiative (BRI) Pemerintah
Indonesia-Pemerintah RRT atau yang dikenal juga dengan OBOR (One Belt One
Road).
Dana hibah tersebut untuk penyusunan FS maupun masterplan.
Di mana Pemerintah RRT akan menghibahkan dana Rp 50 hingga 100 miliar. “Dalam
hal ini, yang menjadi sasaran, salah satunya adalah KIPI Tanah
Kuning-Mangkupadi,” ujar Irianto.
Pemberian hibah ini merupakan bagian dari kesepakatan
GMF-BRI. “Tak hanya penyusunan FS dan masterplan tersebut, hibah Pemerintah RRT
ini juga akan mendukung upaya lainnya dari percepatan pengembangan KIPI. Yakni,
upaya usulan perbaikan delineasi dari Pemprov Kaltara pada KIPI Tanah
Kuning-Mangkupadi,” tandasnya. (humas)





Komentar Anda: