![]() |
| TOKO INDONESIA : Salah satu gedung Toko Indonesia yang dibangun di perbatasan Kaltara. |
TANJUNG SELOR | penakaltara.com, Pembangunan Toko Indonesia di wilayah perbatasan yang dimulai sejak 2017
lalu, ditarget rampung tahun ini. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan
Utara (Kaltara) melalui APBD 2019 mengalokasikan anggaran sebesar Rp 8,5 miliar
untuk tahap akhir pembangunan Toko Indonesia yang berlokasi di Kecamatan
Krayan, Nunukan itu.
Gubernur Kaltara
Dr H Irianto Lambrie mengungkapkan, pembangunan Toko Indonesia digagasnya sejak
dirinya menjadi penjabat gubernur Kaltara. Gubernur melihat tingginya
disparitas harga kebutuhan pokok di wilayah perbatasan dengan daerah lain,
menjadi pertimbangan perlunya dibangun sebuah tempat yang menjual bahan
kebutuhan pokok masyarakat, dengan harga yang terjangkau.
“Kita ada
beberapa program untuk menekan disparitas harga di wilayah perbatasan. Selain
membangun Toko Indonesia, juga ada pemberian subsidi ongkos angkut (SOA) barang
yang tiap tahun dialokasikan anggaran,” ungkapnya.
![]() |
| Infografis : Realisasi Toko Indonesia Di Perbatasan Kaltara |
Tahun ini, kata
Gubernur, sesuai informasi dari Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan
dan Kawasan Permukiman (DPUPR-Perkim) Provinsi Kaltara, pengerjaan tahap akhir
pembangunan Toko Indonesia di Long Bawan, telah memasuki proses persiapan
dokumen lelang.
Diungkapkan,
melalui APBD dialokasikan anggaran Rp 8,5 miliar, untuk pengerjaan beberapa
item. Seperti pemasangan elektrikal, sanitasi, pemasangan ACP (Allimunium
Composite Panel), eksterior, landscape, pemasangan plafon termasuk pekerjaan
interior bangunan toko. Saat ini,
lanjutnya, dari DPUPR-Perkim masih melakukan persiapan dokumen lelang. Termasuk
penyusunan HPS (Harga Perkiraan Sendiri) yang digunakan untuk perhitungan biaya
atas pekerjaan/jasa.
“Dinas PU (PUPR-Perkim, Red) masih dalam tahap penyusunan
HPS. Mengenai alokasi biaya pekerjaan masih bisa berubah dan tentu akan kita
sesuaikan dengan anggaran yang ada,” unggap Gubernur yang didampingi Kepala
Dinas PUPR-Perkim Kaltara, Suheriyatna.
Irianto
mengatakan, untuk lebih teknisnya, tim dari Dinas PUPR-Perkim dalam waktu dekat
akan melakukan pengecekan di lapangan. Ini dilakukan untuk menghitung kembali
terkait biaya dalam pengerjaan tahap akhir tersebut. Jika sudah melakukan
pengecekan di lapangan, ditargetkan pada Februari sudah bisa mulai pelelangan.
Sehingga, April 2019 sudah berkontrak dan mulai dilakukan pengerjaan.
Pembangunan
Toko Indonesia di wilayah perbatasan Kaltara dilakukan secara bertahap sejak
2017. Melalui APBD Provinsi 2017 dianggarkan dana sebesar Rp 5 miliar untuk
dilakukan pengerjaan struktur pada bangunan. Kemudian pada 2018, dilanjutkan pembangunan
Toko Indonesia tahap II. Pada tahap itu, Pemprov Kaltara mengalokasikan Rp 4
miliar juga melalui APBD provinsi untuk dilakukan pengerjaan pemasangan bata,
alian, plaster, pemasangan keramik lantai dan kontruksi atap bangunan. “Baik
tahap I maupun tahap II, progresnya di lapangan realisasinya sudah 100 persen
rampung dikerjakan,” tambah Suheriyatna.
Seperti
diketahui, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah perbatasan, Gubernur
menggagas pembangunan Toko Indonesia. Menurutnya, pembangunan Toko Indonesia
sebagai salah satu upaya pengentasan kemiskinan yang ada di wilayah perbatasan.
Utamanya, untuk menekan disparitas harga kebutuhan pokok yang terlampau tinggi.
“Keberadaan toko Indonesia ini tentu dapat membantu ketersediaan bahan pokok
yang diperlukan oleh masyarakat perbatasan dan pedalaman. Inilah salah satu
cara kita untuk menghadirkan negara di wilayah perbatasan,” tegasnya. (humas)
//Infografiss
REALISASI
TOKO INDONESIA DI PERBATASAN KALTARA
1. TAHUN 2017
- Pembangunan
Toko Indonesia di Long Bawan, Kecamatan Krayan, Kab Nunukan (Tahap I)
- Total
alokasi anggaran : Rp 5 miliar
- Pekerjaan :
Kontruksi Struktur
- Sumber :
APBD Provinsi
- Realisasi :
100 persen
-----------------------------------
2. TAHUN 2018
- Pembangunan
Toko Indonesia di Long Bawan, Kecamatan Krayan, Kab Nunukan (Tahap II)
- Total
alokasi anggaran : Rp 4 miliar
- Pekerjaan :
Pemasangan bata, alian, plaster, pemasangan keramik lantai dan kontruksi atap.
- Sumber :
APBD Provinsi
- Realisasi :
100 persen
-----------------------------------
3. TAHUN 2019
- Pembangunan
Toko Indonesia di Long Bawan, Kecamatan Krayan, Kab Nunukan (Tahap III)
- Pekerjaan :
Elektrinikal, sanitair, pemasangan ACP (Allumunium Composite Panel), eksterior,
landscape, Pemasangan Plafon termasuk Pekerjaan Interior.
- Rencana
alokasi anggaran : Rp 8,5 miliar
Sumber : APBD
Provinsi
- Progres :
Persiapan Dokumen Lelang
-----------------------------------
Pembangunan
Toko Indonesia Memiliki :
* Luas Lahan
: 200 m x 300 m
* Luas
Bangunan : 28 m x 55 m





Komentar Anda: