PENDIDIKAN : Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie saat
menyalami para guru di Kaltara, belum lama ini.
|
TANJUNG SELOR | penakaltara.com, Sesuai
dengan informasi Neraca Pendidikan yang diterbitkan Kementrian Pendidikaan dan
Kebudayaan, data guru tersertifikasi di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara)
masih terhitung rendah. Untuk itu, Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie
menginstruksikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) mendorong kepada
para tenaga pendidik di daerah ini agar meningkatkan kompetensinya, agar bisa
memenuhi syarat untuk mendapatkan sertifikasi.
Karena itu, Gubernur
meminta kepada Kepala Disdikbud Provinsi Kaltara Sigit Muryono untuk terus
memberikan motivasi para guru agar dapat meningkatkan kompetensi. Karena untuk
mendapatkan sertifikasi, para guru harus memenuhi syarat, dan salah satunya mengikuti
ujian kompetensi.
“Mei 2018 ada sekitar
1.664 guru yang ikut yang mengikuti seleksi PPG, dan hanya ada sekitar 382 yang
lulus. Sangat kecil. Dan memang untuk lulus ujian ini, adalah berdasar
kemampuan pribadi para guru masing-masing, dari Dinas Pendidikan hanya
memfasilitasi,” terangnya.
Gubernur juga
menjelaskan, selain terkait kuota yang ditentukan oleh pusat, diakuinya untuk
mendapatkan sertifikasi tidak mudah. Karena ada banyak persyaratan yang harus
dipenuhi. Misalnya minimal sudah 5 tahun mengajar, jam mengajar dia harus
terecord di dapodik. Kemudian nanti ada aplikasi pembantu dapodik namanya
Verval PTK (verifikasi dan validasi pendidik dan tenaga kependidikan) itu bisa
untuk menerbitkan NUPTK.
“Prosedurnya Panjang.
Pengajuan dulu, lalu diverifikasi. Pertama dari dinas, lalu dari kementerian
yang sekarang dikuasakan kepada LPMP (Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan). Lepas
dari verifikasi LPMP, diverifikasi lagi oleh kementerian,” bebernya.
Ditambahkan, setelah
terbit NUPTK maka dari yang lulus NUPTK inilah baru dapat undangan cikal bakal
UKG (Uji Kompetensi Guru).
“Jika sudah dapat undangan seleksi itu
dipelatihankan 2-3 bulan, Lalu diendingnya ada ujian lagi lolos UKG atau tidak.
Nah nilai kita kemarin itu hanya 20 persen. Bahkan pernah lebih rendah,” kata Irianto.
Atas kondisi ini,
dirinya pun berpesan agar para guru selalu mempersiapkan dan meningkatkan
kompetensi diri sehingga kesempatan yang datang tidak berlalu begitu saja.
(humas)



Komentar Anda: