TINJAUAN
: Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie bersama Kepala DPUPR-Perkim Kaltara
Suheriyatna saat meninjau pembangunan Kanal Antarmoda Bandara Juwata Tarakan,
belum lama ini.
|
TARAKAN | penakaltara.com, Menindaklanjuti surat Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Nomor
600/984.1/PUPR-PERKIM/GUB perihal Permohonan Usulan Tugas Pembantuan
Pembangunan Kanal Antarmoda Bandara Juwata Kota Tarakan Tahun 2019, baru-baru
ini tim dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) meninjau
lokasi dimaksud. Salah seorang tim itu, yakni Direktur Bina Ketatagunaan Sumber
Daya Air (SDA) Direktorat Jenderal (Ditjen) SDA Fauzi Idris.
Dijelaskan
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman
(DPUPR-Perkim) Provinsi Kaltara Suheriyatna, inti dari surat Gubernur Kaltara
tersebut adalah permohonan bantuan pendanaan pembangunan kanal antarmoda
Bandara Juwata Tarakan dengan total kebutuhan anggaran sebesar Rp
401.126.162.000. “Moda transporasi ini sifatnya menyatu untuk mengurangi waktu
tempuh perjalanan. Kanal ini kan terintegrasi langsung dengan Bandara Juwata
Tarakan,” kata Suheriyatna di Tarakan, Jumat (15/3) lalu.
Mendukung
usulan itu, sebelumnya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara telah melaksanakan
sejumlah kegiatan. Di antaranya, studi kelayakan atau Feasibilty Study (FS),
analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL), dan perencanaan teknis atau
Detailed Engineering Design (DED) atas usulan program ini. “Juga sudah ada review
DED pembangunan kanal antarmoda ini. Pemprov juga telah melakukan pekerjaan
fisik berupa galian untuk membentuk kanal dalam 3 tahap,” jelas Suheriyatna.
Untuk
pekerjaan fisik tersebut, berupa saluran irigasi 1 kanal, dengan lebar atas 30
meter dan lebar bawah 20 meter serta tinggi 4 meter. Jenis konstruksinya,
galian tanah dengan panjang saluran 1.525 meter. Sementara, galian tanah dengan
alat berat dan ponton menghasilkan galian sebanyak 117.896,20 meter kubik.
Proyek ini secara total membutuhkan anggaran sekitar Rp 170,1 miliar.
“Selain
APBD Kaltara, Pemprov Kaltara juga akan berjuang untuk mendapatkan dukungan
penganggaran dari APBN, baik Kemenhub maupun Kementerian PUPR,” urai
Suheriyatna.



Komentar Anda: