| Gambar Pelabuhan Tengkayu I dari udara |
“Prosesnya kini sudah masuk
pada tahap tender atau penawaran mengajukan harga. Insya Allah, April-Mei sudah
bisa mulai pengerjaan,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kaltara, Taupan
Madjid. Diungkapkan, pengembangan Pelabuhan
Tengakayu I dimulai pada 2017 lalu. Pada tahap I, Pemprov Kaltara menganggarkan
Rp 19 miliar untuk reklamasi. Berlanjut ke tahap II, melalui APBD-Perubahan
2017, dengan alokasi anggaran Rp 19 miliar untuk pengadaan tiang pancang.
Kemudian dilanjutkan pada 2018,
dilakukan pengerjaan pemancangan dan pembuatan lantai trestle. Pada tahun itu, pengembangan
masuk pada tahap III, yang mana pemprov menganggarkan senilai Rp 35 miliar. “Ketiga
tahapan tersebut realisasi pekerjaan sudah selesai semua. Meski ada yang 90-an persen,
sehingga untuk pembayarannya dilakukan sesuai dengan progress penyelesaian,” ujar
Taupan.
Lebih lanjut dijelaskan, dalam
pengembangan Pelabuhan Tengkayu, seluruh tahap dilalui sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.
Mulai tahapan perencenaan, pelelangan, kontrak dan pelaksanaan semua telah memenuhi
ketentuan aturan yang ada. “Setiap tahun juga selalui diaudit oleh BPK, dan
alhamdulillah, semua sesuai dengan aturan. Tidak ada yang menyalahi,” tegasnya.
Lebih jauh Taupan membeberkan,
semua tahapan kegiatan pengembangan Pelabuhan Tengkayu I, dilakukan dengan metode
lelang umum Pascakualifikasi. “Termasuk pada tahap reklamasi, semua dilakukan sesuai
aturan. Timbunan tanah misalnya. Kontraktor yang melaksanakan telah memiliki izin
usaha pertambangan Galian C. Bahkan kita tegas, pekerjaan tidak boleh dimulai, sebelum ada dikeluarkan Izin Usaha Pertambangan Galian
C,” ungkapnya.
Taupan mengatakan, pengembangan
Pelabuhan Tengkayu I dilakukan mengingat mobilitas dan aktivitas di pelabuhan
yang merupakan penghubung dari Tarakan ke daerah-daerah lain di Kaltara itu sudah
semakin tinggi. Melihat kondisi sekarang, perlu dilakukan perluasan. “Di samping
itu, sesuai arahan Pak Gubernur, mengingat Kota Tarakan sebagai pintu gerbang
Kaltara, perlu dibangun pelabuhan yang representative,” kata Taupan.
Dalam pengerjaannya, pelabuhan
ini akan diperluas, baik terminal penumpang hingga dermaganya. Termasuk
trestle, yang direncanakan dibangun dua jalur. Meski akan dibangun secara
modern, pembangunan pelabuhan ini, kata dia akan tetap dengan konsep ramah lingkungan.
Seperti akan ditambah taman, areal hijau, serta fasilitas lainnya. “Jadi nanti akan
ada dua alternative, penumpang akan diantar dengan menggunakan bus atau bisa dengan
berjalan kaki. Untuk pejalan kaki kita akan berikan semacam jalur khusus, akan kita
pasangkan kanopi agar pejalan kaki tidak terkena kena panas maupun hujan,” imbuh
dia. (humas)
//Grafiss
A. Pengembangan Pelabuhan Tengkayu
I Tarakan :
1. Tahap I 2017
- APBD : Rp 19 Miliar
- Pekerjaan : Reklamasi
2. Tahap II 2017
- APBD-Perubahan : Rp 19 Miliar
- Pekerjaan : Pengadaan Pancang
3. Tahap III APBD 2018
- APBD Rp 35 Miliar
- Pekerjaan : Pemancangan
dan pembuatan lantai Trastle
4. Tahap IV
- APBD 2019 Rp 20 Miliar
- Pekerjaan : Struktur bagian
atas bangunan
- Progres : Proses Tender
Sumber : Dinas Perhubungan Provinsi
Kaltara 2019



Komentar Anda: