![]() |
| Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Pemprov Kaltara 2018 di Gedung DPRD Kaltara oleh BPK RI. (humasprovkaltara) |
TANJUNG SELOR | penakaltara.com, Masih tingginya angka
kemiskinan di Kalimantan Utara (Kaltara), menjadi perhatian atau atensi bagi
Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI saat menyerahkan Laporan Hasil Pemeriksaan
atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Pemprov Kaltara 2018 di Gedung
DPRD Kaltara, Senin (20/05). BPK, melalui anggota VI Prof Harry Azhar Azis
meminta kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara untuk memberikan perhatian
lebih dalam hal pengentasan kemiskinan di provinsi termuda di Tanah Air ini.
“Meski dibandingkan dengan
angka kemiskinan nasional, Kaltara masih di bawahnya. Secara jumlah masih cukup
tinggi, bahkan cenderung meningkat dibanding dengan tahun sebelumnya. Kami
minta ini menjadi perhatian oleh Pemprov Kaltara. Utamanya dalam hal
penganggaran, supaya memberikan porsi penganggaran untuk program-program
pengentasan kemiskinan,” ungap Harry Azhar
Menanggapi hal itu, Gubernur
Kaltara Dr H Irianto Lambrie mengakui masi tingginya angka kemiskinan di
Kaltara. Diungkapkan, Provinsi Kaltara merupakan daerah baru daerah baru yang
menarik perhatian masyarakat dari luar untuk berdatangan. Kondisi ini yang
menyebabkan, jumlah kemiskinan di provinsi termuda di Tanah Air ini fluktuatif.
“Hampir setiap bulan, setiap
hari ada warga dari luar Kaltara yang masuk. Rata-rata mereka datang untuk
mengadu nasib, mencari pekerjaan. Dan faktanya, hampir kebanyakan yang datang
adalah warga yang tergolong miskin, tidak punya pekerjaan. Jadi wajar jika
jumlah kemiskinan di Kaltara cukup tinggi. Tapi lagi-lagi perlu saya sampaikan,
itu fluktuatif. Bisa cepat berubah turun, apalagi jika masyarakat pendatang
sudah mendapatkan pekerjaan dan meningkat taraf hidupnya,” jelas Gubernur.
Terlepas dari itu, Irianto menegaskan, pihaknya menerima dan menindaklanjuti apa yang menjadi catatan BPK. Pemprov Kaltara sendiri, lanjutnya, sejauh ini sudah melaksanakan berbagai program dalam rangka pengentasan kemiskinan.
Berkolaborasi dengan
pemerintah pusat, ada beberap program langsung untuk memberikan bantuan kepada
masyarakat kurang mampu, seperti pemberian bantuan melalui program keluarga
harapan (PKH), program rehab rumah warga, pemberian bantuan permodalan untuk
usaha kecil menengah, dan beberapa program lainnya.
“Selain dari APBN,
melalui APBD kita juga mengalokasikan anggaran cukup besar untuk pengentasan
kemiskina. Seperti contoh, kita menyiapkan anggaran untuk rehab rumah, juga
bantuan untuk pembayaran premi peserta BPJS Kesehatan, di mana seperti kita ketahui
kita sejak tahun lalu sudah UHC, atau hampir 100 persen warga kita terdaftar
pada JKN-KIS. Masih di sektor kesehatan, ada pengobatan gratis, penjemputan
pasien gratis dengan ambulans,” imbuhnya.
Termasuk di bidang pertanian,
Pendidikan dan lainnya, Pemprov telah banyak program sebagai upaya peningkatan
SDM dan kesejahteraan masyarakat. Seperti beasiswa, bantuan alat pertanian,
bibit dan lainnya. (humas)




Komentar Anda: