| Foto : Ilustrasi PenaKaltara |
TARAKAN, PenaKaltara.com - Tiap-tiap daerah di Indonesia tentunya memiliki kekhasan tersendiri untuk menarik keinginan wisatawan agar berkunjung ke daerahnya. Seperti Yogyakarta dengan Candi Borobudur dan Gudegnya, Medan dengan Danau Toba dan Bika Ambonnya, Jakarta dengan Monas dan Kerak Telornya, Palembang dengan Jembatan Ampera dan Pempeknya dan masih banyak lagi. Bagi wisatawan, hal itu tentu saja menjadi perangsang bagi mereka untuk merasakan kekhasan dari daerah tersebut. Sehingga cukup beralasan bagi Kota Tarakan pun dapat dikatakan harus memiliki suatu bentuk kekhasan daerahnya.
"Supaya calon wisatawan dapat mengetahui kemana dan apa yang akan ia lakukan ketika berkunjung ke Kota Tarakan ini," kata Tazbir, SH.,Mhum, Asisten Deputi Bisnis dan Pemerintahan Kementrian Pariwisata RI (Kemenpar RI), saat berkunjung ke Kota Tarakan dalam rangka menghadiri perhelatan HUT Kota Tarakan ke-20, Minggu (17/12) lalu.
Kepada wartawan dalam evaluasi usai acara, Tazbir menilai bahwa Kota Tarakan memiliki beberapa potensi pariwisata yang perlu dikembangkan. Meski mengapresiasi rangkaian keseluruhan acara, namun Tazbir melihat dalam kegiatan tersebut kurang memperlihatkan kekhasan yang unik dari Kota Tarakan. Padahal, menurut Tazbir potensi pariwisata Kota Tarakan cukup mendunia. Misalnya, adanya 'Batu Bara Berasap', Kepiting Yang Mendunia, Monyet Bekantan, serta Durian Khas Tarakan.
"Harusnya salah satu dari potensi tadi dapat dijadikan icon wisata Kota Tarakan," pungkas Tazbir. Hal ini menurutnya karena kebanyakan wisatawan asing lebih suka hal-hal yang alami serta bersifat kultural. Untuk itu, Tazbir berharap kedepannya Kota Tarakan sudah dapat memilih potensi mana yang dapat dijadikan Icon Khas bagi Kota Tarakan. "Kepiting misalnya, bagus sekali itu dijadikan Icon, karena kan kepiting yang tersebar di luar negeri berasal dari Tarakan," ungkapnya.
Adapun konsep kegiatan untuk pengenalan potensi pariwisata tadi, Tazbir memberikan gambaran yakni konsep seperti Festival Kepiting, "Perlombaan Masak Kepiting" dan "Membuat Olahan Dari Durian" bagi para Chef Hotel, membuat obyek wisata yang mempertontonkan binatang khas 'Bekantan', serta obyek wisata yang juga mempertontonkan jenis 'Batubara Berasap'.
Dijanjikannya lagi, Pihak Kementrian Pariwisata siap memberikan dukungan demi perluasan pengetahuan bagi calon wisatawan. "Karena memang tugas kementrian Pariwisatalah dalam hal branding, promosi free
event ke berbagai TV Nasional bahkan hingga siaran langsung TV Nasional," janjinya.
Dalam sesi akhir wawancara, Tazbir juga berharap agar nama acara 'Iraw Tengkayu' yang disandingkan dengan perayaan HUT Kota Tarakan haruslah diganti ditambahkan agar lebih menarik. "Ditengahnya dikasih nama apa gitu, atau juga mungkin jangan itu namanya, karena sayang konsepnya bagus tapi namanya kurang menjual," katanya.
Tahun depan, lanjut Tazbir, pihaknya akan membantu Kota Tarakan untuk mengundang Presiden dan para Wakil Kedutaan Besar (Dubes) negara-negara asing khususnya yang tergabung di ASEAN agar datang di perhelatan HUT Tarakan ke-21. "Karena sudah pantas sih, koreografinya bagus, secara umum bagus dan sudah layak ditonton Presiden dan para tamu asing," tutupnya.
Editor : Bobby Furtado


Komentar Anda: