Irianto Lambrie Minta ASN Kaltara Fokus Pada Pembangunan
TANJUNG SELOR, Penakaltara.com - Gubernur juga menyampaikan arahan secara personal yang ditujukan kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara.
Adapun amanatnya, pertama, orang Kalimantan patut berbangga karena Menteri PUPR pertama adalah putra Kalimantan. Ia adalah Muhammad Nur.
“Ini merupakan gambaran, bahwa orang Kalimantan mampu memberikan kontribusi besar bagi bangsa Indonesia,” kata Irianto, Senin (5/11).
Seperti diarahkan Menteri PUPR, Gubernur meminta seluruh ASN di Kaltara bersama masyarakat bekerja keras, berjuang, setia, kompak, berdaya saing, dan fokus guna mencapai hasil terbaik dalam pembangunan. Menurutnya, ASN tidak boleh menimbulkan kerancuan hingga berakibat masyarakat gagal faham dan sesat pikir dalam menilai pemerintah.
Sebagai ASN, kata Gubernur, jangan suka mengeluh, namun harus fokus mencari solusi. Lalu, pandai bersyukur akan keadaan yang lebih baik yang diterima saat ini. Baik dari sisi kesejahteraan, sumber daya alam, keamanan juga perdamaian. Meski harus diakui, masalah tetap ada,” beber Gubernur.
“Saya pastikan, akan ada evaluasi dan penilaian bagi para pegawai. Insya Allah, pada Desember 2017 hingga Januari 2018 akan dilakukan evaluasi menyeluruh kepada seluruh pegawai di Pemprov Kaltara untuk mengukur pencapaian kinerjanya dalam setahun ini,” kata Irianto.
Bagi ASN PNS yang sulit dibina, malas dan suka mengeluh, apapun jabatannya, besar kemungkinan tak akan diberikan jabatan lagi.
“Ini dikarenakan Kaltara ingin dibangun lebih cepat,” kata Gubernur.
Ketiga, kepada jajaran DPUPR-Perkim Kaltara, diamanatkan untuk menjaga dan bertanggung jawab atas pencapaian Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) yang sudah diterima Pemprov Kaltara selama 4 tahun terakhir ini. “Sebab, sekitar 40 hingga 60 persen APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) Kaltara dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur di Kaltara,” jelas Irianto.
Gubernur juga mengajak kalangan legislatif untuk bersabar dan berpikiran jernih untuk menjaga hasil yang baik ini. Namun, untuk itu, Gubernur mengakui dinamika yang terjadi didalamnya cukup besar. Seperti kepentingan individu, kelompok, golongan dan lainnya. Dari itu, Gubernur menegaskan agar jajaran pemerintahan dan masyarakat untuk tidak mempercayai berita hoax.
“Disini, saya juga mengingatkan kepada jajaran pemerintahan yang akan berpolitik untuk mawas diri. Sebab, ada penegasan dari pemerintah bahwa akan ada sanksi bagi aparatur yang melanggar ketentuan tertentu. Seperti, berfoto dengan pasangan calon lalu mengunggahnya ke media sosial, itu akan diberi sanksi karena pengawasannya ketat saat ini,” ulas Irianto.
Arahan keempat, Gubernur mengajak seluruh jajaran pemerintahan baik tingkat provinsi maupun daerah, untuk memberikan pelayanan yang cepat, tanggap, kompak dan menyajikan informasi valid bagi investor. Jika ini tak dilakukan maka investor akan sulit datang ke Kaltara. “Anggaran daerah yang ada juga harus dimanfaatkan untuk kebutuhan prioritas dan mendukung iklim investasi. Sembari berhemat, karena APBD dan APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) ada kecenderungan menurun akibat kondisi lesu perekonomian nasional dan global,” beber Gubernur.
Kelima, aparatur pemerintah maupun pejabat lainnya untuk memenuhi sumpah jabatan yang telah diucapkannya dengan amanah dan bertanggung jawab. Sebab, apabila sumpah itu dilanggar maka akibatnya akan diterima baik di dunia maupun akhirat.
Sumber: Humas Pemprov Kalimantan Utara



Komentar Anda: