TARAKAN, Penakaltara.com – Peristiwa kebakaran yang terjadi di RT 25 dan 32 Kelurahan Karang Anyar Pantai, Kota Tarakan, Kalimantan Utara menyisakan kepiluan bagi warga korban kebakaran. Betapa tidak, lebih dari 20 rumah warga hangus terbakar dilalap si jago merah, Senin (30/4) sore.
Peristiwa pilu tersebut juga sempat menimbulkan kepanikan bagi warga sekitar yang berusaha menyelamatkan barang-barang miliknya. Ribuan warga juga ikut menonton peristiwa ini, sehingga sempat memacetkan lalu lintas di Jembatan Bongkok yang berada di dekat lokasi kejadian.
Tidak diketahui jelas sumber api.
Api yang muncul sekitar pukul 15.50 Wita diduga berawal dari dapur salah satu rumah kontrakan milik warga bernama Hasan, yang berada di belakang deretan gudang kepiting. Rumah petak yang berdempet dengan rumah lainnya tersebut disewakan pada warga.
“Ada yang masak di dapur (penghuni kontrakan). Tabung gas sama korsleting (listrik),” ungkap salah seorang anggota kepolisian yang enggan disebut namanya, (30/4).
Hal senada diungkap salah seorang warga yang menyaksikan kejadian, Badru. Menurutnya api diduga berasal dari aktifitas memasak di dapur di belakang gudang kepiting.
“(Infonya) lagi masak. Mungkin karena panik,” terangnya.
Sementara salah satu warga sekitar yang ikut menyaksikan kejadian, Jak menuturkan jika sumber api berasal dari satu rumah dan telah menghanguskan lebih dari 20 rumah warga. Angin kencang yang bertiup dari arah laut ditambah rumah yang mayoritas terbuat dari kayu turut jadi penyebab banyaknya rumah yang terbakar. Puluhan rumah kayu dan semi permanen rata dengan jalanan gang berlantai kayu yang dipancang di atas pesisir pantai tersebut.
Ia menyayangkan lambatnya petugas PMK datang ke lokasi kebakaran. “Tadi habis (salat) Ashar (kejadiannya). PMK sekitar 1 jam baru datang,” papar Jak.
Puluhan petugas dari PMK Tarakan, Tagana, Polres Tarakan, Brimob Batalyon A Polda Kaltara, Kodim Tarakan, PMK Pertamina EP Field 5, PMII dan lain-lain dibantu puluhan warga sekitar bahu-membahu memadamkan api dan mengamankan lokasi kejadian. Sekitar 7 armada PMK dikerahkan untuk memadamkan api. Upaya pemadaman dan strelisasi lokasi bahkan dilantau langsung oleh Kapolres dan Wakapolres Tarakan, Sekretaris Kota Tarakan dan DPRD Tarakan.
Beruntung angin kencang dari arah laut yang sedikit mereda, serta lokasi kebakaran yang dekat dengan sumber air memudahkan upaya pemadaman. Pukul 18.16 Wita api berangsur-angsur padam. Hingga padam total usai salat Maghrib sekitar pukul 18.40 Wita.
“Banyak (yang terbakar),” ungkap Aris, PMK Pertamina EP yang ikut membantu pemadaman sambil menyemprotkan air dari selang ke arah api yang tersisa.
Reporter : Kurniawan
Editor : Rico Jeferson



Komentar Anda: