TARAKAN,
Penakaltara.com - Memasuki hari keenam di bulan ramadhan, belum terlihat kenaikan
harga yang signifikan pada komoditas pangan di pasar. Namun, pedagang mengeluh
karena permintaan pasar lebih sepi dibandingkan Ramadan tahun sebelumnya.
Salah satunya pedagang di pasar tenguyun, Samir (45 tahun) menyebutkan sejumlah harga pangan masih stabil belum ada perubahan, seperti bawang merah dan putih kisaran Rp 35 ribu hingga Rp40 ribu per kg. Namun kenaikan harga justru terjadi dua minggu sebelum hari raya idul fitri.
"Kecuali harga telur ayam, beberapa hari ini sudah naik dari Rp45 ribu hingga Rp50 ribu per lusinnya," kata Samir saat ditemui penakaltara.com di pasar Tenguyun, Pamusian, Senin (21/5).
Harga barang-barang tersebut, diperkirakan mengalami kenaikan dua minggu sebelum memasuki hari raya idul fitri.
"Biasanya harga cabai naik Rp20 ribu per kg hingga menjadi Rp100 ribu per kg. Harga Tomat mencapai Rp30 ribu per kg. itu contoh harga pangan pada tahun lalu, yang naik tinggi karena minimnya stok barang," ungkapnya.
Saat
ini, Samir akan
mempersiapkan stok barang untuk hari raya idul fitri mendatang. agar barang tidak kosong seperti tahun lalu, karena banyaknya permintaan dari konsumen.
Tetapi sepinya pembeli tahun ini memang membuat dirinya harus pandai menyimpan stok barang untuk persiapan. karena yang ditakutkan barang seperti bawang, lombok, jahe dan lainnya akan cepat busuk atau rusak ketika disimpan terlalu banyak.
Tetapi sepinya pembeli tahun ini memang membuat dirinya harus pandai menyimpan stok barang untuk persiapan. karena yang ditakutkan barang seperti bawang, lombok, jahe dan lainnya akan cepat busuk atau rusak ketika disimpan terlalu banyak.
Berbeda dengan
pedagang ayam potong, Chairul (28 tahun) mengatakan untuk harga ayam masih
tetap Rp38 ribu per kg. Namun, sebelum memasuki bulan puasa harga ayam potong sempat dinaikan
Rp1.000 per kg. Tetapi melihat kondisi pasar yang saat ini masih terbilang sepi,
tidak dimungkinkan untuk menarik pelanggan.
“Malah harga
ayam potong belum bisa dipasarkan dengan kenaikan seribu rupiah, karena masih
ada aj pelanggan yang menawarkan harga Rp35 ribu per kg,” ungkapnya.
Lanjutnya, ada
kemungkinan seminggu sebelum hari raya. Harga ayam potong akan naik, tetapi
belum bisa dipastikan kenaikan harganya.
Walaupun harga pangan mulai stabil, Ia juga mengeluhkan sepinya pembeli di
awal Ramadan tahun ini dibanding tahun lalu.
"Pembeli hari biasa dan ramadhan sama saja, tidak ada peningkatan pembeli. Kalau dibanding tahun lalu, rasanya sekarang lebih sepi," keluhnya.
"Pembeli hari biasa dan ramadhan sama saja, tidak ada peningkatan pembeli. Kalau dibanding tahun lalu, rasanya sekarang lebih sepi," keluhnya.
RICORNIUS JEFERSON ANTONIO DAO***



Komentar Anda: