penakaltara.com - Di tengah kegiatan yang sangat padat, baik harus
menghadiri undangan dari pemerintah pusat. Gubernur Kaltara Dr H Irianto
Lambrie tetap mengagendakan jadwal kunjungan kerja ke wilayah perbatasan
Indonesia-Malaysia di Kabupaten Nunukan dan Malinau.
Indra Yustian, Humas Provinsi Kaltara
MINGGU (14/10) sore pekan lalu, rangkaian kunjungan kerja
Gubernur ke wilayah perbatasan berakhir di SMA Negeri 8 Malinau. Meski
berakhir, bukan berarti rangkaian kerja Gubernur
pun terhenti, akan tetapi masih ada beberapa
rangkaian kegiatan yang harus dihadiri di Bumi
Intimung-sebutan lain Malinau. Salah satunya, meresmikan
perhelatan Irau ke-9 dalam rangka peringatan HUT ke-19 Kabupaten Malinau.
Meski dengan kegiatan yang cukup padat, hal itu tak
membuatnya patah semangat apalagi mengeluh. Bahkan pada saat ramah tamah dengan
sejumlah stakeholder pada malam harinya, Gubernur masih terlihat bugar dari
raut wajahnya. Baginya, bisa bertemu dengan masyarakat adalah salah satu
anuegrah yang harus disyukuri karena dapat mempererat tali silaturahmi.
Dengan silaturahmi, menurut pria yang pernah menjabat
sebagai Sekretaris Provinsi Kalimantan Timur
tersebut, dapat menambah pahala serta melancarkan rejeki seseorang. “Ini sesuai
dengan hadis nabi yang pernah saya baca. Dan itu diterapkan dalam kehidupan
sehari-hari agar kita selalu dan dirahmati oleh Allat SWT,” kata
Irianto.
Selain itu, dengan melakukan kunjungan kerja seperti ini,
lanjut Irianto dapat mengingatkan manusia untuk selalu bersyukur. Pasalnya, di
kiri dan kanan sepanjang perjalanan yang dilihat adalah hutan-hutan yang masih
hijau dan tentu ini sangat memanjakan mata. “Mata
kita ini, kadang penat sehingga harus dimanjakan dengan melihat keindahan alam,
banyak hal yang dapat kita pelajari dari kunjungan kerja ini. Salah
satunya, adalah mensyukuri nikmat yang telah diberikan,” ungkap
Irianto.
Menariknya, sepanjang perjalanan itu tidak terlihat lelah
sama sekali. Bahkan sejumlah awak media yang mengikuti perjalanan sejak awal, ada
beberapa yang kelelahan akibat perjalanan jauh. Melihat hal itu, Gubernur pun
memberikan sedikit tips hidup sehat bugar tanpa merasakan lelah.
Selain silaturahmi, salah satu hal yang paling dijaga
adalah menjaga diri dari penyakit hati. Menjadi seorang pejabat daerah harus
memiliki hati dan pikiran yang jernih. Tentu ini akan memberikan dampak positif
bagi diri sendiri orang lain. Misalnya, terhindar dari berbagai macam penyakit. “Jangan
sampai dalam diri kita memelihara penyakit hati. Ini harus kita buang jauh-jauh
agar kondisi tubuh kita tetap bugar dan sehat,” bebernya.
Di samping itu, ia juga menyarankan agar terus menjaga
pola hidup sehat. Seperti pola asupan yang cukup dan istirahat teratur. Yang
terpenting lagi, ketika tubuh sudah mulai memberikan sinyal akan jatuh sakit,
ia menyarankan agar segera memeriksakan diri ke rumah sakit atau ke dokter. Ini
akan membuat seseorang itu tercegah dari penyakit yang tengah mengancam kondisi
fisiknya. “Penyakit hati ini akan memperburuk keadaan
kita. Dari itu, saya mengajak kepada kita semua untuk menghindari diri dari
penyakit hati. Caranya, dengan memperkuat ibadah serta menambah rasa syukur
kita kepada Allah SWT,” tuntasnya.(*)


Komentar Anda: