TANJUNG
SELOR, penakaltara.com – Tidak hanya China Road and Bridge Corporation (CRBC) yang tertarik
membangun Jembatan Bulungan-Tarakan
(Bulan). Perusahaan asal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) lainnya,
seperti China Tiesiju Civil Engineering Group (CTCE) juga tertarik membangun
jembatan yang menghubungkan Pulau Tarakan dengan daratan Kalimantan ini.
Keseriusan
CTCE ini ditandai dengan kunjungannya ke Kaltara meninjau starting point pembangunan
Jembatan Bulan dari sisi
laut yakni Pulau Sadau yang berada di sebelah barat Pulau Tarakan. “Setelah itu, survei hari
kedua dilanjutkan dengan mengunjungi lokasi titik pembangunan Jembatan Bulan
yang berada di wilayah Bulungan,” kata Suheriyatna, Kepala Dinas
Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPR-Perkim)
Kaltara, Minggu (16/12).
Berdasarkan
hasil pengamatan, CTCE berencana akan melakukan pengkajian secara detail dan
mendalam terkait dengan proyek Jembatan Bulan. “Sebagai provinsi baru,
pembangunan jembatan ini sangat penting. Dengan
adanya Jembatan Bulan maka pulau-pulau yang ada di Kaltara akan terkoneksi
dengan baik. Selain dapat meningkatkan pertumbuhan
ekonomi antar kota dan provinsi di Kaltara, juga membuka lapangan pekerjaan dan
berbagai keuntungan sosial,” bebernya.
Suheriyatna
menambahkan, mengenai sumber pembiayaan nantinya, perusahaan CTCE menawarkan
beberapa opsi, yakni, Business to Business atau konsorsium dengan pemerintah baik
pusat/daerah. Dari kunjungan singkat tersebut, CTCE akan membuat studi awal dan
akan segera melakukan presentasi kepada Gubernur Kaltara atas survei yang telah
dilakukan di Kaltara selama 4 hari. “Dijadwalkan CTCE akan bertemu Gubernur
Kaltara Dr
H Irianto Lambrie pada Senin (17/12) untuk menyampaikan ketertarikannya untuk
berinvestasi dalam proyek Jembatan Bulan,” katanya.
Sebagai
informasi, rombongan CTCE terdiri dari Kepala Deputy Chief Economist President
of Southeastern Asia Region Company, Wang Zhiyong; Bisnis Manager CTCE Regional Asia
Tenggara, Dai Bin; Insinyur
Ahli CTCE Regional Asis Tenggara, Xu Deyong; Kepala Deputi Perwakilan CTCE di Indonesia, Dong Qiang; dan Eddy Sofrediansyah dari
PT Adhidaya Supra Kencana serta jajaran DPUPR-Perkim Provinsi Kaltara.(humas)



Komentar Anda: