![]() |
| Infografik Pelayanan Dokter Terbang di Kaltara |
![]() |
| Gubernur Kaltara, Dr H Irianto Lambrie saat mengunjungi kegiatan pengobatan gratis di Pulau sebatik, selasa (15/1). |
PENGOBATAN GRATIS : Gubernur Kaltara, Dr H
Irianto Lambrie mengunjungi kegiatan pengobatan gratis di Pulau Sebatik,
kemarin (15/1)2019, Program Dokter Terbang di 14 Wilayah = Pemprov Alokasikan Rp 739 Juta, Perdana Digelar di Sebatik
kemarin (15/1)2019, Program Dokter Terbang di 14 Wilayah = Pemprov Alokasikan Rp 739 Juta, Perdana Digelar di Sebatik
TANJUNG SELOR – Pelayanan kesehatan kepada masyarakat di Daerah Tertinggal Perbatasan dan Kepulauan (DTPK) yang ada Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), kembali berlanjut di 2019 ini. Melalui program yang dinamakan “Dokter Terbang” ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara menyediakan dokter dan petugas medis untuk melayani warga di daerah-daerah yang sulit terjangkau dan terisolir.
Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie
mengatakan, program ini sangat dirasa manfaatnya oleh masyarakat, sehingga
diinstruksikan kepada OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkaitnya untuk
melanjutkan.
“Saya minta program-program yang
bersentuhan langsung dengan masyarakat terus dilakukan. Seperti salah satunya
program dokter terbang ini,” kata Irianto dalam beberapa kali kesempatan.
Gubernur mengungkapkan, program ‘Dokter Terbang’ merupakan bagian dari upaya Pemprov dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Kaltara.Disebutkan, selain ‘dokter terbang’, ada beberapa program lain yang dilakukan oleh Pemprov Kaltara.
Seperti di antaranya, bantuan premi untuk layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui program Kartu Kaltara Sehat atau Kartu Indonesia Sehat, kemudian jemput pasien gratis, utamanya bagi warga tidak mampu, bantuan ambulans ke kabupaten/kota, pengadaan ambulans air, serta beberapa layanan lainnya.
Gubernur mengungkapkan, program ‘Dokter Terbang’ merupakan bagian dari upaya Pemprov dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Kaltara.Disebutkan, selain ‘dokter terbang’, ada beberapa program lain yang dilakukan oleh Pemprov Kaltara.
Seperti di antaranya, bantuan premi untuk layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui program Kartu Kaltara Sehat atau Kartu Indonesia Sehat, kemudian jemput pasien gratis, utamanya bagi warga tidak mampu, bantuan ambulans ke kabupaten/kota, pengadaan ambulans air, serta beberapa layanan lainnya.
“Semua ini kita lakukan, karena kesehatan
itu sangat penting. Jika masyarakat sehat, produktifitas meningkat, ekonomi
juga naik. Kesehatan juga menjadi salah satu indikator penilaian Indeks
Pembangunan Manusia (IPM), di mana IPM merupakan bagian dari wujud keberhasilan
dalam pembangunan,” terangnya.
Seluruh masyarakat, tak terkecuali yang
tinggal di daerah terpencil, kepulauan maupun perbatasan berhak memperoleh pelayanan
kesehatan yang berkualitas. Pertimbangan itu lah yang menjadikan tantangan
tersendiri bagi Irianto Lambrie untuk menggagas program pemberian pelayanan
kesehatan, melalui Dokter Terbang.
Melalui program ini, Gubernur berharap
masyarakat yang berada di wilayah-wilayah yang sulit terjangkau bisa terbantu. Untuk
pemerataan, dalam pelaksanaannya nanti diharapkan lebih diperluas. Utamanya
terhadap daerah-daerah yang selama ini belum terjangkau pelayanan.
Sementara itu, mengawali program dokter terbang pada 2019 ini, Selasa (15/1) kemarin lakukan pelayanan kesehatan gratis di Sebatik, Nunukan.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltara Usman
mengatakan, dalam pelaksanaan pengobatan gratis ini, dari Dinkes Kaltara menurunkan
tim yang terdiri dari dua dokter spesialis penyakit dalam, satu dokter
spesialis anak, satu dokter spesialis kandungan dan dua apoteker. Termasuk
beberapa perawat.
“Pengobatan gratis kepada warga Sebatik kita lakukan di Puskesmas Sungai Nyamuk yang berlokasi di Sebatik Timur dengan total pasien yang dilayani sebanyak 427 orang. Penanganan pasien dilakukan sesuai penyakit yang diderita. Sehingga obat yang diberikan itu tepat,” kata Usman yang mendampingi Gubernur saat meninjau kegiatan pelayanan pengobatan gratis tersebut.
Sebagai informasi, tahun ini program dokter
terbang untuk DTPK di wilayah Kaltara dialokasikan melalui APBD 2019, sebesar
Rp 739 juta yang menapaki 14 daerah pelaksanaan. Karena secara umum pasien di
14 wilayah itu memiliki kesamaan penyakit yakni, hipertesis, dyspepsia,
myalgia, chepalgya, gastritis, dermatitis, diare dan ISPA.
“Melalui program dokter terang di wilayah
tersebut, diharapkan masyarakat bisa terbantu. Karena seperti diketahui,
pelayanan kesehatan masyarakat, termasuk di wilayah yang sulit terjangkau wajib
diberikan,” ujar Usman.
Program dokter terbang, merupakan gagasan Gubernur karena melihat banyak masyarakat di Kaltara, utama di wilayah perbatasan dan daerah terpencil yang kesulitan akses mendapatkan pelayanan kesehatan.
Program ini sudah berjalan sejak 2014, dan
realisasinya juga terus mengalami peningkatan.
Berdasarkan informasi Dinkes Kaltara, pada tahun 2018 sebanyak 2.677 pasien telah mendapatkan pelayanan kesehatan lewat program ini. Sementara di 2017, pasien yang ditangani sebanyak 1.872 orang atau mengalami peningkatan sebanyak 100 persen atau dua kali lipatnya.(humas)
Berdasarkan informasi Dinkes Kaltara, pada tahun 2018 sebanyak 2.677 pasien telah mendapatkan pelayanan kesehatan lewat program ini. Sementara di 2017, pasien yang ditangani sebanyak 1.872 orang atau mengalami peningkatan sebanyak 100 persen atau dua kali lipatnya.(humas)





Komentar Anda: