| Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie bersama Sekjen Kemenhub Djoko Sasono, Jakarta Pusat, Jumat (18/1). |
DUKUNGAN : Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie bersama
Sekjen Kemenhub Djoko Sasono. Selain membahas soal Inpres KBM Tanjung Selor, di
kesempatan itu Gubernur juga menyampaikan surat permohonan penyesuaian range
tarif angkutan udara.
JAKARTA, penakaltara.com– Seperti halnya dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Negara (PPN) maupun
Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat), Kementerian Perhubungan
(Kemenhub) RI juga siap mendukung percepatan pembangunan Kota Baru Mandiri
(KBM) Tanjung Selor. Bahkan dari kementerian ini, akan memasukkan kegiatan
sector perhubungan di KBM dalam prioritas
jangka menengah atau 5 tahun ke depan.
Demikian
terungkap saat Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto Lambrie yang
didampingi beberapa Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), melakukan audensi
dengan jajaran Kemenhub RI di Kantor Kemenhub Jl Merdeka Barat, Jakarta Pusat,
Jumat (18/1) lalu.
Seyogianya
audensi ini dipimpin langsung oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Namun
mendadak Menhub tidak bisa hadir, karena dalam waktu bersamaan diminta
mendampingi Presiden melakukan serangkaian Kunjungan kerja ke Jawa Barat.
Menhub
pun mewakilkan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenhub Djoko Sasono untuk
menerima rombongan dari Kaltara. Tidak sendiri Sekjend, didampingi beberapa
Kepala Biro dan Sekdirjen di lingkup Kemenhub RI. “Banyak hal kita bahas
dalam pertemuan tadi. Pertama, saya sampaikan terkait dengan keluarnya
Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2018, tentang percepatan Kota Baru
Mandiri Tanjung Selor,” kata Irianto usai pertemuan.
Untuk
diketahui, sebelumnya terkait hal yang sama (menindaklanjuti keluarnya Inpres
No. 9/2018), Gubernur sudah bertemu dengan Menteri Dalam Negeri, Menteri PUPR,
dan juga Menteri PPN/Kepala Bappenas. “Intinya, kami ingin mengkonfirmasi
dukungan dan komitmen dari Kementerian atas keluarnya Inpres yang
ditandatangani oleh Bapak Presiden pada 31 Oktober tahun lalu ini,” jelas
Gubernur.
Dalam
Inpres tersebut, ada 12 kementerian yang diinstruksikan oleh Presiden untuk
mendukung percepatan pembangunan Kota Baru Mandiri Tanjung Selor. Salah satunya, Kemenhub. Di mana dalam Inpres
itu diinstruksikan, Menteri Perhubungan untuk memfasilitasi percepatan pembangunan
sarana dan prasarana transportasi Kota Baru Mandiri Tanjung Selor, sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Seperti
dari Kementerian PU dan Kementerian PPN yang telah bergerak cepat dengan
melakukan crash program dalam mendukung percepatan pembangunan KBM Tanjung
Selor, Gubernur berharap Kemenhub juga melakukan hal yang sama. Termasuk dengan
menyiapkan tim yang nantinya berkolaborasi bersama Kementerian terkait yang
terlibat di dalamnya. “Saya
laporkan dalam pertemuan dengan pihak Kemenhub tadi, bahwa saat ini dari
Pemprov Kaltara sudah melakukan berbagai langkah untuk percepatan pembangunan
kota baru mandiri ini. Kita sudah membuat master plan, kemudian menyiapkan
lahan. Bahkan hingga kini sudah ada 500 hektare lebih yang sudah dibebaskan,”
ungkap Irianto.
Di
samping mengenai harapan dukungan terhadap percepatan KBM Tanjung Selor,
utamanya untuk sektor perhubungan, Gubernur juga menyampaikan usulan pengembangan
beberapa bandara di Kaltara. Utamanya Bandara Tanjung Harapan di Tanjung Selor
dan Bandara Juwata Tarakan.
Kemudian
yang ketiga, permohonan dukungan terhadap pengembangan beberapa pelabuhan. Di
antaranya Pelabuhan Pesawan di Tanjung Selor, Pelabuhan Tengkayu I Tarakan,
Pelabuhan Pulau Bunyu. Termasuk, rencana membangun dermaga terintegrasi di
samping Bandara Juwata Tarakan. “Kita juga sampaikan, dukungan dari Kemenhub
terhadap proyek strategis nasional yang ada di Kaltara. Yaitu pengembangan
Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning-Mangkupadi
yang terintegrasi dengan rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air
(PLTA) Sungai Kayan,” ungkap Gubernur.
PLTA
Kayan sendiri, seperti telah disampaikan sebelumnya, pada Oktober tahun lalu,
telah dilakukan penandatanganan kontrak perjanjian kerja sama untuk pembangunan
bendungan antara PT KHE dengan China Power. Dan dalam waktu dekat ini sudah
dimulai pembangunan
konstruksi bendungannya. Listrik yang dihasilkan dari PLTA ini, nantinya
diutamakan untuk men-support kawasan industri di
Tanah Kuning. “Dari Kemenhub saya
harapkan dukungan untuk pembangunan pelabuhan internasionalnya di KIPI ini,”
imbuh Irianto.
Dalam
kesempatan tersebut, Irianto juga mengkonfirmasi lagi mengenai penyampaian
Menteri Perhubungan pada 2017 lalu soal dukungan dana Rp 1
triliun ke Kaltara. Hingga kini baru sekitar Rp 500 miliar yang terealisasi. “Harapan
kita, bisa terpenuhi semua hingga 2020 nanti,” ucap Irianto.
Mengenai
penyampaian yang dibeberkan Gubernur, dalam pertemuan itu, Sekjen Kemenhub
Djoko Sasono mengatakan, pihaknya merespons baik. Utamanya, terkait dengan percepatan
Kota Baru Mandiri Tanjung Selor, Kemenhub sangat support, bahkan akan
dimasukkan dalam prioritas jangka
menengah 5 tahun ke depan.
Sekjen
yang saat itu didampingi juga oleh Kepala Biro Perencanaan Kemenhub, Gede Pasek
Suardika dan beberapa Karo lainnya, juga menyampaikan akan melaporkan ini ke
Menteri Perhubungan, sekaligus masukan beberapa opsi yang akan dilakukan untuk
mendukung percepatan pembangunan Kota Baru Mandiri Tanjung Selor. Termasuk juga
mengkoordinasikan dengan Kementerian terkait lainnya.
Melalui
instansi teknis dari Pemprov Kaltara, bersama dirjen dan biro terkaitnya di
Kementerian, nanti akan mengkoordinasikan secara teknis. Utamanya mengenai
data-data perencanaan dan hal-hal teknis lain yang diperlukan.
Begitupun
mengenai beberapa program yang diusulkan juga telah direspons dengan baik.
Bahkan beberapa di antaranya telah masuk dalam perencanaan di Kemenhub. Tinggal
akan disinkronkan dan matangkan perencanaan, serta implementasi di lapangannya.
Sumber : Humas
Sumber : Humas



Komentar Anda: