PENDIDIKAN : Asisten I Setprov Kaltara
Sanusi mewakili Gubernur Kaltara bersama Menteri Pendidikan Prof Muhadjir
Effendy saat berkunjung ke Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, baru-baru ini.
|
NUNUKAN | penakaltara.com, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud)
Muhadjir Effendi mengatakan, perlunya menambah asrama di SMKN 1 Nunukan. Hal
ini supaya para siswa, utamanya anak-anak TKI dapat tertampung seluruhnya di
sekolah ini.
Demikian disampaikan Mendikbud saat melakukan kunjungan
kerja ke Kabupaten Nunukan, Jumat (25/1).
Di mana salah satu yang dikunjungi
adalah Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Nunukan. Seperti diketahui sehari sebelumnya Mendikbud yang
didampingi beberapa pejabat Kemendikbud berkunjung ke Community Learning Centre
(CLC) di Tawau, Sabah, Malaysia. Keterbatasan CLC di Tawau dalam memberikan
pendidikan menjadikan Nunukan sebagai daerah tujuan terdekat untuk anak-anak
TKI bersekolah terutama di tingkat usia Sekolah Menengah Atas (SMA).
Sementara itu, Asisten 1 bidang Pemerintahan dan
Kesejahteraan Rakyat, H Sanusi yang mewakili gubernur mengatakan, bahwa di
tahun 2018 jumlah anak-anak TKI yang dapat ditampung di sekolah ini tidak
banyak. Ini karena sistem zonasi dan keterbatasan jumlah tampung asrama.
![]() |
PENDIDIKAN : Asisten I Setprov Kaltara
Sanusi mewakili Gubernur Kaltara bersama Menteri Pendidikan Prof Muhadjir
Effendy saat berkunjung ke Kota Tarakan, Sabtu (26/1).
|
“Mudah-mudahan di tahun 2019 atau melalui APBD perubahan atau
paling tidak di 2020, Kalimantan Utara (Kaltara) diberikan alokasi untuk
menambah bangunan asrama untuk anak-anak, sehingga mereka bisa melanjutkan
pendidikannya,” kata Sanusi.
Sanusi juga akan menyampaikan pesan Mendikbud kepada
Gubernur Kaltara, Irianto Lambrie, agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) dapat
membangun masjid di lingkungan SMKN 1 Nunukan.
Selepas dari SMKN 1 Nunukan, Mendikbud melanjutkan
kunjungannya ke SMA Muhammadiah Nunukan. Kedatangannya untuk bersilatuhrahmi
dengan sejumlah warga Muhammadiah Nunukan. Mendikbud mengatakan, Kaltara termasuk daerah yang
menjadi perhatian Presiden karena merupakan wilayah perbatasan dan beberapa
bagian menjadi status peripheral atau pinggiran.
“Kita sepakat bahwa wilayah perbatasan harus menunjukkan
kehadiran pemerintah. Negara harus hadir di wilayah pinggiran. Inilah yang
menjadi komitmen kita karena itu pembangunan wilayah perbatasan menjadi sangat
penting,” tegas Muhadjir. Selain di Nunukan, Mendikbud juga melakukan
serangkaian kunjungan di Tarakan. (humas)




Komentar Anda: