| KELISTRIKAN : Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie bersama Menteri BUMN Rini Soemarno saat meninjau PLTU Gunung Seriang, belum lama ini. |
Dari itu, rasio
elektrifikasi menjadi perhatian utama Pemerintah Provinsi Kaltara dan tentu
saja PLN untuk mengawal pertumbuhan kelistrikan di provinsi tersebut. Gubernur
Kaltara Dr H Irianto Lambrie mengatakan, bersama PLN pemerintah menargetkan
2021 mendatang provinsi termuda ini sudah 100 persen dalam rasio elektrifikasi.
"Pencapaian rasio
elektrifikasi di provinsi Kaltara memang masih kecil. Salah satu faktornya
adalah kondisi geografis, di mana masih banyak daerah yang belum terjangkau.
Meski demikian, berbagai upaya terus kita lakukan. Melalui komunikasi yang
intensif dengan PLN, maupun Menteri BUMN langsung, Kaltara alhamdulillah,
mendapat perhatian. Kapasitas pembangkit terus ditambah,” ungkap Irianto.
Tak hanya itu, lanjutnya,
PLN juga telah merambah hingga ke daerah perbatasan. Setelah dibangun
Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD), kini warga Krayan bisa menikmati
pelayanan listrik. “Ini merupakan sejarah. Sejak bertahun-tahun Indonesia
merdeka, baru sekarang ada pembangkit listrik di Krayan,” ujarnya.
![]() |
| Infografis : Komposisi Pembangkit Listrik Se-Kaltara |
Melalui penambahan pembangkit
di seluruh kabupaten/kota di Kaltara, kini persoalan listrik sedikit banyak
telah diatasi. Dari sebelumnya di beberapa daerah kerap terjadi pemadaman, kini
sudah tidak lagi. Untuk jangka menengah dan jangka panjang, pemerintah bersama
PLN juga membangun sejumlah pembangkit baru. Yaitu Pembangkit Listrik Tenaga
Uap (PLTU), dengan memanfaatkan sumber daya alam (SDA) yang tersedia, berupa
batubara.
“Untuk jangka panjang, kita juga akan membangun PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air). Salah satunya di Sungai Kayan, Kecamatan Peso, Bulungan yang insyaallah dalam waktu dekat ini sudah dimulai pembangunan konstruksi bendungannya,” beber Irianto.
Lebih jauh, Gubernur
menyampaikan tentang progres kelistrikan dan pertumbuhan rasio elektrifikasi di
Kaltara. Dikatakan, selain pembangunan pembangkit seperti PLTU dan PLTD
tersebar, pengerjaan jaringan pedesaan
juga menjadi fokus pemerintah bersama PLN. Dengan tujuan agar realisasi
desa terlistriki di provinsi Kaltara bisa mencapai seratus persen.
Menurut Irianto, untuk elektrifikasi
secara keseluruhan di Kaltara, PLN bersama Pemprov Kaltara menargetkan rasio
elektrifikasi sudah 100 persen pada 2021. Dikatakan, untuk memenuhi target
tersebut, berdasarkan informasi dari PLN, telah ada rencana pengembangan kelistrikan
di Kaltara oleh perusahaan plat merah itu. Selain pengadaan pembangkit, PLN
juga akan membangun transmisi 150 KV hingga ke Kabupaten Malinau dan Nunukan. Transmisi
ini, sekaligus persiapan untuk mengalirkan listrik dari PLTA yang akan
dibangun.
Sementara itu, berdasarkan
laporan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), dari beberapa usulan yang
disampaikan Pemprov Kaltara melalui PT PLN (persero), pada 2018 telah
disetujui. Di antaranya pengadaan pembangkit, serta pembangunan jaringan di beberapa
kecamatan di Kaltara. Utamanya yang selama ini belum terjamah listrik. Antara
lain, di Sembakung Atulai, Sei Menggaris dan Krayan Selatan (Kabupaten
Nunukan), serta di Tanjung Buka, Kecamatan Tanjung Palas Tengah (Bulungan).
Termasuk penyediaan tenaga listrik di tiga kecamatan di Malinau.
Pada 2019 ini, Pemprov
Kaltara melalui Dinas ESDM kembali mengusulkan beberapa program pembangunan
infrastruktur listrik di beberapa wilayah lainnya yang belum terlayani listrik.
Di antaranya di Sesayap Hilir, Manjalutung, Bebatu dan Barangdikis, Kabupaten
Tana Tidung.
Kemudian di Malinau,
diusulkan pembangunan jaringan dan pembangkit di Malinau Selatan Hilir dan
Malinau Selatan. Meliputi, Desa Punan Setarap, Batu Kajang, Gongsolok,
Binabethayup, Long Loreh, Langap, Paya Seturan dan Tanjung Nanga. Kita juga
akan usulkan untuk di Sebuku, Sembakung dan Krayan, Kabupaten Nunukan.
Harapannya bisa terealisasi pada 2019 ini. (humas)




Komentar Anda: