| KOTA BARU : Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie saat meninjau rencana lokasi pengembangan KBM Tanjung Selor, beberapa waktu lalu. |
TANJUNG SELOR | penakaltara.com, Pembangunan
infrastruktur fisik Kota Baru Mandiri (KBM) Tanjung Selor bakal dilakukan tahun
depan. Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto Lambrie menyebutkan,
berdasarkan laporan kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang Perumahan dan
Kawasan Permukiman (DPUPR-Perkim) Kaltara Suheriyatna yang baru saja mengikuti
rapat teknis mengenai progres KBM Tanjung Selor di Kementerian Koordinator
Perekonomian RI, tahun ini fokus yang dilakukan adalah penyiapan masterplan dan
revisi desain KBM.
“Senin (28/1) lalu saya
menugaskan DPUPR-Perkim dan Bappeda Kaltara untuk menghadiri rapat koordinasi
percepatan KBM Tanjung Selor di Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian
di Jakarta. Hasil rapat, tahun ini hanya fokus percepatan KBM yang dapat
dilakukan adalah mematangkan kembali desain dan masterplan-nya,” ujar Irianto.
Dikatakan Gubernur, rapat
tersebut membahas target capaian serta rencana aksi percepatan pembangunan KBM
Tanjung Selor. Di mana, Kemenko Perekonomian membagi sejumlah kegiatan
prioritas serta penanggung jawab masing-masing yang dibebankan ke
kementerian/lembaga.
![]() |
| Infogarafis : Kegiatan Prioritas Pembangunan Kota Baru Mandiri (KBM) Tanjung Selor. |
Seperti diketahui, Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 tahun 2018 tentang Percepatan Pembangunan Kota Baru Mandiri Tanjung Selor diterbitkan pada 31 Oktober 2018 lalu. Inpres itu menugaskan 12 kementerian, Gubernur Kaltara, serta Bupati Bulungan atas beberapa poin penting untuk mendukung percepatan pembangunan KBM Tanjung Selor. Inpres ini merupakan satu-satunya payung hukum yang diterbitkan untuk membangun suatu kota di Indonesia. “Kita mengetahui bersama, bahwa Inpres ini menjadi momen bersejarah bagi masyarakat Kaltara,” urai Gubernur.
Seperti Kementerian
Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera). Saat ini, mereka sudah
membentuk suatu tim kerja untuk menyikapi beberapa penugasan yang diberikan
oleh Presiden melalui payung hukum tersebut.
Adapun penugasan yang
diberikan ke Kemenpupera berupa dukungan untuk memfasilitasi tersedianya sarana
dan sarana perkotaan di bidangnya sesuai dengan ketentuan dan peraturan
perundang-undangan. “Bahkan beberapa waktu lalu, Menteri Pekerjaan Umum dan
Perumahan Rakyat (PUPR) RI Basuki Hadimuljono menyatakan, siap mendukung
percepatan pembangunan KBM Tanjung Selor, sesuai dengan instruksi yang
diberikan Presiden Joko Widodo,” jelas Gubernur.
Termasuk juga Kementerian Desa,
Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes-PDTT). Dalam Inpres
ini diberikan dua poin penting yang harus diperhatikan. Pertama, memfasilitasi
percepatan penyelesaian status Hak Pengelolaan Lahan (HPL) transmigrasi menjadi
Sertifikat Hak Milik (SHM) transmigrasi dan menjadi bagian wilayah KBM Tanjung
Selor. Kedua, memfasilitasi percepatan pengembangan kawasan transmigrasi
sebagai hinterland KBM Tanjung Selor.
Menindaklanjuti itu, kata
Irianto, Ditjen Pengembangan Kawasan Transmigrasi Kemendes-PDTT akan meninjau
ke lapangan bersama dengan seluruh instansi terkait di dalam kementerian, untuk
mengetahui sejauh mana progress pengembangnan KBM Tanjung Selor.
“Mereka menyetujui usulan
kita agar KBM yang terkena dampak HPL transmigrasi untuk dialihfungsikan
penggunaannya ke Pemprov Kaltara. Dalam waktu dekat akan dilakukan survei oleh
instansi terkait, berapa luasannya. Jadi kita dapat dukungan penuh. Insya Allah
KBM Tanjung Selor akan cepat terlihat hasilnya,” tutup Gubernur.(humas)




Komentar Anda: