![]() |
| Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie |
Ekspor non minyak dan gas
bumi (Migas) menyumbang 90,33 persen dari total ekspor Januari hingga Desember
2018. Dengan kontribusi sebesar itu, Kaltara pada 2018 cukup berperan dalam
mendongkrak neraca pertumbuhan ekonomi nasional.
“Posisi ekspor Kaltara tahun
lalu, menurut data BPS masih lebih baik dibandingkan 12 provinsi lainnya,
bahkan yang sudah lama terbentuk. Seperti Sulawesi Tenggara, Bali, DI
Yogyakarta, Aceh, Gorontalo dan lainnya. Ini akan terus didongrak, meski kita
merupakan provinsi bungsu di Indonesia,” kata Gubernur Kaltara Dr H Irianto
Lambrie, Selasa (29/1).
Secara regional, Kaltara
memang perlu memacu produktivitas ekspornya. Di area Kalimantan, kontribusi
ekspor tertinggi terhadap ekspor nasional berasal Kalimantan Timur (Kaltim)
yang mencapai USD 18,56 miliar (10,31 persen), lalu Kalimantan Selatan (Kalsel)
sebesar USD 8,22 miliar (4,56 persen), Kalimantan Tengah (Kalteng) memiliki
nilai ekspor USD 1,90 miliar (1,06 persen), Kalimantan Barat (Kalbar) USD 1,51
miliar, lalu Kaltara (0,67 persen). “Peningkatan peluang investasi di Kaltara
terus dipacu hingga saat ini.
Utamanya, terkait dengan pertumbuhan
produktivitas ekspor, melalui pembangunan infrastruktur penunjang seperti
pelabuhan. Inilah yang menjadi salah satu tujuan dari pengembangan KIPI
(Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional) Tanah Kuning-Mangkupadi,” jelas
Gubernur.
Selama ini, ekspor dari
Kaltara masih bergantung kepada golongan barang non migas, khususnya batubara.
Ini lantaran, masih banyak perusahaan batubara yang beroperasi di provinsi ini.
Selain itu, ekspor Kaltara juga berasal dari golongan barang kayu dan barang
dari kayu, arang kayu; tembakau dan pengganti tembakau dipabrikasi; dan lemak
dan minyak hewani atau nabati serta produksi, disosiasinya, lemak olahan yang
dapat dimakan, malam hewani atau malam nabati.
Sebagai informasi, dari
total ekspor nasional 2018, kontribusi terbesar berasal dari Jawa Barat yang
mencatatkan nilai ekspor USD 30,307 miliar (16,87 persen), Jawa Timur USD 19,07
miliar (10,59 persen), dan Kaltim. Kontribusi total ketiga provinsi itu
mencapai 37,77 persen dari seluruh ekspor nasional tahun lalu.(humas)




Komentar Anda: