PENYULUH
: Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie bersama para penyuluh yang tergabung
didalam kepengurusan Perhiptani Kaltara periode 2018-2023, Senin (11/2).
|
TANJUNG SELOR | penakaltara.com, Gubernur
Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto Lambrie mengatakan, saat ini dirinya tengah
memperhitungkan untuk memberikan insentif tambahan sebesar Rp 500.000 per bulan
per orang kepada para tenaga penyuluh pertanian yang ada di Kaltara. Dengan
adanya tambahan ini, maka pada 2019 penyuluh di Kaltara akan mendapatkan
insentif sebesar Rp 1.500.000 per orang per bulan.
Demikian disampaikan
Gubernur saat dijumpai usai menghadiri pengukuhan ketua dan pengurus Dewan
Pengurus Wilayah (DPW) Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (Perhiptani)
Kaltara periode 2018-2023, di Gedung Bandiklat Kabupaten Bulungan di Jl Agatish
Tanjung Selor, Senin (11/02). Dalam kesempatan yang sama, atas permintaan KTNA
pusat, Gubernur sekaligus juga melantik pengurus Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA)
Kaltara.
Gubernur mengatakan, pembangunan
di bidang pertanian menjadi salah satu yang menjadi perhatian Pemerintah
Provinsi (Pemprov) Kaltara. Selain meningkatkan kesejahteraan kepada para
penyuluh melalui pemberian insentif tambahan, Pemprov juga memberikan perhatian
langsung kepada para petani dan nelayan.
Diungkapkan, ada lima hal
utama yang menentukan kegagalan ataupun keberhasilan pertanian. Pertama adalah
petaninya sendiri. Hal ini berkaitan dengan karakter dan kemampuan dari para
petani. “Untuk meningkatkan kemampuan para petani ini, peran penyuluh sangat
penting. Karena melalui penyuluh, yang akan membimbing para petani,” ungkap
Irianto.
Hal penting kedua,
lanjutnya, sarana dan prasarana produksi atau Saprodi Pertanian. Termasuk
infrastruktur pertanian. Pemprov Kaltara bersama dengan pusat selama ini telah
banyak membantu para petani, melalui bantuan Saprodi, pengadaan bibir dan
lainnya.
Termasuk kepada nelayan, karena KTNA juga berkaitan dengan nelayan.
![]() |
| Infografis : Data Penyuluh Pertanian di Kalimantan Utara. |
“Hal penting ketiga, adalah
kemampuan bercocok tanam. Dan keempat peran penyuluh. Bagaimana penyuluh bisa
menjalankan fungsinya dengan baik, maka petani yang dibinanya akan maju. Selanjutnya
harapan pendapatan petani akan meningkat, sebagai tujuan utamanya bidang
pertanian akan tercapai,” ujarnya.
Terakhir, hal penting dalam
memajukan pertanian adalah marketing atau pemasaran. Untuk itu, Gubernur
menegaskan, Pemprov Kaltara selain meningkatkan produksi hingga pengolahannya
di sektor hulu pertanian, di hilirnya juga perlu diperbaiki.
“Dalam hal ini kerja sama lintas OPD
(organisasi perangkat daerah) diperlukan. Dinas pertanian di sektor hulu,
berusaha meningkatkan produksinya, termasuk pengolahan pasca panen, seperti
pengadaan mesin giling. Di sisi lain, Disperindagkop memikirkan bagaimana
pasarnya,” kata Irianto lagi.
Masih berkaitan dengan
keberadaan penyuluh, Pemprov Kaltara, kata Gubernur sangat memberikan perhatian
penuh. Termasuk dalam hal kesejahteraannya. Salah satunya melalui pemberian
insentif kepada para penyuluh di Kaltara. “Sekarang sedang dihitung, kalau
memungkinkan insya Allah tahun ini akan kita tingkatkan nilainya. Ada
penambahan insentif Rp 500.000 per orang per bulan. Tapi tahun ini saja. Tahun
depan kalau anggaran memungkinkan akan tetap sama Rp 1.500.000,” ujar Gubernur.
Irianto mengakui, jumlah
penyuluh pertanian di Kaltara masih sangat kurang, dari 447 desa yang ada di
provinsi termuda di Tanah Air ini, tercatat baru ada 120 penyuluh yang aktif.
“Idealnya satu desa ada satu penyuluh. Makanya kita masih sangat kurang. Dan
ini bukan hanya di Kaltara saja, hampir di seluruh daerah di Indonesia
mengalami hal yang sama (kekurangan penyuluh),” katanya.
Dalam kesempatan itu,
gubernur juga memberikan pesan kepada para pengurus KTNA maupun Perhiptani yang
baru saja dikukuhkan. Dua organisasi ini, kata Irianto, sangat penting. Tidak
hanya dalam upaya mensejahterakan petani, maupun mendukung kemajuan pertanian.
Namun juga untuk memberikan kontribusi positif dalam pembangunan secara
keseluruhan.
“Saya ucapkan selamat kepada
pengurus baru, dan juga apresiasi kepada kepengurusan KTNA yang sebelumnya.
Utamanya, dalam membantu memberdayakan para petani dan nelayan di Kaltara,
serta telah memberikan prestasi di tingkat nasional,” ujarnya.
Gubernur minta agar para
pengurus langsung bekerja, sesuai dengan fungsinya. “Kepada pengurus yang baru
dilantik, saya berpesan jangan hanya eforia saat dikukuhkan, tapi yang lebih
penting, masyarakat Kaltara menunggu kerja nyata dari kita semua,” kata Irianto.
“Penyuluh adalah profesi atau pekerjaan yang mulia. Jadikan amanah ini sebagai pengabdian yang memberikan manfaat bagi banyak orang. Penyuluh juga bisa menjadi tempat pengabdian untuk melakukan amal kebajikan,” pesannya. (humas)




Komentar Anda: