PROSESI
WISUDA : Sekprov Kaltara, H Suriansyah memberikan orasi ilmiah pada Wisuda VI
Program Sarjana Unikaltar Tahun 2019, Rabu (27/2)
|
TANJUNG SELOR | penakaltara.co.id, Sebanyak
161 wisudawan Universitas Kalimantan Utara (Unikaltar) Tanjung Selor mengikuti
prosesi Wisuda VI Program Sarjana Unikaltar Tahun 2019, Rabu (27/2). Hadir
dalam prosesi itu Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltara. Di hadapan para wisudawan Sekprov menyampaikan sambutan dan orasi ilmiah mewakili Gubernur
Kaltara, Dr H Irianto Lambrie, di ruang pertemuan lantai 3 Gedung Unikaltar. Sekprov
berharap pendidikan yang ditempuh selama berada di Unikal dapat bermanfaat bagi
bangsa dan negara, khususnya bagi Provinsi Kaltara.
“Acara wisuda ini
merupakan acara puncak bagi mahasiswa yang telah berhasil menyelesaikan
pendidikan tinggi yang telah ditempuh selama kurang lebih delapan semester.
Dengan bekal akademis yang telah dimiliki, diharapkan mampu berkiprah di
tengah-tengah masyarakat luas, khususnya masyarakat Kaltara,” katanya.
Dalam orasi ilmiah
dengan judul ‘Tantangan Generasi Milenial Kalimantan Utara di Era Digital’,
Sekprov mengungkapkan jumlah generasi milenial di Provinsi Kaltara tahun 2018
ada 172.282 jiwa dari total 648.407 jiwa atau sebesar 26,57 persen dari total
populasi.
Menurut Suriansyah, generasi
inilah yang akan menentukan wajah Kaltara saat 10-20 tahun nantinya. Sehingga sangat
perlu untuk menyiapkan generasi penerus yang tangguh dan berdaya saing.
“Milenial sedang ada
di dalam fase eksplorasi, milenial sedang mencari jati diri, bersemangat untuk
maju, dan rela bekerja keras demi masa depan yang lebih baik,” katanya. Diungkapkannya, era
digital saat ini merupakan era volatility, uncertainty, complexity, dan
ambiguity (VUCA), era yang penuh tidak kepastian. Sekprov berharap generasi
milenial Kaltara telah siap sedia di era VUCA, tentunya dengan melengkapi diri
sehingga tidak terjadi lost generation di Kaltara.
Menurutnya, Unikal sebagai institusi pendidikan harus bisa menjawab tantangan dan peluang di era VUCA. “Peran Unikal akan sangat dibutuhkan dalam rangka menciptakan SDM yang tangguh dan kreatif. Kuantitas bukan lagi menjadi indikator utama, melainkan kualitas lulusannya,” ungkap Sekprov. (humas)



Komentar Anda: