![]() |
| RAPAT PERSIAPAN : Sekprov Kaltara, H Suriansyah memimpin rapat persiapan kedatangan tim dari Kemendes-PDTT bersama jajaran instansi terkait di Kantor Gubernur, kemarin (7/2). |
TANJUNG SELOR | penakaltara.com, Sekretaris
Provinsi (Sekprov) Kaltara H Suriansyah terus memonitor rapat persiapan
kunjungan tim Kementerian Desa, Penanggulangan Daerah Tertinggal dan
Transmigrasi (Kemendes-PDTT) ke Tanjung Selor. Agar kunjungan itu berjalan
lancar, Sekprov memimpin rapat dengan instansi terkait di Kantor Gubernur,
kemarin (7/2).
Kunjungan
Kemendes-PDTT ke Kaltara adalah guna melakukan survei ke lokasi lahan Hak
Pengelolaan Lahan (HPL) transmigrasi yang akan dilimpahkan ke Pemprov
Kaltara. Sekprov meminta agar terkait
lahan itu di data, dan dilakukan survei awal. Selain membahas
pelepasan HPL transmigrasi seluas 250 hektare, juga membahas soal rencana pembangunan
Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Kaltara yang lokasinya juga merupakan
HPL Transmigrasi.
“Ketika tim
Kemendes-PDTT datang, selain lahan 250 hektare yang satu hamparan tersendiri,
lahan LPMP 4 hektare dan lahan panti rehab serta lahan lapas juga kita
mintakan. Data kita harus ada, jadi lebih dari 250 hektare yang kita minta,”
ujar Sanusi, Asisten I Setprov Kaltara yang hadir dalam pertemuan itu.
Sebelumnya,
Kemendes-PDTT, telah menindaklanjuti surat permohonan Gubernur Kaltara H
Irianto Lambrie, perihal pelepasan lahan yang menjadi Hak Pengelolaan Lahan
(HPL) Transmigrasi 250 hektare di kawasan Kota Baru Mandiri (KBM) Tanjung
Selor. Lahan tersebut, kata
Gubernur, rencananya diperuntukkan sebagai tempat pembangunan sarana dan
prasarana pendidikan, kesehatan, balai latihan serta perumahan pegawai. Menurutnya, itu merupakan salah satu poin dari terbitnya Instruksi Presiden (Inpres)
Nomor 9 Tahun 2018, tentang Percepatan Pembangunan Kota Baru Mandiri Tanjung
Selor yang harus ditindaklanjuti.
Hasil dari pertemuan
itu, lanjutnya, Kemendes-PDTT akan mendukung pelimpahan aset dari pemerintah
pusat ke pemerintah provinsi. Bahkan untuk mendukung itu, Kemendes-PDTT akan
melakukan survei untuk melihat langsung mana saja lahan HPL transmigrasi yang
akan dilimpahkan ke Pemprov Kaltara.
Gubernur menuturkan,
diusulkannya pelepasan lahan transmigrasi kepada Pemprov Kaltara selain
pengembangan adalah untuk menghindari terjadinya tumpang tindih lahan. Karena
itu, baik Pemprov Kaltara, Pemkab Bulungan dan Kemendes-PDTT harus bersinergi
dalam proses pelimpahan lahan tersebut.
“Rencana kunjungan dari kementerian, kemungkinan dilakukan pada pertengahan bulan Februari 2019 sekaligus mengagendakan rapat di Tanjung Selor mengenai pelimpahannya. Bahkan Kemendes-PDTT cukup bangga, karena cikal bakal pengembangan KBM adalah daerah transmigrasi,” kata Irianto. (humas)




Komentar Anda: