| PINTU PERDAGANGAN : Aktivitas salah satu pelabuhan laut di Kaltara. |
Neraca perdagangan yang baik ini,
dipicu oleh pencapaian nilai ekspor kumulatif Januari hingga Desember 2018 yang
tercatat sebesar USD 1.089,10 juta. Sedangkan, nilai impor tercatat sebesar USD
91,17 juta.
“Nilai ekspor Kaltara selama tahun lalu, jauh lebih tinggi
dibandingkan ekspor 2017 yang mencapai USD 919,92 juta. Pada 2017, neraca
perdagangan kumulatif juga lebih kecil daripada tahun lalu. Nilainya sebesar
USD 897,29 juta,” kata Gubernur.
Ekspor Kaltara pada Desember 2018,
seluruhnya merupakan komoditi barang non minyak dan gas bumi (Migas). Nilai
ekspor Desember 2018, juga lebih tinggi dibandingkan ekspor November 2018 yang
tercatat sebesar USD 86,70 juta.
“Kenaikan ekspor ini disebabkan oleh peningkatan
ekspor kelompok barang non migas di sektor hasil industri. Dimana, ekspor hasil
tambang begitu dominan perannya terhadap ekspor tahun lalu. Tercatat sekitar
84,58 persen disumbangkan oleh ekspor hasil tambang. Disusul hasil industri
14,02 persen, dan hasil pertanian 1,60 persen,” tutur Irianto.
Ekspor di Kaltara, menurut catatan BPS
ada yang dilakukan melalui pelabuhan yang ada. Juga ada yang melalui pelabuhan
di luar Kaltara. Ekspor yang melalui pelabuhan di Kaltara, nilainya pada
Desember 2018 tercatat sebesar USD 89,6 juta. Sedangkan yang melalui pelabuhan
di luar Kaltara, di bulan yang sama mencapai USD 11,29 juta. Masing-masing
melalui pelabuhan di DKI Jakarta sebesar USD 0,17 juta, Jawa Timur USD 9,35
juta, dan Sulawesi Selatan USD 1,77 juta.



Komentar Anda: