| TRANSPORTASI : Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie saat berada di Bandara Tanjung Harapan, belum lama ini. |
Dibandingkan pada Desember
tahun lalu, tingkat inflasi Kaltara memang lebih rendah. Untuk diketahui,
Tarakan pada Desember 2018 terjadi inflasi sebesar 1,60 persen, dengan tingkat
inflasi tahun kalender dan Tingkat Inflasi tahun ke tahun sebesar 5,00 persen.
“Terjadi perubahan IHK dari
147,40 pada Desember 2018 menjadi 148,82 pada Januari 2019. Inflasi tahun
kalender sebesar 0,96 persen dan inflasi tahun ke tahun pada Januari 2019
sebesar 5,49 persen,” demikian bunyi rilis yang dikeluarkan BPS Kaltara pada
akhir pekan kemarin. Selain inflasi, harga kebutuhan pokok di Kaltara,
disebutkan juga masih tergolong tinggi dibandingkan dengan daerah lain.
Gubernur Kaltara Dr H
Irianto Lambrie mengatakan, melihat masih tingginya angka inflasi ini perlu menjadi
perhatian jajarannya. Terutama melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID)
untuk berupaya bagaimana bisa menekan harga komoditi yang menjadi penyumbang
inflasi. Di antaranya kelompok bahan makanan, serta transportasi.
"Untuk inflasi
transportasi, utamanya didorong oleh kenaikan harga tiket pesawat udara. Harga
tiket in merupakan kebijakan dari pusat, saya selaku gubernur juga sudah
bersurat langsung ke Menteri Perhubungan untuk mengendalikan. Alhamdulillah,
meski belum signifikan, sudah sedikit turun. Mudah-mudahan ini juga bisa
mengendalikan inflasi pada bulan berikutnya," kata Irianto. Tak hanya
harga tiket pesawat, upaya mengendalikan harga juga perlu dilakukan untuk
komoditi bahan makanan.
Untuk diketahui, inflasi di
Provinsi Kaltara (Kota Tarakan) dipengaruhi oleh peningkatan indeks harga pada
kelompok bahan makanan yaitu sebesar 2,23 persen. Kemudian kelompok
transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 1,99 persen, kelompok
makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,74 persen. Selanjutnya,
kelompok kesehatan sebesar 0,46 persen, kelompok sandang sebesar 0,17 persen,
serta kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 0,07 persen.
Sementara itu untuk kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar
mengalami penurunan indeks sebesar -0,26 persen.
Berdasar rilis BPS juga, inflasi
Kaltara merupakan salah satu yang tertinggi di Indonesia. Bahkan lebih tinggi
dari level inflasi nasional yang sebesar 0,32 persen. Disebutkan dalam rilisnya
BPS, dari 82 kota pantauan IHK nasional, pada Januari 2019 sebanyak 73 kota
mengalami inflasi dan 9 kota lainnya mengalami deflasi. Inflasi tertinggi
terjadi di Kota Tanjung Pandan, Provinsi Bangka Belitung sebesar 1,23 persen
dan terendah terjadi di Kota Pematang Siantar, Sumatera Utara sebesar 0,01
persen. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Kota Tual sebesar -0,87 persen
dan terendah di Kota Merauke yaitu sebesar -0,01 persen. (humas)



Komentar Anda: