WORKSHOP : Gubernur Kaltara
Dr H Irianto Lambrie berfoto bersama panitia dan peserta Workshop Eksekutif
Strategi 2019 Region IX Kalimantan, Jumat (8/3) lalu.
|
BALIKPAPAN | penakaltara.com, Gubernur Kalimantan Utara
(Kaltara) Dr H Irianto Lambrie, mendapatkan penghormatan sebagai pembicara
eksternal dalam acara Workshop Eksekutif Strategi 2019 Region IX Kalimantan di
Gedung Landmark Lt. 7 Bank Mandiri, Balikpapan, Jumat (8/3) lalu. Selama kurang
lebih satu jam, Gubernur membeberkan tentang pengelolaan APBD Kaltara di depan
ratusan pimpinan cabang Bank Mandiri se-Kalimantan. Berikut isi pemaparannya.
IWAN SUPRIADI BANI
“Mengutip sebuah hadist
Rasulullah SAW, sebaik-baiknya manusia, adalah yang bisa memberikan manfaat
sebanyak-banyaknya untuk orang lain. Itulah niat awal yang membawa saya ke
Kaltara. Meluruskan niat, untuk
mengabdikan hidup kita supaya memberikan banyak manfaat untuk orang banyak,”
demikian disampaikan Irianto mengawali paparannya.
Gubernur mengungkapkan,
dirinya memimpin Kaltara sejak 22 April 2013. Yaitu semenjak dirinya dilantik
sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Kaltara. Sejak itu juga, kata Irianto, roda
pemerintahan Kaltara sebagai provinsi ke-34 di Tanah Air dimulai.
“Saat itu, kita tidak punya
apa-apa. Semua dari 0. Tidak punya pegawai, apalagi APBD, belum ada. Uang kita
0 rupiah pada saat saya pertama kali di Kaltara, sebagai Penjabat Gubernur,” kata Irianto.
Diawali dengan niat yang lurus, dan kerja keras, akhir pelan dan pasti, roda
pemerintahan Kaltara mulai bergerak.
“Alhamdulillah, dengan niat yang lurus, dan melalui berbagai upaya kita, sekarang Kaltara sudah mampu banyak membangun. Tak hanya dalam pengelolaan pemerintahan, tapi juga sejumlah infrastruktur telah dibangun di Kaltara. Termasuk infrastruktur di wilayah perbatasan, yang sebelumnya kurang banyak tersentuh,” katanya.
Gubernur menyebut, ada empat
kunci utama yang diterapkan dalam membangun. Yaitu, inovasi, kemampuan
networking, teknologi dan sumber daya alam yang dimiliki. “Empat kunci ini
berdasar hasil penelitian Bank Dunia selama bertahun-tahun. Dan hasilnya,
melalui 4 hal itu, banyak negara yang berhasil dan maju,” lanjut Gubernur.
Berbicara soal APBD, Irianto
mengatakan, sebagai provinsi baru, APBD
Kaltara sangat kecil. Pada 2019 ini hanya sekitar Rp 2,5 triliun. “Seperti saya
sering sampaikan, uang bukan
segala-galanya. Bukan masalah besar atau kecilnya. Tapi bagaimana dengan uang
sedikit, bisa bermnfaat untuk banyak orang. Bagaimana cara kita mengelolanya.
Itu yang terpenting. Dan ini lah yang kita lakukan di Kaltara,” ungkapnya.
Berbagai kebijakan dilakukan
dalam pengelolaan anggaran di Kaltara. Salah satunya, Gubernur menegaskan untuk
melakukan rasionalisasi anggaran. Beberapa anggaran yang kurang produktif,
seperti honor-honor kegiatan dipangkas.
Uang perjalanan dinas yang dikurangi.
“Uang yang dihasilkan dari
rasionalisasi tadi cukup besar. Kita
gunakan untuk membantu masyarakat miskin.
Kita rehab rumah masyarakat yang tidak layak, agar menjadi lebih layak.
Juga kita gunakan untuk membangun infrastruktur, memperbaiki jalan yang rusak. Memberikan
fasilitas kesehatan, pendidikan secara gratis.
Utamanya bagi masyarakat miskin,” bebernya.
Dari kebijakan ini, dengan
dikolaborasikan dengan beberapa program penanggulangan kemiskinan lainnya,
angka kemiskinan di Kaltara turun. Dari
sekitar 12 persen pada 2012, kini menjadi kurang lebih 6 persen. Hal lain yang dilakukan dalam
pengelolaan APBD, adalah dengan terus memperbaiki dan meningkatkan kualitas
pengelolaannya. Antara lain dengan memperbaiki sistem. Dari konvensional ke
arah digital, melalui sistem
online. Hal ini, menurut Gubernur,
dilakukan agar pengelolaan keuangan di Pemprov Kaltara lebih akuntabel, efisien
dan transparan.
Gubernur mengatakan, Pemprov
Kaltara juga terus melakukan upaya untuk meningkatkan pendapatan daerah. Selain dengan memaksimalkan potensi sumber
daya alam, Pemprov juga melakukan kerja sama dengan pihak lain. Salah satunya dengan perbankkan.
Di sisi lain, lanjutnya, tidak boleh hanya berharap pada
anggaran pemerintah, baik melalui APBD maupun APBN. Maka dari itu, dirinya pun berusaha
menarik investasi ke Kaltara. Dalam, jangka panjang, Kaltara merencanakan
membangun Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI), yang
terintegrasi dengan PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) yang kini sudah mulai
dibangun.
“Mungkin bukan di masa saya
ini bisa dinikmati. Tapi ini adalah untuk masa depan Kaltara. Mungkin 10 tahun ke depan baru bisa dirasakan
oleh masyarakat. Jika investasi ini
jalan, saya yakin uang puluhan triliun
akan beredar di Kaltara. Yang goalnya,
adalah kesejahteraan masyarakat,” lanjutnya.
Untuk mencapai semua itu,
tegas Gubernur, bukan hal yang mudah. Perlu kerja keras, dan kerja cerdas. “Dibutuhkan
inovasi - inovasi, serta yang tak kalah penting adalah sikap dari masyarakat
kita sendiri untuk bisa menerima dan berpikir untuk maju,” tegas Irianto.
Dan dari semua ini, imbuhnya,
sebagai pendukung Pemprov Kaltara juga perlu mempersiapkan Sumber Daya Manusia
(SDM) yang handal. “Itu juga sudah kita lakukan dengan berbagai program. Seperti pemberian beasiswa, serta menjalin
kerjasama dengan berbagai perguruan tinggi. Baik di dalam maupun luar negeri.
Tak hanya SDM, kita berusaha meningkatkan sarana infrastruktur di Kaltara,”
imbuhnya.(humas)



Komentar Anda: