![]() |
SUBSIDI : Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie didampingi Plt Kepala UPBU
Kelas 1 Utama Juwata Tarakan Budi Prayitno meresmikan penerbangan perdana SOA Penumpang
APBN 2019, Senin (25/3).
|
TARAKAN | penakaltara.com, Usulan penambahan subsidi angkutan udara
perintis penumpang bagi Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) yang diinisiasi Gubernur
Kaltara Dr H Irianto Lambrie, direalisasikan Kementerian Perhubungan (Kemenhub)
tahun ini. Dalam pengusulan itu, Gubernur beserta Bupati Nunukan dan Malinau.
Teknisnya, 19 rute subsidi penerbangan perintis penumpang
(4 rute Kaltim-15 rute Kaltara) atau juga dikenal dengan program Subsidi Ongkos
Angkut (SOA) Penumpang ini, pelaksananya adalah PT Asi Pudjiastuti Aviation
(Susi Air) di Bandara Juwata Tarakan. Selain itu, Kemenhub juga menyediakan penerbangan
subsidi perintis bahan bakar minyak (BBM) 1.354 drum dengan pelaksana PT Mega
Basana Nusantara di Bandara Malinau. Lalu, subsidi perintis kargo 2 rute yang
dalam proses lelang dan berlokasi di Bandara Juwata Tarakan.
“Alhamdulillah, tahun ini usulan penambahan subsidi
angkutan udara perintis penumpang telah dipenuhi Kemenhub. Pengusulan itu sendiri,
sejatinya merupakan tugas dan tanggung jawab kepala daerah,” kata Gubernur saat
menghadiri Penerbangan Perdana Subsidi Angkutan Udara Perintis Penumpang Tahun
Anggaran 2019 Kemenhub Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Udara di Kantor
UPBU Kelas 1 Utama Juwata Tarakan, Senin (25/3).
![]() |
| Infografis : Rute Penumpang SOA Kaltara 2019. |
Lewat program ini, manfaat besar diharapkan diperoleh
masyarakat di wilayah perbatasan Kaltara, termasuk Kaltim. Ini karena sebagian
biaya tarif tiket pesawat ditanggung oleh pemerintah. “Untuk operator
penerbangannya, sebagian biaya operasional pesawat juga ditanggung pemerintah,”
ucap Gubernur.
Tarif penumpang di program subsidi angkutan udara
tersebut, berkisar antara Rp 272 ribu hingga Rp 460 ribu per orang per trip. Sedangkan
untuk subsidi angkutan kargo, pada realisasinya akan diterbangkan 800 kilogram
per trip. “Untuk subsidi angkutan BBM, lokasinya di Bandara Malinau. Alasannya,
agar penerbangan perintis ke pedalaman dapat memaksimalkan seat yang tersedia. Dengan
begitu, pesawat perintis yang terbang dari Bandara Tarakan dapat mengisi bahan
bakar (refueling) di Malinau. Tak perlu lagi, menghemat seat karena keterbatasan
bahan bakar seperti sebelumnya,” papar Irianto.
Atas program ini, Gubernur berharap dapat dimanfaatkan
secara maksimal oleh masyarakat pedalaman. Selain itu, pihak pelaksana kegiatan
juga Kemenhub dapat meminimalisir keluhan masyarakat. “Keluhan yang masuk harus
segera direspon. Jangan dibiarkan. Ini juga berlaku kepada seluruh kepala OPD
terkait di Pemprov Kaltara,” ungkap Gubernur.
Disamping itu, Gubernur juga menginstruksikan kepada OPD
terkait untuk menetapkan barang apa saja yang perlu diangkut ke lokasi, guna
mengoptimalkan program subsidi angkutan kargo dari APBN tahun ini. Tak itu
saja, Irianto juga menginstruksikan agar dilakukan inventarisasi dan evaluasi
kelayakan bandara perintis di Kaltara untuk diterbangi.
“Selain APBN, insya
Allah dalam waktu dekat ini SOA Orang dari APBD Kaltara juga akan diluncurkan.
Kabarnya, 27 Maret ini akan tandatangan kontrak. 14 hari selambat-lambatnya
setelah penandatanganan kontrak, insya Allah akan dilakukan penerbangan
perdana,” tutup Irianto.(humas)





Komentar Anda: