Last Updated 2020-05-13T06:07:34Z
WORKSHOP : Suasana pemberian materi oleh Wakil Ketua Dewan Pers Ahmad Djauhar di Hotel Grand Tarakan Mall, Tarakan, Selasa (12/3/2019).

TARAKAN | penakaltara.com, Dewan Pers menggelar workshop pelatihan jurnalistik peliputan khusus pemilihan umum legislatif dan presiden tahun 2019 sebagai upaya dalam mendukung pemberitaan yang berkualitas tanpa harus melanggar kode etik seorang jurnalistik, Selasa, (12/319).

Menurut Wakil Ketua Dewan Pers, Ahmad Djauhar dengan keberlangsungan suasana pemilu baik pilpres dan caleg yang sudah semakin dekat, dia mendorong peningkatan kualitas peliputan media cetak dan elektronik dalam ajang pemilu caleg dan pilpres 2019 agar berimbang.

Disamping itu pemberitaan di media sekarang lebih dominan mengarah pada paslon pilpres lanjutnya, “jadi Dewan Pers mengajak supaya media juga memberikan informasi terkait caleg baik di tingkat daerah dan pusat, dengan pemberitaan yang kreatif dan mengedukasi masyarakat, hingga nantinya masyarakat tahu dan mengenal siapa yang akan mereka pilih" ucapnya. 

Sementara itu, dia juga mendorong pers dalam meliput kegiatan kepemiluan, berani menyajikan informasi para politisi yang memiliki rekam jejak bagus. Hal tersebut disampaikan Ahmad Djuhar dalam pelatihan jurnalistik dalam rangka peliputan legislatif dan Presiden di Hotel Grand Tarakan Mall.

Selain itu, dimateri lain yang diberikan oleh Jimmy Silalahi Wakil Ketua Bidang Hukum Dewan Pers. menurut Jimmy para wartawan mesti waspada menggunakan informasi dari media sosial, sembari tetap melakukan verifikasi atas kebenaran faktualnya dan tetap melakukan konfirmasi.

"Hal ini untuk mencegah munculnya hoaks, jadi intinya jurnalisme adalah verifikasi. Berita pemilu ini nantinya bisa menjadi sumber inspirasi bagi calon dan publik, bisa menjadi forum sehat pertukaran pikiran atau ide, sehingga bukan media propaganda", katanya
 
Dia mengibaratkan hoax atau disinformasi tersebut seperti hantu yang dimana bisa merusak pemberitaan yang diterima oleh masyarakat, kita para wartawan jangan sampai memberitakan berita bohong kepada masyarakat 

“Kita harus mencegah peredaran berita bohong tersebut, perlu kita lakukan edukasi kepada masyrakat melalui pemberitaan untuk mereka lebih mengenali berita hoax tersebut sehingga masyrakat bisa memilah dan memilih berita yang akurat"imbuhnya. 

(Goklas Tambun)
Bagikan:

Redaksi

Komentar Anda: