![]() |
| WORKSHOP : Suasana pemberian materi oleh Wakil Ketua Dewan Pers Ahmad Djauhar di Hotel Grand Tarakan Mall, Tarakan, Selasa (12/3/2019). |
TARAKAN | penakaltara.com, Dewan Pers menggelar workshop pelatihan jurnalistik peliputan khusus
pemilihan umum legislatif dan presiden tahun 2019 sebagai upaya dalam mendukung
pemberitaan yang berkualitas tanpa harus melanggar kode etik seorang
jurnalistik, Selasa, (12/319).
Menurut Wakil Ketua Dewan Pers, Ahmad Djauhar dengan keberlangsungan suasana pemilu baik pilpres dan caleg yang sudah semakin dekat, dia mendorong
peningkatan kualitas peliputan media cetak dan elektronik dalam ajang pemilu
caleg dan pilpres 2019 agar berimbang.
Disamping itu
pemberitaan di media sekarang lebih dominan mengarah pada paslon pilpres lanjutnya, “jadi Dewan Pers mengajak supaya media juga
memberikan informasi terkait caleg baik di tingkat daerah dan pusat, dengan
pemberitaan yang kreatif dan mengedukasi masyarakat, hingga nantinya masyarakat
tahu dan mengenal siapa yang akan mereka pilih" ucapnya.
Sementara itu, dia juga
mendorong pers dalam meliput kegiatan kepemiluan, berani menyajikan informasi
para politisi yang memiliki rekam jejak bagus. Hal tersebut disampaikan Ahmad Djuhar dalam
pelatihan jurnalistik dalam rangka peliputan legislatif dan Presiden di
Hotel Grand Tarakan Mall.
Selain itu, dimateri lain yang diberikan oleh Jimmy Silalahi Wakil Ketua Bidang Hukum Dewan Pers. menurut Jimmy para wartawan mesti waspada menggunakan informasi dari media sosial, sembari tetap melakukan verifikasi atas kebenaran faktualnya dan tetap melakukan konfirmasi.
"Hal ini untuk mencegah munculnya hoaks,
jadi intinya jurnalisme adalah verifikasi. Berita pemilu ini nantinya
bisa menjadi sumber inspirasi bagi calon dan publik, bisa menjadi forum sehat
pertukaran pikiran atau ide, sehingga bukan media propaganda", katanya
Dia mengibaratkan hoax atau disinformasi
tersebut seperti hantu yang dimana bisa merusak pemberitaan yang diterima oleh
masyarakat, kita para wartawan jangan sampai memberitakan berita bohong kepada
masyarakat
“Kita harus mencegah peredaran berita bohong tersebut, perlu kita lakukan edukasi kepada masyrakat melalui pemberitaan untuk mereka lebih mengenali berita hoax tersebut sehingga masyrakat bisa memilah dan memilih berita yang akurat"imbuhnya.
(Goklas Tambun)
“Kita harus mencegah peredaran berita bohong tersebut, perlu kita lakukan edukasi kepada masyrakat melalui pemberitaan untuk mereka lebih mengenali berita hoax tersebut sehingga masyrakat bisa memilah dan memilih berita yang akurat"imbuhnya.
(Goklas Tambun)




Komentar Anda: