Last Updated 2019-04-05T01:30:17Z
Ekonomi Kreatif : Bimbingan Teknis Komunikasi Praktis Promosi Produk kreatif  dengan Anggota Komisi  X DPR RI Ir. Hertijah Sjaifuddin,MPP,PHD, dari (Fraksi Partai Golkar),KADIS DISPERINDAKOP dan UKM Drs. Tajuddin dan juga bersama dengan Kelas Penyiar Indonesia Daud Tobing  dan Dixon Saragih di Hotel Grand Tarakan Mall, Kamis, (04/04/19).
TARAKAN | penakaltara.com, Dalam rangka memajukan produk kreatif di Indonesia, Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) mengadakan Bimbingan Teknis (BIMTEK) Komunikasi Praktis Promosi Produk kreatif  dengan Anggota Komisi  X DPR RI Ir. Hertijah Sjaifuddin,MPP,PHD, dari (Fraksi Partai Golkar), KADIS DISPERINDAKOP dan UKM Drs. Tajuddin dan juga bersama dengan Kelas Penyiar Indonesia Daud Tobing  dan Dixon Saragih di Hotel Grand Tarakan Mall, Kamis, (04/04/19). Dalam kegiatan tersebut diikuti oleh UKM yang berada dikota tarakan dan bahkan ada juga yang datang dari kab. Bulungan dan Nunukan.

Dalam kegiatan tersebut Fahmi Akmal selaku PLT Badan Ekonomi Kreatif, mengatakan Dewasa ini kita masih mengandalkan sumber daya alam sebagai sumber utama devisa Negara, yang lambat laun makin menipis dan tidak dapat diperbaharui dalam waktu yang singkat, pun demikian dengan sektor pertanian, industri dan telekomunikasi yang sudah mendekati titik jenuh dan sulit untuk tumbuh signifikan dan hal ini tidak hanya dialami oleh Indonesia, namun juga dialami oleh Negara-negara yang selama ini mengandalkan devisa dari sektor-sektor tersebut, maka sudah selayaknya mencari sumber baru yang potensial untuk kita kembangkan menjadi kekuatan baru ekonomi masa depan Negara kita.

Ekonomi kreatif adalah salah satu sumber baru berpotensi untuk kita jadikan ekonomi Indonesia dimasa depan, selain itu dari 16 sub sektor yang ada, terdapat 3 sub sektor yang memberikan kontribusi terbesar yaitu sektor kuliner sebesar 41,4%, fashion 18%, dan kriya 15,4%. Sehingga sub sektor tersebut menjadi subsektor unggulan yang perlu didorong untuk menembus pasar mancanegara.

Selain 3 sub sektor ini BEKRAFT memprioritaskan 3 sub sektor lain yaitu film yaitu aplikasi dan permainan dan musik dan bila sudah berhasil dikembangkan dan ditingkatkan bisa memberikan multiplayer effect bagi sektor-sektor perekonomian yang baik. Angka ini masih sangat mungkin untuk kita tingkatkan, lanjutnya dalam sesi membuka acara Bimtek tersebut.

“Syaratnya setiap daerah di Indonesia terus berusaha meningkatkan kontribusi ekonomi kreatifnya, dengan begitu produk dan jasa ekonomi kreatif di Indonesia bukan hanya mampu menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia namun juga bersejajar dengan produk ekonomi kreatif Negara-negara lain” lanjut Fahmi.

Untuk itu kita berusaha menciptakan terwujudnya ekosistem yang dapat menunjang berkembangnya ekonomi kreatif, “ekosistem yang dimaksud adalah sinergi antara akademisi yaitu pihak-pihak yang mengedukasi para ekonomi kreatif baik melalui jalur kurikulum penelitian formal maupun non formal” ungkap Fahmi.

Bisnis didunia usaha yang tidak hanya dapat membantu akses forward backward linkages pelaku namun juga berperan sebagai mentor dan melakukan kegiatan research untuk mengetahui trand pasar kedepan. Selanjutnya komunitas tersebut sebagai tempat para pelaku ekonomi kreatif saling bertukar ide, pengalaman dan jejaring. Pemerintah pusat dan daerah dengan menerbitkan regulasi yang terkait dengan pengembangan ekonomi kreatif, berikutnya yang tidak kalah penting adalah media yang turut mengambil bagian dalam mempromosikan produk ekonomi kreatif.

“kita harus mampu mengenali keunggulan produk serta mengkomunikasikannya dengan baik, komunikasi merupakan aspek yang sering kali terlewatkan dalam upaya kita memasarkan produk kretif untuk itulah dalam Bimtek ini kita akan bersama menggali dan mengenal beberapa cara melakukan komunikasi yang baik”, sehingga harapannya target yang kita sasar dapat tercapai kata Fahmi.

Dalam kesempatan ini kami mengajak pelaku-pelaku ekonomi kreatif terbaik dari kota tarakan untuk menjadi bagian dalam kegiatan-kegiatan yang diselengarakan oleh Badan Ekonomi Kreatif, Tutup Fahmi
Anggota Komisi  X DPR RI Ir. Hertijah Sjaifuddin,MPP,PHD dari (Fraksi Partai Goklar)
Lanjut lagi dalam kegiatan tersebut Anggota Komisi  X DPR RI Ir. Hertijah Sjaifuddin,MPP,PHD dari (Fraksi Partai Goklar) mengatakan "kita inikan daerah perbatasan, jadi ada 2 sisi yaitu dalam lingkaran luar negeri dan dalam negeri, produk kaltara itu sebenarnya punya prospek dipasarkan kepada masyarakat indonesia dari kota, kabupaten dan propinsi lain tapi juga untuk masyarakat diluar negeri, itu mungkin punya karakter yang beda, punya selera yang beda,tuntutan yang berbeda juga.Nah nanti itu kita bahas. cuman hari ini hanya pemanasan saja bisa jadi nanti ada kelanjutan Bimteknya bahkan hingga pendampingan fasilitas-fasilitas" .
Terlihat Ir. Hertijah Sjaifuddin,MPP,PHD bersama Fahmi Akmal selaku PLT Badan Ekonomi Kreatif sedang melihat Produk-produk Ekonomi Kreatif Kaltara
"sekarang kan udah terungkap dulu, banyak produknya udah ada apa saja, ternyata udah banyak produknya, jadi kita bukan semata-mata memasarkan, tetapi juga mengenai keberlanjutan. Kelebihan kita apa dan kekuatan kita apa, kita pahami dlu kekuatan kita punya apa, saingan kita juga apa juga, kita kan punya saingan seperti malaysia dan negara-negara luar, yang penting bagaimana kekuatannya Kaltara ini bisa menjadi pengungkit ekonomi supaya Kaltara sebagai Provinsi baru percaya diri bahwa banyak hal yang bisa kita jual dan dagangkan" lanjut Hertijah

Produk-produk seperti tadi "Kepiting, beras, garam dan produk-produk lainya, yang bahkan juga kita bikin nilai tambahnya kembali kepada kita" mengenai story Telling, Branding tujannya merupakan meningkatkan nilai tambahnya Kita bukan sekedar menjual.

Terkait mengenai permasalahan mengenai Lokasi Kaltara,Logistik, Transportasi, dan infrastruktur yang membuat  biaya Cargo mahal Hertijah mengatakan ini merupakan PR bagi kami supaya lebih sama mudahnya dengan daerah lain."saya sangat yakin bahwa anak muda Kaltara ini Kreatif, makanya senang BEKRAFT ini bisa hadir di Kaltara" kata Hertijah.

Dalam kegiatan tersebut dilakukan pemberian materi tentang bagaimana memasarkan dan menjual produk dengan cara public speaking, branding dan story telling. sehingga para pelaku usaha ekonomi kreatif bisa percaya diri dengan produknya dan mampu memasarkan didalam negeri hinga keluar negeri.

Goklas Tambun
Bagikan:

Redaksi

Komentar Anda: