RAPAT STAF : Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie saat
memimpin rapat staf, Senin (1/4).
|
TANJUNG SELOR | penakaltara.com, Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H
Irianto Lambrie akan menerbitkan surat edaran tentang percepatan pelaksanaan
pelelangan pengadaan barang/jasa pemerintah tahun 2019. Edaran ini ditujukan kepada
seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Provinsi
(Pemprov) Kaltara.
Edaran itu, akan menegaskan instruksi Gubernur mengenai
kewajiban kepala OPD untuk menyampaikan dokumen pelelangan kepada pihak
pelaksana pelelangan dalam waktu selambat-lambatnya 2 minggu sejak edaran
disampaikan. “Apabila sampai batas waktu yang ditentukan ternyata tidak juga diserahkan
maka kegiatannya dibatalkan. Terkecuali dengan izin Gubernur,” kata Irianto
saat memimpin rapat staf di ruang pertemuan lantai 1 Kantor Gubernur Kaltara,
Senin (1/4).
Pernyataan tersebut, bersandar pada fakta bahwa hingga
April ini, belum ada program kegiatan yang telah ditandatangani kontrak
kerjanya oleh Gubernur. Sesuai data Biro Pembangunan Sekretariat Provinsi
(Setprov) Kaltara, hingga akhir Maret lalu ada 16 OPD dengan 365 Pejabat
Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) yang mengajukan pelelangan.
Sementara, jumlah paket
kegiatan yang telah masuk kedalam aplikasi Sistem Informasi Rencana Umum
Pengadaan (SiRUP) sebanyak 119 kegiatan. “Dari itu, 30 paket kegiatan sudah
selesai tender dan telah ditetapkan pemenangnya. Sementara itu, 42 paket dalam
proses evaluasi, dan 2 paket harus tender ulang,” jelas Gubernur.
Sekaitan
dengan realisasi kegiatan, Gubernur juga memberikan perhatian terhadap rencana
pembebasan lahan untuk pembangunan Kota Baru Mandiri (KBM) Tanjung Selor. “Untuk
pembebasan lahan ini, saya pastikan telah sesuai dengan undang-undang. Disini,
Pemprov hanya bertugas menyediakan anggaran, dan yang melakukan pembebasan
adalah BPN (Badan Pertanahan Nasional),” ungkap Irianto.
Gubernur
juga menyinggung persoalan pembangunan RSUD Tipe B Tanjung Selor yang mengandalkan
pinjaman PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). “Dalam pelaksanaannya nanti,
anggaran yang diperoleh jangan hanya dimanfaatkan untuk membangun fisik saja.
Tapi juga harus mampu menyediakan peralatan medisnya, juga sarana penunjang
lainnya,” ujar Gubernur. Tak itu saja, Irianto pun berharap pada tahun ini
pembangunan fisik Pelabuhan Tengkayu II harus tuntas.(humas)



Komentar Anda: