![]() |
| PELAYARAN RAKYAT : Kepala Dishub Kaltara Taupan Madjid, saat meninjau Kapal Pelra yang dihibahkan oleh Kemenhub, Senin (15/4). |
TANJUNG SELOR | penakaltara.com, Kementerian
Perhubungan (Kemenhub) kembali memberikan bantuan hibah kapal pelayaran
Indonesia (Pelra) kepada pemerintah daerah. Salah satu daerah yang mendapatkan
bantuan adalah Provinsi Kaltara.
Kepala Dinas Perhubungan
(Dishub) Provinsi Kaltara Taupan Madjid mengungkapkan, dari tiga kapal itu, dua
diantaranya akan didistribusikan ke Kabupaten Tana Tidung dan Kabupaten
Nunukan. Sedangkan satunya akan dikelolah oleh Pemprov Kaltara. “Penggunaan
Kapal Pelra ini nantinya sebagai angkutan orang dan barang,” jelas Taupan,
Senin (15/4).
Penyerahan kapal dengan
ukuran 35 gross tonage (GT) itu diserahkan langsung oleh Menteri Perhubungan,
Budi Karya Sumadi kepada sejumlah daerah. Taupan menyebutkan, kapal ini jarak
dekat ini memiliki kapasitas angkut 24 penumpang dengan kecepatan 9 knot. “Kapal
ini juga dapat mengangkut 10 ton barang, dengan 5 orang awak kapal. Nantinya
Kapal ini berfungsi sebagai pengangkut barang dan orang dengan jarak dekat,” katanya.
Taupan mengungkapkan,
sebelum mendapatkan hibah kapal dari Kemenhub. Pemerintah daerah terkait, seperti
Kabupaten Nunukan dan Tana Tidung sudah menyampaikan usulan ke pemerintah
pusat. Ia menyebutkan, pertimbangan Kaltara mendapatkan 3 unit itu, karena
letak geografis provinsi termuda di Indonesia ini berada di perbatasan.
“Untuk
penggunaannya nanti, akan ada penyerahan terlebih dahulu dari Pemprov Kaltara
ke Pemkab Nunukan dan KTT, setelah itu nanti daerah yang akan mengelolanya,” bebernya.
Sementara itu, Menhub Budi
Karya Sumadi dalam sambutannya menjelaskan, pembagian kapal ini selain untuk
meningkatkan konektivitas juga untuk mengembalikan dan meningkatkan kearifan
lokal Kapal Phinisi yang dikenal dengan ketangguhan mengarungi samudra. Namun
demikian, dalam perkembangannya pemerintah berupaya untuk mengembangkan kapal
baik dari sisi desain agar lebih efisien dan memiliki daya tahan lebih kuat.
“Pemerintah
tentu berharap agar kapal tersebut memberikan dampak sosial ekonomi kepada
masyarakat yang pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan,” imbuhnya.
Budi berharap agar pemerintah
daerah yang menerima kapal bisa mengelola dan memanfaatkan dengan baik,
sehingga bisa meningkatkan konektivitas antar daerah baik untuk kepentingan
penumpang maupun barang.
Sementara itu, Direktur
Jenderal (Dirjen) Perhubungan Laut Kemenhub Agus H Purnomo mengatakan, sebanyak
12 unit kapal pelayaran rakyat (pelra) tersebut memiliki ukuran 35 GT, dari
yang pada tahun sebelumnya juga telah menyerahkan 24 unit kapal Pelra kepada pemerintah
daerah.
Pada Tahun Anggaran 2018,
Kemenhub telah menyelesaikan pembangunan 94 unit kapal pelra yang seluruhnya
akan dan sudah dihibahkan kepada pemerintah daerah, yang membutuhkan akses
konektivitas. Agus mengingatkan keselamatan pelayaran harus tetap menjadi
prioritas dan diharapkan agar semua pihak dapat bersama-sama mewujudkannya
karena keselamatan pelayaran adalah tanggung jawab bersama.
Kapal Pelra yang dibangun
oleh Kemenhub telah dilengkapi dengan fasilitas peralatan keselamatan yang
cukup modern dan lengkap, seperti perlengkapan keselamatan seperti jaket
keselamatan, perlengkapan pencegahan kebakaran, perlengkapan navigasi, radio
komunikasi dan pencegahan pencemaran, serta tetap memperhatikan aspek
kenyamanan penumpang.
Pemerintah akan terus
menggulirkan program pembangunan kapal Pselra, karena masih banyak daerah yang
membutuhkan, serta banyaknya pelabuhan yang tidak bisa melayani kapal besar.(humas)




Komentar Anda: