TANJUNG SELOR | penakaltara.com, Salah satu tantangan dalam pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak 2019
di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), utamanya di Kabupaten Bulungan adalah
kesinambungan pasokan listrik dan jaringan internet.
Menyikapi masalah ini,
Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie menginstruksikan kepada Kepala Badan
Kesatuan Bangsa dan Politik (Badan Kesbangpol) untuk berkoordinasi dengan pihak
PT PLN (Persero) untuk tidak memadamkan listrik pada hari H hingga rekapitulasi
penghitungan surat suara selesai dilakukan penyelenggara pemilu.
“Banyak
kegiatan di hari H, utamanya di TPS (Tempat Pemungutan Suara) yang mengandalkan
pasokan listrik. Mulai pengeras suara, hingga penerangan di TPS. Sebab,
dikhawatirkan penghitungan surat suara di TPS bakal mencapai malam hari.
Lantaran, banyaknya surat suara yang dihitung,” kata Gubernur, Minggu (14/4).
Dikabarkan
juga bahwa pihak penyelenggara pemilu, dalam hal ini KPUD Provinsi Kaltara pun
berkoordinasi dengan PT PLN (Persero) untuk tidak melakukan pemadaman listrik
di wilayah Bulungan selama proses pencoblosan berlangsung di tiap TPS. “Di
Bulungan ini, menurut data KPUD Kaltara ada 436 TPS. Untuk itu, PLN diminta
KPUD dan Pemprov Kaltara untuk dapat memastikan listrik aman selama proses
pencoblosan hingga rekapitulasi penghitungan surat suara di TPS usai,” jelas
Irianto.
Tak itu saja,
Pemprov dan KPUD Kaltara juga meminta kepada pihak penyedia jasa layanan
telekomunikasi, PT Telkom untuk dapat memberikan jaminan kestabilan jaringan internet
selama puncak kegiatan Pemilu Serentak 2019 berlangsung. “Selain listrik, dalam
pemilu kali ini, dibutuhkan juga kestabilan jaringan internet. Karena, laporan
kegiatan di TPS, mulai pencoblosan hingga rekap penghitungan surat suara akan
disampaikan secepatnya oleh pihak yang bersangkutan. Baik petugas TPS, maupun
para saksi yang ada,” tutur Gubernur.
Diinformasikan, permasalahan kelistrikan dan jaringan telekomunikasi pada hari H Pemilu Serentak 2019 di Kabupaten Bulungan, juga telah disampaikan Pemprov Kaltara kepada KPU RI pada rapat koordinasi persiapan Pemilu Serentak 2019 di tingkat pusat, beberapa waktu lalu. “Di kesempatan itu, Pemprov meminta kepada KPU RI untuk memberitahukan kepada Direktur PLN dan PT Telkom agar siaga dalam pelaksanaan Pemilu untuk deteksi dan cegah dini persoalan di hari H,” urai Irianto.
![]() |
| Infografis : Pemilu serentak di Kaltara. |
Selain itu,
Gubernur juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan hal-hal yang
melanggar aturan penyelenggaraan pemilu yang aman, damai dan jujur. Hal
tersebut disampaikan Irianto saat menjadi pembina Apel Patroli Pengawasan Anti
Politik Uang pada Tahapan Masa Tenang Pemilu 2019 di Taman Berkampung, Kota
Tarakan, Jumat (12/4).
“Sejauh ini, pelaksanaan pesta demokrasi tahun ini
berlangsung sukses dan damai. Di hari H nanti, saya juga berharap penggunaan
hak pilih dapat terlaksana dengan baik dan jujur, bebas dari intervensi pihak
manapun. Termasuk money politic dan hoaks,” jelas Gubernur.
Dalam pemenuhan
haknya tersebut, Irianto berharap pemilih dapat memilih presiden dan wakil presiden
serta wakil rakyat yang terbaik, sesuai hati nurani masing-masing.(humas)





Komentar Anda: