RENCANA STRATEGIS : Kepala Bappeda-Litbang
Kaltara Datu Iqro Ramadan dan Kepala DPUPR-Perkim Kaltara Suheriyatna menjadi
narasumber Respons Kaltara, Selasa (21/5).
|
TANJUNG SELOR | penakaltara.com, Rencana Strategis
Kaltara 2020’ menjadi tema yang dibahas pada Respons Kaltara (ResKal), Selasa
(21/5) sore. Untuk membahas tema lebih jauh, hadir 2 narasumber berkompeten
yakni Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan
(Bappeda-Litbang) Provinsi Kaltara Datu Iqro Ramadan serta Kepala Dinas
Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPR-Perkim)
Kaltara Suheriyatna.
Disebutkan Datu Iqro, Pemerintah
Provinsi (Pemprov) Kaltara menyampaikan rekapan usulan dalam Musyawarah
Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2019 melalui aplikasi Krisna
Selaras untuk proyek prioritas nasional sebanyak 236 usulan, dan non proyek
prioritas nasional (pilihan) sebanyak 158 usulan. “Usulan tersebut tersebar pada
5 prioritas nasional (PN). Yakni, PN 1 Pembangunan Manusia dan Pengentasan Kemiskinan,
PN 2 Infrastruktur dan Pemerataan Wilayah, PN 3 Nilai Tambah Sektor Riil,
Industrialisasi, dan Kesempatan Kerja, PN 4 Ketahanan Pangan, Air, Energi, dan Lingkungan
Hidup, serta PN 5 Stabilitas Pertahanan dan Keamanan,” kata Datu Iqro.
Pemprov Kaltara sendiri,
pada PN 1 mengajukan 48 usulan proyek prioritas nasional dan 61 usulan non
proyek prioritas nasional (pilihan). Lalu, pada PN 2, Kaltara mengajukan 76
usulan proyek prioritas nasional dan 8 usulan non proyek prioritas nasional. PN
3, diajukan 33 usulan proyek prioritas nasional dan 38 usulan non proyek
prioritas nasional. PN 4, Kaltara mengajukan 69 usulan proyek prioritas
nasional dan 49 usulan non proyek prioritas nasional. Dan, PN 5, diajukan 10
usulan proyek prioritas nasional dan 3 usulan non proyek prioritas nasional.
Sementara itu, Kepala DPUPR-Perkim Kaltara Suheriyatna menyebutkan, guna mempercepat kemajuan Kaltara, untuk saat ini pembangunan infrastruktur masih perlu dikedepankan. Baik ketersediaan akses jalan, pembangkit listrik, perkantoran dan lainnya. “Untuk mempercepat pembangunan di Kaltara, infrastruktur yang dibangun tersebut sedianya harus mampu menunjang kegiatan investasi yang ada. Jadi, kuncinya ada pada investasi,” ujar Suheriyatna. (humas)



Komentar Anda: