![]() |
| Penyerahan bantuan sosial dan hibah kepada beberapa organisasi dan tempat ibadah di Sebatik (humasprovkaltara) |
TANJUNG SELOR | penakaltara.com, Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto Lambrie bakal menerbitkan instruksi
terkait pengelolaan keuangan daerah yang kredibel, akuntabel dan transparan.
Instruksi ini akan ditujukan kepada seluruh kepala daerah di wilayah Kaltara
untuk dapat diterapkan dalam pengelolaan keuangan daerah masing-masing.
Ini
disampaikan Gubernur pada lanjutan Safari Ramadan 1440 Hijriah/2019 Masehi di
Pulau Sebatik, Rabu dan Kamis (29-30/5). Irianto
memastikan, tingkat kepedulian pemerintah, utamanya kepala daerah terhadap
pemanfaatan keuangan daerah yang tepat menjadi kunci keberhasilan pembangunan
di daerah itu. “Pemprov Kaltara dalam pengelolaan
keuangannya, selalu berupaya untuk memprioritaskan pada kegiatan yang produktif
dan bermanfaat langsung bagi masyarakat. Dan, hasilnya sejumlah pencapaian
prestasi pun diraih. Ini bonus,” tuturnya.
Teranyar,
Kaltara dalam pengelolaan keuangannya, mampu membawa pencapaian yang luar biasa
dengan raihan 5 kali berturut-turut Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk
Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) sejak 2014-2018. “Insya Allah, apabila memungkinkan dan
kebijakannya tak berubah maka Kaltara bisa mendapatkan DID (Dana Insentif
Daerah) sebesar Rp 50 miliar. DID ini nantinya akan digunakan untuk membiayai
pembangunan di Kaltara, termasuk memberikan santunan bagi warga kurang mampu
dan membiayai pembangunan fasilitas sosial seperti panti asuhan, pondok
pesantren dan lainnya,” jelas Irianto.
Berkaca
dari keberhasilan Pemprov Kaltara tersebut, Irianto pun mengajak kepada seluruh
kepala daerah di Kaltara untuk tidak menyia-yiakan anggaran daerahnya pada
kegiatan yang kurang produktif. “Pastikan
anggaran daerah merepresentasikan aspirasi warga. Perwujudannya lewat kegiatan
yang membantu warga kurang mampu, pendanaan kesehatan bagi warga kurang mampu
seperti pembayaran iuran BPJS Kesehatan, dan lainnya,”
ungkap Gubernur.
Irianto
mempercayai, apabila pemimpin tak peduli warga miskin, yatim piatu, terlantara
maka Allah akan murka dan musibah besar akan menimpa Kaltara. “Begitu banyak
cerita mengenai murka Allah karena pembiaran atas nasib warga kurang mampu.
Jangan sampai di Kaltara terjadi hal tersebut,” tutupnya. (humas)




Komentar Anda: