RAMP CHECK :
Kegiatan ramp chek kendaraan umum di PKB Bulungan, Selasa (21/5).
|
TANJUNG SELOR | penakaltara.com, Untuk menjamin kelancaran dan keselamatan para pengguna angkutan umum jelang arus
mudik dan balik lebaran Idulfitri 1440 Hijriah, Pemprov Kaltara melalui Dinas
Perhubungan (Dishub), melakukan inspeksi keselamatan atau ramp check terhadap
seluruh kendaraan umum yang akan digunakan untuk transportasi lebaran.
Kegiatan inspeksi
keselamatan terhadap angkutan penumpang dilaksanakan di dua tempat, yakni di
Bulungan dan Kota Tarakan. “Untuk angkutan darat ramp check kita lakukan kepada
Bus Damri di PKB Bulungan. Sementara ramp check angkutan perairan, Speedboat dilaksanakan
di Pelabuhan Tengkayu Tarakan,” ujar Taupan Madjid, Kepala Dishub Kaltara.
Dengan
melibatkan petugas atau penguji dari Dinas Perhubungan Kabupaten/Kota,
pengecekan secara menyeluruh dilakukan terhadap seluruh kendaraan. Selanjutnya,
setiap angkutan umum yang sudah diinspeksi, dan telah dinyatakan layak jalan
akan ditempel stiker layak jalan. “Kalau yang belum ada stikernya, berarti
belum layak jalan karena belum diinspeksi,” lanjut Taupan.
Taupan
menjelaskan, pelaksanaan inspeksi keselamatan terhadap angkutan umum ini,
dilakukan atas dasar pada Surat Edaran (SE) Dirjen Perhubungan Darat No. AJ.201/2/2DRJD/2019, perihal Pelaksanaan Inspeksi Keselamatan (Rampcheck) dalam
rangka persiapan angkutan lebaran tahun 2019. “Berdasarkan
SE ini lah maka kita gelar inspkesi. Bekerjasama dengan Dirlantas Polda
Kaltara, Dishub Kabupaten Bulungan, dan PT Jasa Rahaja (Persero) kita lakukan
inspeksi kepada 6 Bus Damri yang beroperasi di Kaltara,” ungkapnya.
Selain
angkutan darat, persiapan jelang lebaran juga dilakukan pada jalur perairan.
Ramp Check dilakukan kepada kiranya kepada 60 speedboat reguler yang beroperasi
di wilayah Kaltara. Ramp Check terpusat di Tarakan sebab semua speedboat yang
ada di Kaltara berlabuh di Tarakan.
Dalam
prosesnya, imbuh Taupan, banyak komponen kendaraan yang diperiksa. Salah
satunya dokumen serta alat keselamtan yang ada di dalam speedboat. Seperti, lifejacket,
alat komunikasi, dan alat pemadam api atau apar.
“Kita juga melakukan pemeriksaan kesehatan, termasuk tes urine bagi para motoris dan ABK. Bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltara kita lakukan pemeriksaan kepada 60 motoris dan 40 Anak Buah Kapal atau ABK. Jika dalam pemeriksaan motoris terbukti menggunakan narkoba, akan kita beri sanksi tegas. Dengan tidak diizinkannya untuk berlayar,” tutupnya. (humas)



Komentar Anda: