Rubrik "IDUL FITRI"
Tampilkan postingan dengan label IDUL FITRI. Tampilkan semua postingan
Last Updated 2019-06-10T05:30:54Z
IDULFITRI : Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie melakukan salat Ied dan open house pada perayaan Idulfitri 1440 H, belum lama ini.
TANJUNG SELOR | penakaltara.com, Hari Raya Idulfitri 1440 Hijriah merupakan momentum untuk merekatkan kembali silaturahmi, kasih sayang, seraya bermaaf-maafan bagi umat muslim, termasuk bersama seluruh warga Kalimantan Utara (Kaltara). Demikian pesan yang disampaikan Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie pada saat hadir bersama ribuan jamaah salat Ied di Masjid Agung Istiqomah, Tanjung Selor, Rabu (5/6). 

Pemprov Kaltara, ungkapnya terus mengupayakan agar masyarakatnya untuk hidup lebih baik. “Untuk itu, kita perlu saling mendukung demi mewujudkan cita-cita Kaltara yang maju dan terdepan,” katanya.
Meski baru berusia 6 tahun, dikatakan Gubernur, Kaltara telah menorehkan banyak keberhasilan pembangunan. Meski belum semua terpenuhi, beberapa infrastruktur sudah dapat dinikmati masyarakat.

Selain melalui program-program pembangunan yang sudah dilakukan, dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Pemprov Kaltara juga terus mendorong Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kaltara sebagai lembaga pengelola zakat untuk terus membantu pengentasan kemiskinan. 

“Kita ada program Kaltara Berzakat yang di dalamnya mengajak ASN khususnya beragama Islam untuk membayar zakat. Hal itu pun adalah kewajiban bagi seorang muslim,” sebut Irianto.

Berbekal spiritualitas Ramadan yang telah dilewati, Gubernur mengajak masyarakat menjadikan Hari Raya Idulfitri sebagai tekad untuk saling menguatkan agar tidak terjerumus lagi ke dalam dosa-dosa pernah atau pun belum dilakukan. “Saya harap momen Idulfitri ini sebagai pelebur dosa, menebarkan kasih sayang dengan saling mengunjungi dan bersilaturahmi,” ungkap Irianto.

Sementara itu, usai menunaikan salat Ied, bertempat di Rumah Jabatan di Jl Enggang, Tanjung Selor, Gubenur bersama keluarga, serta Wakil Gubernur dan Sekretaris Provinsi, menggelar open house.

Tampak hadir para pejabat, tokoh masyarakar, seluruh kepala organisasi pemerintah daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Kaltara dan masyarakat umum. Dalam kesempatan itu, Irianto kembali mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momentum Idulfitri 1440 H/2019 M sebagai sarana merekatkan kembali silaturahmi dengan menyambung kasih sayang, seraya bermaaf-maafan antara sesama warga Kaltara. 

“Selain mempererat tali silaturahmi dengan kerabat, saya berharap hal ini juga dapat meluas sehingga dapat menjadi berkah bagi bangsa ini, terutama di Kaltara,” ungkap Irianto. 

Tak hanya open house, Gubernur juga menyempatkan melakukan kunjungan silaturahmi ke kediaman beberapa pejabat dan tokoh masyarakat Gubernur mengungkapkan, pada Idulfitri umat Islam kembali fitri dan suci. Berusahalah untuk tidak lagi menorehkan noda yang dapat merusak amal ibadah yang telah dilakukan selama bulan Ramadan. 

“Mari jadikan Hari Raya Idulfitri ini sebagai tekad untuk saling menguatkan supaya tidak terjerumus lagi ke dalam dosa yang pernah ataupun belum dilakukan,” ucap Irianto.

Pemprov Kaltara, sambung Irianto, akan terus berupaya agar masyarakatnya dapat hidup lebih baik. Maka, marilah saling mendukung dan membantu demi mewujudkan cita-cita Kaltara. Yakni, Kaltara yang semakin maju dan terdepan.

Sebelumnya, bersama Kapolda Kaltara Brigjend Pol Indrajit dan Wagub Kaltara H Udin Hianggio, Gubernur melakukan pemantauan di beberapa posko keamanan lebaran. “Alhamdulillah, secara umum semua dalam kondisi aman dan tertib,” ujarnya di sela-sela peninjuan pada Selasa (4/6) malam. (humas)
Last Updated 2019-06-04T05:38:50Z
MUDIK : Aktivitas penumpang di Bandara Juwata Tarakan, belum lama ini.
TANJUNG SELOR | penakaltara.com, Menjelang hari raya Idulfitri 1440 Hijriah atau 2019 Masehi, jumlah arus mudik penumpang berangkat, utamanya yang melalui jalur udara mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu. Berdasar hasil monitoring arus mudik lebaran yang dilakukan Dinas Perhubungan Kalimantan Utara (Kaltara), jumlah penumpang yang meninggalkan Kaltara dengan menggunakan pesawat di Bandara Juwata Tarakan, ada penurunan sebesar 26,53 persen dibanding tahun sebelumnya.

Disebutkan oleh Kepala Bidang (Kabid) Perhubungan Udara dan Perkeretaapian Dishub Kaltara Andi Nasuha, pada 2 Juni 2019  atau H – 3 menjelang lebaran, tercatat sebanyak 1.429 orang dengan menggunakan 9 maskapai yang berangkat dari Bandara Juwata Tarakan. Angka ini menurun dibandingkan pada Lebaran 2018  yang mencapai 1.945 orang dengan 16 maskapai penerbangan. 

“Demikian pula pada hasil monitoring untuk jumlah kedatangan penumpang, yang juga mengalami penurunan dibandingkan pada 2018, yakni  sebesar 39,32 persen. Tahun ini, data per H-3 kemarin jumlah penumpang yang datang 855 orang. Sementara pada 2018 pada H-3 mencapai sebanyak 1.409 orang,” kata Andi.

Andi menjelaskan, banyak faktor penyebab terjadinya penurunan jumlah arus mudik baik kedatangan maupun keberangkatan melalui jalur penerbangan. Antara lain,  berkurangnya jumlah maskapai yang melayani penerbangan ke Bandara Juwata Tarakan. Kemudian juga naiknya harga tiket yang sudah terjadi sejak awal 2019 lalu. “Dari hasil pantauan kami, harga tiket yang mahal, dan biaya bagasi juga cukup mahal sehingga banyak penumpang yang memilih moda transportasi lain,” jelasnya.

Dishub Kaltara, lanjutnya, terus melakukan monitoring. Terkhusus di bidangnya, monitoring dilakukan di sejumlah bandara yang ada di Kaltara. “Kalau untuk penumpang pesawat, paling dominasi itu dari kalangan pengusaha, dan para Aparaur Sipil Negara (ASN). Kami bersama pihak bandara akan terus memantau perkembangan arus mudik dan arus balik di Kaltara,” katanya lagi.

Terkait  jumlah keberangkatan kargo melalui Bandara Juwata Tarakan, Andi membeberkan, tahun ini juga terjadi penurunan dibandingkan 2018, yakni sebesar 51,97 persen. Berdasarkan data yang didapat, tahun lalu itu jumlah kargo sebesar 13.686 Kilogram (Kg). Sementara tahun ini hanya sebanyak 6.574 Kg.

Tak hanya di Bandara Juwata Tarakan, Andi mengatakan penurunan jumlah penumpang pada arus mudik lebaran tahun ini juga terjadi di Bandara RA Bessing Malinau. Pada 2 Juni 2019 atau H – 3 menjelang lebaran, jumlah penumpang keberangkatan menurun 4,66 persen, sedangkan pada kedatangan turun sebesar 10 persen. (humas)

//Grafiss.///
Data Monitoring Angkutan Lebaran 2019 Bandar Udara Juwata Tarakan, H-3 (2 Juni 2019) :

Kedatangan
Pesawat :
Reguler 2018 : 16 mov
Reguler 2019 : 9 mov
Pertumbuhan mov : -43,75 persen

Penumpang :
Reguler 2018 : 1.409 Orang
Reguler 2019:  855 Orang
Pertumbuhan pnp : -39,32 persen

Kargo :
Reguler 2018 : 13.686 Kg
Reguler 2019 : 6.574 Kg
Pertumbuhan Kargo :  -51,97 persen

Keberangkatan
Pesawat:
Reguler 2018 : 16 mov
Reguler 2019 : 9 mov
Pertumbuhan mov: -43,75 persen

Penumpang :
Reguler 2018 : 1.945 Orang
Reguler 2019 : 1.429 Orang
Pertumbuhan pnp: -26,53 persen

Kargo :
Reguler 2018 : 4,809 Kg
Reguler 2019 : 2.551 Kg
Pertumbuhan Kargo:  -46,95 persen

Data Monitoring Angkutan Lebaran Tahun 2018 dan Tahun 2019 Bandar Udara Malinau H-3 ( 2 Juni 2019) :

KEDATANGAN
Pesawat :
2018 : 11
2019 : 2
Pertumbuhan : - 450,00 persen

Penumpang :
2018 : 60
2019 : 54
Pertumbuhan : -10,00 persen

Kargo :
2018 : 3
2019 : 10
Pertumbuhan : 233,33 persen

KEBERANGKATAN
Pesawat :
2018 : 12
2019 : 2
Pertumbuhan: -500,00 persen

Penumpang :
2018: 150
2019: 143
Pertumbuhan: -4,66 persen

Kargo
2018 : 12
2019 : 22
Pertumbuhan : 83,33 persen

Sumber : Dishub Kaltara, 2019
Last Updated 2019-05-24T09:20:19Z
Rapat Koordinasi persiapan menjelang  hari raya Idulfitri 1440 H di Ruang Rapat Lantai I Kantor Gubernur Kaltara, Rabu (22/05).

TANJUNG SELOR | penakaltara.com, Arus mudik dan balik Lebaran, serta lonjakan permintaan barang kebutuhan masyarakat, dua hal yang paling menjadi perhatian saat Hari Raya Idulfitri 1440 Hijriah (H)/2019 Masehi (M) nanti. Atas hal itu, Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr H Irianto Lambrie meminta kepada seluruh instansi terkait di Kaltara, utamanya Organisasi Perangka Daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) untuk bersiap, sesuai bidangnya masing-masing. Hal tersebut disampaikan Irianto saat memimpin Rapat Koordinasi persiapan menjelang hari raya Idulfitri 1440 H di Ruang Rapat Lantai I Kantor Gubernur Kaltara, Rabu (22/05). 

Turut hadir dalam rapat koordinasi ini, Kapolda Kaltara Brigjen Pol Indrajit, Wakil Gubernur (Wagub), H Udin Hianggio, Dan Lantamal XI Tarakan, Dan Lanud Tarakan, perwakilan dari Kodam VI/Mulawarman, Bupati Bulungan Sudjati, Wakil Walikota Tarakan Effendhy Djuprianto, perwakilan Bupati Nunukan, Malinau, dan Tana Tidung, juga Kapolres Bulungan, dan pejabat terkait lainnya.

Terkait dengan kebutuhan bahan pokok, Gubernur menekankan pentingnya menjaga pasokan barang kebutuhan masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah, termasuk stabilitas harga yang harus diantisipasi sejak awal.   "Terutama kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan harga. Seperti bawang putih yang sempat mahal dan langka. Disperindagkop (Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi), baik provinsi dan kabupaten/kota harus mengecek ke lapangan. Apakah sudah tersedia cukup atau masih kurang? Rantai distribusinya juga harus kita cek," kata Irianto dalam rapat tersebut.

Kebutuhan pokok lain, seperti daging ayam dan telur juga perlu dipastikan persediannya. Gubernur meminta seluruh instansi mengerahkan upayanya untuk memastikan stabilitas dan ketersediaan barang kebutuhan aman hingga lebaran. “Selain Disperindagkop, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan junga harus memastikan kesiapan stok. Kemudian dalam hal distribusi, dinas perhubungan, dan instansi terkait lain-lainnya perlu memastikan kelancaran angkutannya,” kata Gubernur lagi. 
Infografis : Persiapan Arus Mudik dan Arus Balik Lebaran di Kaltara 2019.
Kemudian soal arus mudik dan arus balik Lebaran, Irianto mempercayakan Polda Kaltara, Dinas Perhubungan, serta Polres dan Dinas Perhubungan kabupaten/kota untuk melakukan langkah-langkah antisipatif. "Saya sudah dapat laporannya bahwa uji KIR dan ramp check sudah dilaksanakan sejak Selasa (21/05), secara bertahap di kabupaten/kota baik untuk kendaraan angkutan umum di darat maupun speedboat atau transportasi air lainnya," kata Gubernur.

Irianto juga meminta seluruh personel yang akan terlibat dalam pengamanan arus mudik intensif melakukan pengawasan di dermaga-dermaga, pelabuhan, dan terminal. Baik itu dari kepolisian, dinas perhubungan, dinas kesehatan, Satpol PP dan instansi lainnya. “Semua instansi yang terkait harus memastikan kesiapannya,” tegas Irianto.

Gubernur menginginkan, masyarakat yang sedang melakukan mudik lebaran, maupun aktivitas lainnya dipastikan lancar. “Jangan sampai ada kendala," tandasnya. 

Irianto menekankan, standar keselamatan dan keamanan transportasi harus ditaati juga oleh penumpang. "Masyarakat juga harus taati aturannya, ini demi keselamatan. Kalau ada yang tidak mau ikuti aturan, petugas harus menegur, menjelaskan. Jika masih tetap tidak bisa memahami, diturunkan saja, dari pada mengancam keselamatan," tegas Gubernur.

Ditambahkan, petugas dari Dinas Kesehatan juga harus siap berjaga di tempat-tempat publik maupun pos-pos terpadu yang nantinya dibentuk. Ini penting, karena petugas perlu disiapkan untuk melayani masyarakat yang mudik maupun aparat dan personel lain yang bertugas nanti.

Masih berkaitan dengan kesiapan menghadapi arus mudik dan balik lebaran, terkhusus yang melalui jalur darat, Gubernur meminta kepada instansi terkait, untuk memperhatikan jalur-jalur yang rawan mengalami kerusakan. “Dinas PUPR perlu mengkoordinasikan dengan Balai Pelaksana Jalan, perbaiki jalan-jalan yang kondisinya rusak, dan membahayakan. Kemudian dari Dishub memasang tanda peringatan,” kata Irianto lagi. (humas)
Last Updated 2019-05-22T07:32:03Z
RAMP CHECK : Kegiatan ramp chek kendaraan umum di PKB Bulungan, Selasa (21/5).
TANJUNG SELOR | penakaltara.com, Untuk menjamin kelancaran dan keselamatan para pengguna angkutan umum jelang arus mudik dan balik lebaran Idulfitri 1440 Hijriah, Pemprov Kaltara melalui Dinas Perhubungan (Dishub), melakukan inspeksi keselamatan atau ramp check terhadap seluruh kendaraan umum yang akan digunakan untuk transportasi lebaran.

Kegiatan inspeksi keselamatan terhadap angkutan penumpang dilaksanakan di dua tempat, yakni di Bulungan dan Kota Tarakan. “Untuk angkutan darat ramp check kita lakukan kepada Bus Damri di PKB Bulungan. Sementara ramp check angkutan perairan, Speedboat dilaksanakan di Pelabuhan Tengkayu Tarakan,” ujar Taupan Madjid, Kepala Dishub Kaltara.

Dengan melibatkan petugas atau penguji dari Dinas Perhubungan Kabupaten/Kota, pengecekan secara menyeluruh dilakukan terhadap seluruh kendaraan. Selanjutnya, setiap angkutan umum yang sudah diinspeksi, dan telah dinyatakan layak jalan akan ditempel stiker layak jalan. “Kalau yang belum ada stikernya, berarti belum layak jalan karena belum diinspeksi,” lanjut Taupan.

Taupan menjelaskan, pelaksanaan inspeksi keselamatan terhadap angkutan umum ini, dilakukan atas dasar pada Surat Edaran (SE) Dirjen Perhubungan Darat No. AJ.201/2/2DRJD/2019, perihal Pelaksanaan Inspeksi Keselamatan (Rampcheck) dalam rangka persiapan angkutan lebaran tahun 2019. “Berdasarkan SE ini lah maka kita gelar inspkesi. Bekerjasama dengan Dirlantas Polda Kaltara, Dishub Kabupaten Bulungan, dan PT Jasa Rahaja (Persero) kita lakukan inspeksi kepada 6 Bus Damri yang beroperasi di Kaltara,” ungkapnya.

Selain angkutan darat, persiapan jelang lebaran juga dilakukan pada jalur perairan. Ramp Check dilakukan kepada kiranya kepada 60 speedboat reguler yang beroperasi di wilayah Kaltara. Ramp Check terpusat di Tarakan sebab semua speedboat yang ada di Kaltara berlabuh di Tarakan.

Dalam prosesnya, imbuh Taupan, banyak komponen kendaraan yang diperiksa. Salah satunya dokumen serta alat keselamtan yang ada di dalam speedboat. Seperti, lifejacket, alat komunikasi, dan alat pemadam api atau apar.

“Kita juga melakukan pemeriksaan kesehatan, termasuk tes urine bagi para motoris dan  ABK. Bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltara kita lakukan pemeriksaan kepada 60 motoris dan 40 Anak Buah Kapal atau ABK. Jika dalam pemeriksaan motoris terbukti menggunakan narkoba, akan kita beri sanksi tegas. Dengan tidak diizinkannya untuk berlayar,” tutupnya. (humas)
Last Updated 2019-05-16T07:51:19Z

PASAR MURAH : Pelaksanaan OPM Pemprov Kaltara tahun lalu.
TANJUNG SELOR | penakaltara.com, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) menetapkan 6 spot pelaksanaan Operasi Pasar Murah (OPM) Tahun 2019. Yakni, 1 spot masing-masing di Kabupaten Nunukan, Tarakan, Tana Tidung dan Malinau. Sementara 2 spot di Bulungan.

OPM 2019 dijadwalkan dimulai pada 20 Mei di Kota Tarakan, berlanjut ke Nunukan pada 23 Mei. Lalu pada 25 dan 26 Mei digelar di Bulungan, 27 Mei di Tana Tidung dan 28 Mei di Malinau. Demikian disampaikan Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltara H Suriansyah saat memimpin rapat koordinasi (Rakor) menjelang hari besar keagamaan nasional (HBKN) 2019 di ruang rapat lantai 2 Kantor Gubernur Kaltara, Rabu (15/5).
Infografis : Jadwal Operasi Pasar Murah.
OPM 2019, kata Sekprov merupakan upaya Pemprov Kaltara untuk menjaga stabilitasi harga dan ketersediaan pasokan pangan. Utamanya, selama Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 1440 Hijriah. “Untuk komoditi yang disediakan, utamanya komoditi yang mengalami kenaikan harga dan stoknya kurang di daerah sasaran,” kata H Suriansyah.

Pemprov juga telah membentuk tim OPM 2019 yang melibatkan 11 Organisasi Perangkat Daerah (OPD). “Komoditi yang dijajakan, seperti bawang merah, bawang putih, daging beku, dan lainnya. Juga ada beras, gula dan minyak goreng yang dipasok Bulog (Badan Urusan Logistik),” ungkap Sekprov.

Pada rakor kemarin, juga dibahas beberapa hal lainnya. Seperti faktor penyebab kenaikan harga beberapa bahan pokok. “Harga bahan pokok itu dapat naik, salah satunya karena mahalnya biaya peti kemas, biaya buruh pelabuhan, biaya angkutan ke gudang, serta tindakan pedagang nakal yang mempermainkan harga,” urai H Suriansyah.

Menyikapinya, Pemprov berencana akan menetapkan harga batas atas untuk sejumlah bahan pokok dengan melihat faktor penentu harga sehingga tak ada permainan harga. “Penegasan dan penegakan hukum di sektor perdagangan juga perlu dilakukan. Dari itu, pemerintah kabupaten dan kota sebagai pemilik pasar harus lebih tegas dalam menjalankan aturan yang ada kepada pedagang. Apabila ada yang menaikkan harga secara sepihak, harus ditindak secara hukum,” papar Sekprov. 

Sebagai informasi, rakor tersebut dihadiri perwakilan Bank Indonesia (BI) KPw Kaltara, Balai Karantina, Bulog, Satuan Tugas (Satgas) Polda Kaltara dan lainnya.(humas)

Last Updated 2019-05-09T07:25:46Z
TANJUNG SELOR | penakaltara.com, Guna mengantisipasi masalah pembayaran tunjangan hari raya (THR) menjelang Idulfitri, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi menyiapkan Posko Pengaduan THR 2019. 

Kepala Disnakertrans Kaltara, Armin Mustafa menjelaskan, keberadaan posko ini cukup penting agar karyawan yang bekerja di perusahaan dapat menerima THR. Ini, lanjutnya juga menjadi komitmen bersama untuk menghadirkan pemerintah bersama karyawan perusahaan.“Dari Bidang Hubungan Industrial telah saya minta agar mempersiapkan posko ini, lebih cepat lebih bagus,” kata Armin di ruang kerjanya, Rabu (8/5).

Secara teknis pengaduannya, masyarakat cukup datang ke posko pengaduan di Kantor Disnakertrans Provinsi Kaltara, Jalan Katamso, Tanjung Selor Hilir, Kabupaten Bulungan.
Tidak hanya itu, posko ini juga menyediakan layanan via telepon pengaduan seperti yang telah dibagikan melalui media sosial Disnakertrans Provinsi Kaltara. “Jika ada pengaduan tentu akan segera kami tindak lanjuti,” katanya.

Armin menegaskan, jika ada aduan dari masyarakat, Disnakertrans Provinsi Kaltara akan menerjunkan pengawas terkait aduan tersebut. Bahkan untuk pengaduan melalui layanan telepon akan tetap ditanggapi. “Tergantung aduannya, seperti kalau ada yang laporan tidak dibayarkan THR, akan kami datangi. Akan ditindaklanjuti dengan pelaku usaha untuk menyelesaikannya,” terang Armin.

Untuk menghindari tidak dibayarkannya THR, lanjut Armin, Disnakertrans Provinsi Kaltara akan menyurati perusahan-perusahaan yang ada di Kaltara. Surat Edaran dari Gubernur juga akan dikeluarkan sambil menunggu Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan keluar. Hal ini penting agar selain THR dapat dibayarkan, perusahaan juga terhindar dari sanksi pemerintah. (humas)