![]() |
| Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie. |
TANJUNG SELOR | penakaltara.com, Program peningkatan
keterampilan tenaga kerja atau vocational skills menjadi salah satu prioritas
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara). Menurut Gubernur
Kaltara Dr H Irianto Lambrie, program ini penting sebagai upaya terbaik untuk
menyikapi persoalan kemiskinan dan pengangguran. Utamanya, dalam menciptakan
pekerja dan wirausahawan yang tangguh, serta dapat mengantisipasi terus
bertambahnya angka kemiskinan dan pengangguran.
“Pelatihan, seperti program pemagangan
dalam negeri yang digelar Disnaker (Dinas Tenaga Kerja) bekerjasama dengan
Kemenaker (Kementerian Tenaga Kerja) ini, sedianya dapat lebih menekankan pada
pembentukan keterampilan atau praktik yang kelak menjadi dasar keterampilan
dalam berwirausaha,” tutur Irianto.
Diungkapkan Gubernur, permasalahan
yang dihadapi Kaltara saat ini, salah satunya adalah ketersediaan lapangan kerja
dan masih tingginya angkatan kerja yang belum tertampung. Di mana salah satu
penyebabnya adalah, masih minimnya keterampilan
yang dimiliki para calon tenaga kerja di Kaltara. “Dari itu, pembangunan
ketenagakerjaan di Kaltara ditujukan untuk melindungi tenaga kerja dan mengurangi
angka pengangguran,” ungkapnya.
Gubernur mengatakan, faktor lapangan
kerja dan ketersediaan tenaga kerja ini memiliki hubungan yang signifikan dan
saling ketergantungan antara satu dengan yang lainnya. “Ketidakseimbangan
antara ketersediaan lapangan kerja dan tenaga kerja akan berakibat pada
terjadinya pengangguran yang pada giliran selanjutnya akan membawa dampak pada
pembangunan sosial ekonomi dalam kehidupan masyarakat yang semakin tidak
menentu,” jelas Gubernur.
![]() |
| Infografis : Jumlah Angkatan Kerja Provinsi Kaltara. |
Dipastikan Irianto, Pemprov Kaltara akan
selalu berupaya agar dapat lebih banyak melakukan program kegiatan untuk
peningkatan kemampuan bekerja bagi tenaga kerja lokal agar mampu bersaing
dengan tenaga kerja dari luar atau tenaga kerja asing. “Kami berharap, kedepan dengan
banyaknya investasi yang masuk di Kaltara dapat menggunakan tenaga kerja
terlatih yang berasal dari tanah Benuanta,” ulasnya.
Di tempat terpisah, Kepala Disnaker
Provinsi Kaltara Armin Mustafa mengatakan, jumlah pengangguran terus mengalami
penurunan. Seperti pada 2017, jumlah penganggur tercatat sebanyak 18.315 orang
dan menurun pada 2018 menjadi 17.797 orang. Dalam kurun waktu tersebut terjadi
penurunan jumlah pengangguran sebesar 518 orang atau terjadi penurunan tingkat
pengangguran terbuka sebesar 0.32 persen dari 2017 (5.54 persen) dan menurun
pada 2018 (5.22 persen).
Lalu, dari 323,4 ribu orang yang bekerja pada Agustus 2018, status pekerjaan utama yang terbanyak adalah sebagai buruh atau karyawan yaitu sebanyak 174,6 ribu orang (53,98 persen), diikuti berusaha sendiri sebanyak 63,8 ribu orang (19,73 persen), pekerja keluarga atau tidak dibayar sebanyak 30,4 ribu orang (9,39 persen) dan berusaha dibantu buruh tidak tetap sebanyak 27,5 ribu (8,51 persen). Sedangkan yang terkecil adalah pekerja bebas di non pertanian sebanyak 7,0 ribu orang (2,17 persen).
“Dalam menopang upaya penurunan angka pengangguran dan kemiskinan di Kaltara ini, Disnaker mengacu pada UU No. 13/2013 tentang ketenagakerjaan. Disini, kami juga mendorong terbangunnya kerja sama antara Disnaker provinsi dan kabupaten/kota dengan dunia usaha. Dengan tujuan utama, menciptakan tenaga kerja profesional, berkualitas, terlatih dan berpengalaman,” tutupnya.(humas)





Komentar Anda: