![]() |
| Foto : Ilustrasi |
TANJUNG SELOR, PenaKaltara.com - Apa itu literasi? mungkin bagi sebagian orang kata tersebut masih cukup asing ditelinga. Untuk itulah disini kita akan sedikit mengulas pentingnya hal tersebut dalam penerapan pembelajaran bagi anak-anak khususnya bagi siswa sekolah dasar (SD).
Untuk diketahui, Literasi adalah kemampuan individu untuk menggunakan segenap potensi dan skill yang dimiliki dalam hidupnya sehingga pengertian literasi mencakup kemampuan membaca kata dan membaca dunia. Pengertian literasi secara sempit adalah ditujukan dalam kemampuan membaca, namun kemudian ditambahkan juga dengan kemampuan menulis. Literasi dapat juga didefinisikan sebagai kemampuan seseorang dalam mengolah dan memahami informasi saat melakukan proses membaca dan menulis.
Namun secara lebih luas para ahli menjelaskan bahwa pengertian literasi bukan hanya sekedar kegiatan membaca dan menulis. Literasi juga bermakna praktik dalam hubungan sosial yang terkait dengan pengetahuan, bahasa, dan budaya. Literasi juga mencangkup bagaimana seseorang berkomunikasi dalam masyarakat. Education Development Center menjelaskan bahwa literasi lebih dari sekedar kemampuan membaca dan menulis.
Kabarnya, Di Kalimantan Utara, terdapat sebuah gagasan cemerlang atas pentingnya suatu pemahaman tentang literasi. Biasanya karena mencakup ranah pendidikan, gagasan itu seyogyanya digaungkan oleh Dinas Pendidikan Dasar. Uniknya, hal itu digagas oleh seorang Ibu Rumah Tangga yakni Istri Gubernur Kalimantan Utara, Rita Ratina Irianto. Gagasan cemerlang tersebut diberi nama "Gerakan Literasi Sekolah" oleh Rita yang mana pada pokoknya mengajak tenaga guru dan siswa mengembangkan dan mempraktekkan gerakan literasi bagi kalangan murid-murid sekolah dasar (SD).
Kepada awak media, Kamis (21/12), Rita menilai bahwapemahaman terhadap literasi sejak dini sangat penting bagi anak-anak karena menurutnya hal tersebut dapat menjadi pemicu adanya peningkatan nilai akademik yang bersangkutan. "saat ini kebanyakan guru fokus pada hasil akhir atau nilai padahal proses menuju hasil akhir tersebut yang lebih penting dipahami dan dilakukan bersama," kata Rita.
Untuk itu, kata Rita, sebuah gerakan literasi di sekolah hendaknya dimaknai sebagai suatu upaya untuk mengejar kemampuan bagi siswa dalam mengakses, memahami dan menggunakan informasi dengan cerdas dan baik. "Tidak hanya di sekolah, di rumah pun juga para orang tua harus turut andil dalam melaksanakan gerakan ini agar lebih optimal," tandasnya.
Sebab, Rita berkeyakinan apabila guru, orangtua dan siswa mempraktekkan gerakan literasi mulai sekarang maka dampaknya akan terasa pada masa yang akan datang karena dampaknya itu sangat positif bagi pembentukan karakter dan nilai akademik bagi anak didik.
Rita mengakui, gerakan literasi ini bukan semata-mata gagasan yang ia pribadi miliki melainkan suatu gagasan yang telah terlebih dahulu digalakkan oleh Pemerintah Pusat melalui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) sebagai upaya penumbuhan budi pekerti siswa. "Sehingga dengan adanya gerakan ini, menulis dan membaca dapat menjadi budaya yang melekat seumur hidup," tutupnya
ANTARA
Editor : Bobby Furtado



Komentar Anda: