![]() |
| Foto : Ilustrasi |
TARAKAN, PenaKaltara.com – Sempat jadi persoalan warga
Tarakan, mengenai pemasangan median Jalan di Jalan Jendral Sudirman, yang
dianggap akan memperkecil tingkat kecelakaan. Kini, median jalan yang sudah 40
persen pengerjaannya itu justru dibongkar.
Dikonfirmasi kepada Dinas
Pekerja Umum Tata Ruang (DPUTR) Kota Tarakan melalui Kasi Bina Marga, Mohdi
mengatakan, pembongkaran yang dilakukan oleh pihaknya ialah sebagian dari
perencanaan untuk mengatur arus lalu lintas dan pengaspalan jalan baru.
Dengan tujuan untuk memudahkan para
pengguna kendaraan mengatasi kepadatan arus lalu lintas saat Natal dan tahun
baru.
“itu memang sengaja kita bongkar,” aku Mohdi. Pembongkaran itu, kata Mohdi dikarenakan akan ada pengaspalan baru di
Jalan tersebut. Selain itu pembongkaran juga dikatakannya demi menghindari kemacetan padat yang biasa
terjadi di sekitar jalan tersebut.
Meski pembongkaran itu
terkesan boros anggaran. Namun Mohdi mengklaim hal itu sudah
masuk dalam perencanaan pembangunan median Jalan Jendral Sudirman. Mulanya, lanjut klaim Mohdi pembuatan median jalan itu dibuat untuk memperkecil tingkat kecelakaan dan dapat dikatakan sukses.
Baca Juga : Akan Ada Polda Di Kaltara
Namun karena mendekati akhir
tahun terdapat arus lalu lintas padat kemudian ditambah dengan adanya bagian jalan yang rusak sehingga memaksa pihaknya untuk melakukan pengaspalan, maka sekitar 5 meter bagian median jalan harus dibongkar
Warga Tarakan sempat berang dengan
pemasangan median jalan di Jalan Jendral Sudirman. Meski pemasangan tersebut
untuk mencegah kecelakaan, namun berbagai kalangan menilai pemasangan median
jalan itu hanya menambah sepit jalan. Rencananya median jalan ini akan dipasang
hingga bundaran Gita Jalatama.
Menanggapi hal ini, Wali Kota
Tarakan, Ir Sofian Raga MSi pun angkat bicara dengan mengatakan berterima kasih
karena hal tersebut dapat dijadikan sebagai masukan bagi pemerintah kota Tarakan.
Baca Juga :Pembebasan Lahan Jangan Asal-Asalan
“Saya
berterima kasih atas sarannya berarti masyarakat peduli itu. Saya akan jelaskan
bahwa Jalan Jendral Sudirman merupakan jalan sedang dalam tahap pengembangan
untuk dikembangkan. Dan untuk merealisasikan perubahan, diperlukan waktu dan
butuh pembiasaan,” tuturnya.Dikatakannya, pemasangan
median jalan ini tidak akan bisa langsung permanen melainkan bertahap.
Terkait penilaian warga yang menolak
pemasangan median jalan tersebut, Sofian mengatakan pembangunan bukan
untuk satu atau dua orang saja. Melainkan untuk semua warga Tarakan. Sehingga
pelebaran dan pembangunan median Jalan Jendral Sudirman akan diteruskan secara
bertahap hingga perempatan air mancur.
Dijelaskannya, Jalan Jendral
Sudirman adalah jalan besar terakhir yang dilebarkan setelah sebelumnya Jalan
Mulawarman, Jalan Yos Sudarso dan Jalan Kusuma Bangsa. Awalnya jalan itu hanya
selebar 8 hingga 11 meter akan menjadi 22 meter. Dan ditargetkan rampung 2018
atau paling lambat 2019.
“Itu kan menyangkut teknis,
menyangkut kondisi lapangan, kalau bisa ya pengen sekalian semuanya. Tapi
bagaimana nanti kalau langsung semuanya? Makanya bertahap, nantinya akan
seperti Jalan Mulawarman. Setelah itu pelebaran dari bandara sampai ke Juata,
Tarakan ini sudah kota, semua harus berubah,” imbuh Sofian.
“Jalan adalah sektor transportasi
penting untuk sektor lain agar lebih mudah. Tanpa sektor transportasi, yang
lain akan terganggu semuanya, harus ada perubahan kalau mau maju. Ini untuk
kepentingan yang lebih besar untuk semua orang,” tutupnya.
MUHAMMAD IDRI
Editor : Bobby Furtado



Komentar Anda: