Last Updated 2017-12-27T18:43:29Z
Foto : Ilustrasi

TARAKAN, PenaKaltara.com – Sempat jadi persoalan warga Tarakan, mengenai pemasangan median Jalan di Jalan Jendral Sudirman, yang dianggap akan memperkecil tingkat kecelakaan. Kini, median jalan yang sudah 40 persen pengerjaannya itu justru dibongkar. 

Dikonfirmasi kepada Dinas Pekerja Umum Tata Ruang (DPUTR) Kota Tarakan melalui Kasi Bina Marga, Mohdi mengatakan, pembongkaran yang dilakukan oleh pihaknya ialah sebagian dari perencanaan untuk mengatur arus lalu lintas dan pengaspalan jalan baru. Dengan tujuan untuk memudahkan para pengguna kendaraan mengatasi kepadatan arus lalu lintas saat Natal dan tahun baru.

“itu memang sengaja kita bongkar,” aku Mohdi. Pembongkaran itu, kata Mohdi dikarenakan akan ada pengaspalan baru di Jalan tersebut. Selain itu pembongkaran juga dikatakannya demi menghindari kemacetan padat yang biasa terjadi di sekitar jalan tersebut.
 
Meski pembongkaran itu terkesan boros anggaran. Namun Mohdi  mengklaim hal itu sudah masuk dalam perencanaan pembangunan median Jalan Jendral Sudirman. Mulanya, lanjut klaim Mohdi pembuatan median jalan itu dibuat untuk memperkecil tingkat kecelakaan dan dapat dikatakan sukses.


Namun karena mendekati akhir tahun terdapat arus lalu lintas padat kemudian ditambah dengan adanya bagian jalan yang rusak sehingga memaksa pihaknya untuk melakukan pengaspalan, maka sekitar 5 meter bagian median jalan harus dibongkar 

Warga Tarakan sempat berang dengan pemasangan median jalan di Jalan Jendral Sudirman. Meski pemasangan tersebut untuk mencegah kecelakaan, namun berbagai kalangan menilai pemasangan median jalan itu hanya menambah sepit jalan. Rencananya median jalan ini akan dipasang hingga bundaran Gita Jalatama.

Menanggapi hal ini, Wali Kota Tarakan, Ir Sofian Raga MSi pun angkat bicara dengan mengatakan berterima kasih karena hal tersebut dapat dijadikan sebagai masukan bagi pemerintah kota Tarakan. 


“Saya berterima kasih atas sarannya berarti masyarakat peduli itu. Saya akan jelaskan bahwa Jalan Jendral Sudirman merupakan jalan sedang dalam tahap pengembangan untuk dikembangkan. Dan untuk merealisasikan perubahan, diperlukan waktu dan butuh pembiasaan,” tuturnya.Dikatakannya, pemasangan median jalan ini tidak akan bisa langsung permanen melainkan bertahap. 
 
Terkait penilaian warga yang menolak pemasangan median jalan tersebut,  Sofian mengatakan pembangunan bukan untuk satu atau dua orang saja. Melainkan untuk semua warga Tarakan. Sehingga pelebaran dan pembangunan median Jalan Jendral Sudirman akan diteruskan secara bertahap hingga perempatan air mancur.

Dijelaskannya, Jalan Jendral Sudirman adalah jalan besar terakhir yang dilebarkan setelah sebelumnya Jalan Mulawarman, Jalan Yos Sudarso dan Jalan Kusuma Bangsa. Awalnya jalan itu hanya selebar 8 hingga 11 meter akan menjadi 22 meter. Dan ditargetkan rampung 2018 atau paling lambat 2019.
 
“Itu kan menyangkut teknis, menyangkut kondisi lapangan, kalau bisa ya pengen sekalian semuanya. Tapi bagaimana nanti kalau langsung semuanya? Makanya bertahap, nantinya akan seperti Jalan Mulawarman. Setelah itu pelebaran dari bandara sampai ke Juata, Tarakan ini sudah kota, semua harus berubah,” imbuh Sofian.

“Jalan adalah sektor transportasi penting untuk sektor lain agar lebih mudah. Tanpa sektor transportasi, yang lain akan terganggu semuanya, harus ada perubahan kalau mau maju. Ini untuk kepentingan yang lebih besar untuk semua orang,” tutupnya.
 
MUHAMMAD IDRI
 
Editor : Bobby Furtado
Bagikan:

Redaksi Pena Kaltara

Komentar Anda: