Last Updated 2018-01-23T07:49:39Z
TANJUNG SELOR, PenaKaltara.com - Gubernur Kaltara mengapresiasi kinerja seluruh aparatur Pemprov Kaltara yang memicu keberhasilan Kaltara memenuhi 9,6 syarat untuk menjadi daerah otonomi penuh. Pun demikian, Gubernur mengingatkan hal tersebut tak lantas menjadikan aparatur Kaltara, baik struktural maupun non struktual untuk statis atau berpuas diri.

"Harus tetap berpikir untuk terus berbenah diri agar kuat dan mampu bergerak cepat membangun Kaltara yang berkualitas," tegas Irianto dalam pidato arahannya pada apel pagi, Senin (22/01) di Lapangan Agatish. Aparatur pemerintahan juga diingatkan untuk mematuhi dan mempedomani setiap aturan yang berlaku. Termasuk memenuhi sumpah jabatan yang diucapkan kala diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). 

Gubernur juga menyinggung soal pembenahan secara progresif yang dilakukan setiap tahun. Salah satunya, terhadap pengelolaan anggaran daerah. Pembenahan akan terus dilakukan setiap tahun. Salah satunya terhadap standar perjalanan dinas. Sesuai hasil evaluasi Kemendagri, standar yang ditetapkan selama ini, terbilang lebih tinggi dari daerah lain di Indonesia. Termasuk dari DKI Jakarta yang notabene APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah)-nya lebih tinggi dari Kaltara. Jadi, penyesuaian dilakukan sehingga lebih wajar dan tidak lebih tinggi dari Jakarta. Meski masih lebih tinggi dari daerah lain, urai Irianto.

Ditegaskannya dana hasil evaluasi akan dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Seperti pembenahan rumah tidak layak huni, santunan warga kurang mampu dan lainnya.

Masih soal anggaran, Gubernur pun meminta seluruh kepala OPD untuk untuk segera menyelesaikan Rencana Kerja Anggaran (RKA) 2018. Targetnya, setelah RKA tiap SKPD tuntas, pada akhir Januari 2018 akan disampaikan DPA (Dokumen Pelaksanaan Anggaran) ke Kemenkeu (Kementerian Keuangan) untuk dievaluasi, tuntasnya.

Reporter : HUMAS PEMPROV
Editor.     : Bobby Furtado


Bagikan:

Redaksi Pena Kaltara

Komentar Anda: