TARAKAN, penakaltara. Com - Pengamanan Bandara Juwata Tarakan akan diperketat dari setiap gangguan. Melalui komite keamanan penerbangan yang terdiri dari beberapa stake holders yang ada di bandara Juwata Tarakan, akan menyelesaikan permasalahan yang ada seperti gangguan keamanan, kenyamanan, dan keluar masuknya narkoba.
Kepala Bandara Juwata Tarakan, Elfi Amir mengatakan semua yang berada di Bandara memiliki tanggung jawab untuk menjaga keamanan bandara. Contohnya, ketika ada kejadian teroris, narkoba dan lainnya semuanya ada dan langsung berkodinasi untuk menanganinya.
" Semua yang berada di bandara memang mempunyai tanggung jawab, serta bantuannya," kata Elfi saat ditemui awak media ini, Rabu (24/1).
Dengan adanya pertemuan yang diadakan, ini berguna untuk meningkatkan pelayanan yang ada di Bandara. Ia juga menambahkan dengan adanya kerjasama tim komite keamanan penerbangan dan stake holder yang ada semua pasti berjalan sesuai rencana. Seperti keamanan TNI/Polri, Kesehatan, CAQ, Karantina, BIN, BNN dan lainnya.
Kemudian Ia akan melakukan sosialisasi terkait peraturan menteri perhubungan no 80 tahun 2017, tentang keamanan penerbangan. Setiap petugas bandara diwajibkan memiliki sense of security.
" Sekarang ini kita sudah kelas 1 utama, dan keamanan harus diperketat lagi, " ungkapnya.
Masih kata Elfi, semua itu tidak terlepas dari pemerintah daerah (Pemda) yang harus bersinergi untuk membantu kebutuhan masyarakat. Ketika pemerintah mendukung program dan ikut serta membantu semua akan berjalan dengan baik.
Semua bisa diistilah dengan jalan tol laut seperti kapal, speedboat. Dan tol udara seperti penerbangan pesawat, atau semacam lainnya. Jadi harga komoditi bisa standar di seluruh Indonesia. Dengan Transportasi yang memadai harus di dukung dengan subsidi.
"Harapan saya masyarakat Tarakan maupun Kaltara dapat mendukung program yang dibuatnya, " bebernya.
Adi Kustanto***
Editor Ricornius Jeferson



Komentar Anda: