Last Updated 2018-01-16T18:08:25Z

Penakaltara. Com
Kepala BI perwakilan Kaltara, Hendik Sudaryanto



TARAKAN , penakaltara. Com - Rencana baru yang akan diancangkan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kaltara dalam Gerakan Non Tunai ( GNT) , akan diawali di Tarakan. Semua itu dilakukan,  karena Tarakan merupakan kota Transit yang banyak melakukan kegiatan transaksi pembayaran dan sebagainya.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Kaltara,  Hendik Sudaryanto,  mengatakan tidak lama lagi pihaknya bersama dengan pemerintah kota (pemkot)  Tarakan akan melakukan kerjasama dan melakukan penadantangan nota kerja sama.  Setelah Tarakan, selanjutnya akan diikuti dengan kabupaten kota yang berada diwilayah Kaltara.

"kota pertama iyalah Tarakan,  karena dilihat perkembangan penduduk yang banyak dan menjadi awalnya project GNT di Kaltara,  setelah itu lanjut dengan ibukota provinsi dam lainnya, " kata Hendik kepada penakaltara, Selasa (16/1).

Dilihat, Tarakan merupakan kota yang sangat maju dan berkembang dari segi infrastruktur, Sumber daya manusia (SDM) serta akses lainnya yang sudah terdapat di kota Paguntaka ini. Berbeda dengan kota lain yang masih kurang perbankkan serta jumlah penduduk yang kurang dibandingkan Tarakan.

Hendik juga menyampaikan bahwa non tunai yang akan diterapkan di Tarakan, untuk mempermudah masyarakat dalam melakukan transaksi. Ketimbang membuat seseorang harus membawa uang tunai dan memenuhi dompet untuk melakukan transaksi.

"ketika nanti terlaksana,  mereka hanya memakai kartu saja,  dan aman terkendali. Kalau pakai uang tunai kan repot lagi.  Kalau kartu tinggal gesek untuk transaksi pembayaran atau lainnya, " terangnya.

Sebelum melakukan project GNT, pihak BI sudah melakukan Sosialisasi diberbagai tempat. Seperti Mahasiswa, anak sekolah,  dan mahasiswa yang berada di Kaltara. Untuk mendorong GNT ini, pihaknya akan melakukan gerakan dan meminta bantuan pemerintah.  Agar dapat memberikan dorongan kepada masyarakat tentang keunggulan non tunai.

Terkait Target,  itu masih belum bisa dipastikan karena untuk melakukan sesuatu perubahan itu tidak mudah. Pihaknya akan melakukannya secara bertahap agar masyarakat dapat menerima dan bisa mengunakan non tunai dengan segera.

"kalau bisa secepatnya,  biar semua orang dimudahkan dengan non tunai," bebernya.
Walaupun bisa dilihat pada pulau Jawa yang sudah menggunakan non tunai di berbagai tempat. Semua itu terjadi karena didukung oleh pemerintahan setempat.  Itu bisa diterapkan di Tarakan,  seperti tempat parkir,  supermarket dan sebagainya.

"bisa seperti contoh jalan tol yang berada di kota besar," pungkasnya.

Rico Jeferson***

Editor Redaksi

Bagikan:

Unknown

Komentar Anda: