TARAKAN, penakaltara. Com - Kepesertaan BPJS Kesehatan Di Kota Tarakan, sampai Tahun 2017 tahun lalu, belum Melampui sasaran yang di harapkan. Dari data yang di peroleh BPJS, masih kurang 24 persen data yang diharapkan pihaknya.
Penggunaan BPJS saat ini masih dominan dengan penyakit paskatropik. Dan kadang ketika tidak bisa ditangani di Tarakan, pihaknya akan melakukan rujukan ke rumah sakit luar daerah. Karena diketahui RSUD Tarakan, hanya memiliki peringkat B, dan belum ada Rumah Sakit yang secara khusus menangani penyakit tertentu, seperti Jantung, leukemia, dan lainnya.
Bagi warga Kota Tarakan yang belum ikut BPJS Kesehatan. Bisa melalui mobile phone aplikasi di android yang meengaplikasikan HP nya. Masyarakat yang belum menjadi peserta bagi yang tidak mampu melalui Dinas Sosial. Selain dengan kantor BPJS bisa melalui drop box dan website. Serta hotline, 1500400. Demikian disampaikan Kepala BPJS Kesehatan Kota Tarakan Titus Sri Hardianto Saat ditemui PenaKaltara.com di ruang kerjanya, Selasa (16/1).
"jadi untuk data ada tahun 2017, hanya 76 persen saja yang sudah memakai BPJS, dari 247 ribu penduduk. Hitungannya Bearti dari jumlah penduduk hanya 189 ribu yang menggunakan sedangkan yang tidak 62 ribu penduduk sama dengan 24 persen yang tidak menggunakan, " Jelasnya.
Lanjutnya ketika peserta tidak membayar iuran dalam satu bulan, statusnya langsung non aktif. Dan untuk mengaktifkan lagi, peserta harus bisa melunasi tinggalkan sesuai dengan prosedur. Dari data yang diperoleh pihaknya, yang paling tinggi dalam pemeriksaan kesehatan yakni kehamilan dan persalinan.
Berbeda lagi dengan biaya yang paling tinggi itu terdapat pada penyakit kastatropik, karena penyakit ini penangannya secara khusus dan waktu lama. Untuk penyakit yang bertipe ini harus ditangani oleh Rumah Sakit peringkat A dan belum ada rumah sakit itu di Tarakan, maupun Kaltara.
"untuk jalur mandiri BPJS, bisa dilakukan pembayaran secara rutin, mengingat dan menghindari orang yang suka lupa. Karena BPJS mengunakan auto debet di beberapa bank yang merupakan mitra pihaknya, " ungkapnya.
Tetapi untuk peserta yang sudah aktif, diharapkan bisa secara rutin untuk melakukan pembayaran. Karena saat ini, pembayaran bisa dilakukan dengan mengunakan handphone, tinggal penguna android menginstal aplikasi JKN Mobile BPJS.
Dari aplikasi yang sudah disiapkan pihaknya, bisa mengetahui fasilitas dan pelayanan yang diberikan oleh BPJS. Masih kata Titus, untuk masyarakat yang tergolong kurang mampu, bisa mendaftarkan dirinya Ke dinas sosial Tarakan. Karena pemerintah kota, ikut berpartisipasi dan berperan aktif untuk masyarakat kurang mampu.
"bagi masyarakat kurangbmampu, bisa melakukan pendaftaran melalui drop box yang sudah disiapkan dibeberapa kecamatan dan puskesmas. Atau mengunakan wesite BPJS kesehatan, dan terakhir melalui telpon seluler 1500400," tuturnya.
Geger Adi Kustanto***
Editor Ricornius Jeferson



Komentar Anda: