TARAKAN, penakaltara. Com - Rumah Balai Adat Tidung menjadi objek wisata yang banyak diminati para turis lokal maupun manca negara. Sejak berdirinya rumah adat ini pada Tahun 2013, yang terletak di jalan hake babu, menjadi salah satu tempat liburan diakhir pekan.
Saat ditemui, Kamis (18/1), pengelola Objek Wisata Balai Mayo Adat H. Edi Wijaya mengatakan tahun ini pihaknya akan berusaha merubah dan memperbaiki fasilitas yang ada. Bukan hanya itu pihaknya juga akan menambah fasilitas baru untuk lebih menarik lagi. Salah satu waterboom mini yang akan dibangun untuk anak - anak.
" Kami juga membuka terhadap siapa saja yang ingin mengadakan event, ataupun acara, dana sebagainya, " kata Edi.
Event yang dibuka itu bukan untuk pemerintah, tetapi swasta maupun perseorangan diperbolehkan mengadakan event dan bekerja sama dengan pihaknya. Agar objek wisata ini semakin ramai pengunjung dan dikenal.
Dari jumlah pengunjung yang datang selalu meningkat setiap tahun. Ia juga menjelaskan ramainya pengunjung itu di waktu akhir pekan yakni sabtu dan minggu. Meledaknya pengunjung hingga ribuan orang, membuat pengelola harus merenovasi agar bisa digunakan untuk banyak orang.
Ketika hari minggu, pihaknya selalu mengadakan pentas budaya khas kalimantan. Seperti tarian dayak, tari adat tidung, itu dilakukan pada pukul 17.00 wita. Sehingga pada hari minggu itu, meledaknya pengunjung.
"Ada juga permainan sepeda air yang bisa dinikmati pengunjung, dengan harga murah yaitu Rp3 ribu. Dan alhamdulillah selama ini tidak ada keluhan dan puas dengan apa yang diberikan, " ungkapnya.
Terpisah, Salah satu pengunjung wisata V.Ramayanti ( 31 tahun) menyampaikan merasa senang dan terhibur. Karena di rumah balai adat ini kita bisa melihat kebudayaan suku kalimantan seperti tari dari suku dayak, tidung dan sebagainya.
" Saya melihat bahwa kalimantan kaya dengan kebudayaan sukunya, " kata Ramayanti.
Harapannya, semoga tempat ini selalu dirawat dan budayanya tetap di jaga. Karena dengan adanya objek wisata kebudayaan daerah, ini ynag membuat wisatawan asing untuk datang.
Adi Kustanto***
Editor Ricornius Jeferson



Komentar Anda: