Last Updated 2018-01-20T11:03:55Z



TARAKAN, penakaltara. com - Pengumpulan zakat yang dilakukan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznaz) untuk tahun 2017, berhasil mengumpulkan dana sebanyak Rp 7.079.300.000 miliar. 

Ketua Pelaksana Baznaz Tarakan, Syamsi Saran mengatakan Dana tersebut dikumpulkan berasal dari beberapa sumbangan. Diantaranya Zakat Fitrah sebesar Rp 2 miliar, Zakat Mal Rp 585 juta,   Zakat Profesi Rp2,2 miliar, Sisanya Infaq dan sedekah Rp 1,6 miliar dan Dana Sosial Keagamaan lainnya (DSKL) Rp 521 juta. 

"DSKL itu, sumbangan-sumbangan dari seorang yang ubersedekah,  dan  ada masyarakat non muslim juga yang menyumbang ke Baznaz, " katanya kepada penakaltara.com, Jumat (19/1).

Sumbangan yang diterima ada yang berasal dari non muslim. Sumbangan ini yang digunakan dan disalurkan kepada masyarakat dan kegiatan lainnya. Salah satunya dana yang terkumpul sebanyak Rp 7.079.300.000 miliar akan diambil Rp 1,5 miliar untuk kegiatan hak amil dan operasional. 

Lanjutnya,  bahwa hak amil itu tidak sepenuhnya berasal dari Baznaz,  karena setiap mesjid yang ada di kota Paguntaka selalu melaksanakan hak Amil. Kumpulan dana yang berasal dari mesjid, itu akan dikembalikan lagi dengan bentuk hak Amil. 

Berbeda dengan fakir miskin (mustahik), yang dihitung diluar hak Amil. Akan dianggarkan dari dana yang terkumpul sebelumnya sebanyak Rp 5,7 miliar. Kemudian dana tersebut akan digunakan dalam beberapa program seperti bedah rumah,  bagi sembako,  paket pendidikan, paket kesehatan, dan Jaka Comminity Develoment (jetcd).

"Salah satu contohnya yang sering muncul program jetcd, seperti bercokol tanam jagung,  lombok,  semangka dan sebagainya," jelasnya.

Kegiatan jetcd itu dikordinir dan dibina langsung oleh Baznas. Semua yang bercocok tanam,  akan dimodali Baznas,  seperti bahan baku, bibit tanaman, dan lainnya.  Pihaknya mengakui bahwa bukan hanya di bidang pertanian, tetapi kelautan menjadi program yang dilakukkan Baznas. 

Dari data yang dikumpulkan pada tahun 2017, baru 6.500 ribu orang yang menyumbang zakat di Baznas. Semua yang menyumbang berasal dari Pegawai Negeri Sipil (PNS), dan masyarakat. Itu semua sebagian dari jumlah penduduk muslim di Tarakan. 

Geger Adi Kustanto** 
Editor Ricornius Jeferson

Bagikan:

Unknown

Komentar Anda: