TARAKAN, penakaltara. Com - Pasangan Sabirin - Tajuddin (Santun) kecewa dengan sikap Komisi Pemilihan Umim (KPU) Tarakan, ada saat pendaftaran. Santun merasa banyak dirugikan karena waktu pendaftaran yang ditetapkan masih ada malah ditutup.
Saat dikonfirmasi, Sabirin mengatakan, waktu tim dan ia datang ke KPU mendaftar belum melewati pukul 00.00 dan masih tersisa 5 menit sebelum pendaftarannya. Tetapi pihak KPU sudah menyatakan lewat dari pukul 00.00 wita.
" saya kaget melihat KPU menyatakan sikap persoalan waktu, seharusnya keputusan itu ada pada KPU. Padahal KPU juga sempat mengaku bahwa ada 3 orang dari tim nya sudah pulang pada pukul 22.00 Wita, " kata sabirin pada penakaltara. Com, Jumat (12/1).
Keterlambatan yang dilakukan Sabirin karena faktor masih melakukan konfirmasi kepada partai Hanura karena SK Hanura yang diklaim oleh beberapa paslon lain yang ingin mendaftar dalam pilkada Tarakan. Pasalnya Hanura sudah melakukan perubahan SK 4 kali, dari dukungan kepada Bais, Oke dan Santun.
"makanya saya berkordinasi dengan DPP melalui media seluler," tuturnya.
Tambah Bobi Satria selaku tim relawan menjelaskan, bahwa ketika ia membawa rombongan Santun menuju KPU menggunakan mobil itu masih ada waktu tersisa 5 menit dari waktu yang dijadwalkan. Tetapi kenapa pada waktu pihaknya tiba terdengar dari dalam ruangan KPU sudah tutup.
"itu terdengar ditelinga saya dari teriakan didalam ruangan, padahal sebelumnya kami sudah konfirmasi untuk mendaftar, dan pihak KPU pun siap menunggu, tetapi sebaliknya," katanya. (Rico Jeferson)


Komentar Anda: