Last Updated 2018-02-06T05:10:09Z



TARAKAN, penakaltara.com – Maraknya money politik di musim Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tarakan, membuat ketua Badan Pengawas Pemilu angkat bicara, Senin (5/2).

Ketua Banwaslu Tarakan, Sulaiman mengatakan dalam pilkada 2018, pihaknya akan lebih menjaga ketat soal money politik agar pesta demokrasi berjalan dengan sesuai rencana. Dalam kampanye yang akan dilakukan balon maupun timses dilarang keras membagikan atau menjanjikan uang kepada masyarakat untuk dipilih.

“ Ini dilarang keras, ketika ketahuan atau ketangkap akan ditindak pidana,” kata Sulaiman saat ditemui diruang kerjanya.

Ketika nanti ditemukan pihaknya dalam masa kampanye, langsung diproses secara hukum. Walaupun banyak isu yang terdengar Pilkada selalu identik dengan money politik. Itu menjadi persoalan yang umum ditengah masyarakat.

Menurutnya, ada 2 konteks untuk  pelanggaran money politik yakni menjanjikan, memberikan uang ataupun materi lainnya. Hal ini yang ingin dihindar oleh pihak banwaslu. Karena itu mencoreng arti demokrasi di Indonesia.

“ Penerima dan yang memberi, keduanya akan terkena segera diproses secara hukum,” Jelasnya.

Bukan hanya sanksi yang akan ditunjukkan kepada pemain money politik. Melainkan dapat merugikan balon dengan sanksi lainnya yakni diskualifikasi.

Sulaiman berharap kepada masyarakat agar berhati-hati ketika ada balon yang menggunakan money politik saat pilkada. Ia berharap agar masyarakat Tarakan, dapat menggunakan hak suara nya dengan benar dan tidak terpengaruh dengan adanya uang.


Geger adi Kustanto 

Editor : Ricornius Jeferson


Bagikan:

Unknown

Komentar Anda: