TANJUNG SELOR, penakaltara.com – Rencana
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) membangun Rumah Sakit
Umum Daerah (RSUD) Tanjung Selor terus berjalan. Akselerasinya dimulai pada
Februari ini oleh Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan
Pemukiman (DPUPR-Perkim).
Kepala DPUPR-Perkim
Kaltara Suheriyatna mengungkapkan, RSUD Tanjung Selor rencananya akan dibangun
di atas lahan seluas 9 hektare. Untuk penyediaan lahan sendiri, kata
Suheriyatna ditargetkan tahun ini dapat rampung sehingga memudahkan tahapan
pengerjaan fisik bangunan yang diproyeksi berlantai empat itu.
“Kita targetkan land
clearing dapat dilakukan tahun ini. Rencananya peletakkan batu pertama akan
kita lakukan pada April 2018 mendatang berbarengan dengan HUT Kaltara,” ujar
Suheriyatna, Kamis (1/2).
Pembangunan RSUD Tanjung
Selor sendiri akan dibangun di KM 4, dimana kawasan tersebut akan terintegrasi
langsung dengan pusat pemerintahan Kota Baru Mandiri (KBM). Sehingga kawasan
tersebut, diakui Suheriyatna sangat strategis dan dapat menjadi pusat
pertumbuhan masyarakat dan ekonomi baru di Tanjung Selor.
“Selain terintegrasi dengan
KBM di Gunung Seriang, juga akan dibuatkan jalan yang terhubung dengan KM 9
Desa Bumi Rahayu. Hal ini juga dapat mempersingkat waktu dan jarak tempuh
masyarakat,” kata Suheriyatna.
Menurutnya, RSUD Tanjung
Selor harus bisa diakses dari semua sisi. Karena itu, Suheriyatna meminta
kepada bidang terkait agar menyiapkan perencanaannya sebaik mungkin. Agar pada
saat pembangunan, konstruksinya benar-benar memiliki kualitas sesuai dengan rencana.
“Untuk itu, bidang
terkait harus melakukan review kembali siteplan-nya secara detail. Agar kita
tidak salah di awal yang bisa berdampak pada tahap selanjutnya,” ungkapnya.
Berkaitan dengan itu,
Suheriyatna mengakui akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Diskes) Kaltara
perihal konsep ruangan yang diinginkan. Artinya, instansi tersebut harus ikut
andil dalam berkontribusi mengenai peruntukkan ruangan.
“Jadi memudahkan kita dalam menata ruangan
yang ada sesuai dengan peruntukkannya,” jelasnya.
Seperti diketahui,
pembangunan rumah sakit besar ini menggunakan sistem multiyears atau tahun
jamak yang pendanaannya menggunakan dana talangan dari PT Sarana Multi
Infrastruktur (SMI), perseroan di bawah Kementerian Keuangan RI.
Untuk pembangunan rumah
sakit ini, dibutuhkan anggaran sekitar Rp 340 miliar untuk tahap awal (tahap
dua sekitar Rp 140 miliar), yang semuanya didanai melalui pinjaman dari PT SMI.
Pengerjaan dilakukan sistem multiyears, atau tahun jamak.
REPORTER : HUMAS PEMPROV



Komentar Anda: