TANJUNG SELOR, penakaltara.com – Peta kerawanan terjadinya politik uang dan kecurangan dalam pelaksanaan Pemilu Serentak 2019 masuk dalam kategori sedang. Ini menjadi titik fokus yang harus diawasi oleh pihak berwenang untuk menyejukkan iklim masyarakat dalam melaksanakan pesta demokrasi itu.
Saat menjadi narasumber Talkshow Respons Kaltara edisi Selasa (23/10) di Kedai 99, Tanjung Selor, Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto Lambrie mengungkapkan, peta
kerawanan itu harus ditindaklanjuti agar politik
uang, politisasi SARA dan penyebaran berita hoax dapat dicegah. “Jika
semua elemen ini dapat bekerja dengan baik, tentu dalam menghadapi pesta
demokrasi tahun depan bisa sukses kita laksanakan,” kata Gubernur.
Tak hanya itu, Gubernur juga menginstruksikan Aparatur
Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara
untuk terdaftar ke dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). Hal ini, untuk
meningkatkan partisipasi pemilih dalam pelaksanaan Pemilu Serentak 2019. “Kita
jadikan pemilu ini sebagai upaya merawat perdamaian. Seluruh warga Kaltara, saya
yakin memiliki inisiatif untuk mewujudkan pemilu serentak yang damai,” ujar Irianto.
Dijelaskan Irianto,
pemerintah terus memberikan dukungan guna berjalannya pesta demokrasi yang
dilaksanakan serentak seluruh Indonesia itu. Karena itu, jika ada ASN di
lingkup Pemprov Kaltara yang tak terdaftar di DPT akan disanksi. “Tentu
akan kita berikan sanksi, saya kira untuk terdaftar sebagai DPT, tidak sulit. Tinggal
melakukan sinkronisasi identitas dengan KPU Kaltara,” ulas Irianto.
Hadir dalam talkshow
tersebut, Kapolda Kaltara Brigjend
(Pol) Indrajit, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltara Suryanata
Al Islami dan Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kaltara Siti
Nuhriyati.
Keempat narasumber itu menjelaskan pentingnya pelaksanaan
pemilu berikut dengan titik kerawanan yang terjadi selama pelaksanaannya.
Gubernur mengingatkan, agar para peserta pemilu mentaati aturan yang sudah
berlaku, baik itu pada Undang-undang (UU) maupun Peraturan Komisi Pemilihan
Umum (PKPU).
Karena itu, ia meminta kepada ASN/TNI/Polri untuk berlaku
netral dalam tahapan Pemilu Serentak 2019. “Tunjukkan netralitas, karena
Bawaslu bisa saja mendeteksi keberpihakan. Jika itu terjadi saya selaku
gubernur juga akan memberikan sanksi,” pungkas Gubernur.(humas)
//////
JUMLAH DPT DAN TPS DI KALTARA
PADA PEMILU 2019
1. Kabupaten Nunukan
1. Kabupaten Nunukan
- Jumlah DPT : 132.912 orang
- Jumlah TPS : 757
2. Kabupaten Tana Tidung
- Jumlah DPT : 14.713 orang
- Jumlah TPS : 72
3. Kabupaten Malinau
- Jumlah DPT : 51.901 orang
- Jumlah TPS : 290
4. Kabupaten Bulungan
- Jumlah DPT : 89.935 orang
- Jumlah TPS : 435
5. Kota Tarakan
- Jumlah DPT : 139.877 orang
- Jumlah TPS : 619
Total se-Kaltara
- Jumlah DPT : 429.338 orang
- Jumlah TPS : 2.173
Sumber : Badan Kesbangpol Provinsi Kaltara,
2018


Komentar Anda: